32 C
Semarang
Kamis, 24 Juni 2021

Siswa Berkebutuhan Khusus Ikut UNBK

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Salah satu peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 1 Ambarawa merupakan siswa berkebutuhan khusus. Adalah Yuli Nugroho, siswa kelas IX C SMPN 1 Ambarawa.

Hal tersebut mendorong Bupati Semarang, Mundjirin mengunjungi siswa tersebut di sela-sela UNBK. Melalui sikap kebapakan, Bupati menyapa Yuli yang sedang belajar di ruang kelas. “Terus belajar dan tetap semangat,” kata Mundjirin kepada Yuli saat meninjau pelaksanaan UNBK di SMPN 1 Ambarawa, Selasa (24/4).

Mundjirin juga salut atas partisipasi warga di Kecamatan Jambu yang rela meminjamkan perangkat komputernya kepada SMPN 1 Jambu. Pinjaman sebanyak 62 komputer itu membantu kelancaran UNBK. “Kami akan memikirkan penambahan anggaran pendidikan untuk pengadaan komputer lebih banyak lagi di waktu mendatang,” ujarnya.

Ketua Panitia UN SMP/MTs Kabupaten Semarang tahun 2018, M Taufiqurrahman menerangkan bahwa jumlah sekolah penyelenggara UNBK bertambah dibandingkan tahun lalu. Pada 2018 ini ada 48 sekolah menengah pertama dan sederajat yang menyelenggarakan UNBK. Terdiri atas 30 SMP baik negeri maupun swasta dan 18 MTs. Sedangkan pelaksanaan UNBK tahun lalu, hanya ada 11 sekolah.

Sedangkan jumlah peserta UNBK SMP/MTs sebanyak 5997 siswa dan peserta UNKP (Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pulpen) sebanyak 7.600 siswa. “Tidak ada kendala berarti saat pelaksanaan UNBK hari pertama, Senin (23/4) lalu. Hanya ada keterlambatan online antara setengah hingga satu jam di 5 sekolah karena pengaturan server di tingkat pusat,” ujarnya.

Pada hari pertama pelaksanaan UN SMP/MTs, lanjutnya, ada 14 siswa yang tidak hadir karena sakit. Mereka terdiri atas 12 peserta UNKP dan dua peserta UNBK. Terkait keberadaan siswa berkebutuhan khusus yang mengikuti UNBK bersama siswa normal lainnya, Taufiqurrahman menegaskan tidak masalah dan sesuai aturan yang berlaku. “Di Kabupaten Semarang ada sepuluh sekolah dasar dan menengah pertama yang termasuk sekolah inklusi. Di antaranya ada di Ambarawa, Tengaran dan Ungaran. Pelayanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik juga relatif sama,” katanya. (ewb/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here