26 C
Semarang
Kamis, 10 Juni 2021

Berharap APBD Cover Infrastruktur Pranten

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Desa Pranten di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang memiliki potensi wisata yang luar biasa. Berbatasan dengan kompleks wisata Dieng, Kabupaten Banjarnegara, daerah ini masih belum tersentuh perbaikan infrastruktur secara masif. Sehingga diharapkan APBD bisa mengcover infrastruktur di Pranten.

Hal tersebut terungkap saat kunjungan kerja (kunker) anggota Komisi C DPRD Kabupaten Batang yang dipimpin Ketua Komisi C Sunarto. Rombongan yang ikut adalah Sekretaris Komisi C Kukuh Fajar Romadon, beserta anggota Teguh, Junaidi, Muafi, Rustriasih didampingi pegawai Setwan DPRD Batang Roni.

Juga turut mengawal Camat Bawang Yarsono, Dinas Pariwisata Rasmuji,  dan Kepala Desa Pranten Edi serta beberapa perangkat desa setempat. Menurut Sekretaris Komisi C, Kukuh Fajar Romadon, pariwisata memang harus ditopang dengan infrastruktur yang memadai. Namun di Batang, bisa dibilang belum mengarah ke situ.

“Menurut saya memang perlu anggaran yang sangat besar untuk infrastruktur. Namun mengingat APBD kita masih jauh, jadi perlu adanya sinergi antara dana pusat, provinsi dan kabupaten,” ucapnya, Rabu (25/4/2018).

Seperti dicontohkan, di Kabupaten Banjarnegara, mendapat anggaran dari Kementerian Pariwisata hingga ratusan miliar, sehingga bisa masuk di sektor pariwisata.

Pranten menurutnya perlu terus dibangun, karena banyak objek wisata yang sangat menarik. Dari air terjun yang diawali dari Curug Sibiting, ke selatan berjajaran 3 curug lain, Sipendok ,Teron dan Curug Sikrumpyang.

Setelah melewati Desa Pranten sebelahnya ada Curug Malang dan diteruskan sumber air panas sebelah SMP 4 Bawang. Menuju Dukuh Sigemplong akan dijumpai curug air panas Sirawe. “Potensi wisata di Pranten sangat besar sekali,” tandasnya.

Banyak kelebihan destinasi wisata Desa Pranten yang hingga kini belum tergarap oleh Pemkab Batang. Hal ini menjadikan PR bagi Komisi C, karena berkaitan dengan retribusi daerah. Selama ini PAD Batang sangat rendah.

“Sebetulnya potensi PAD dari destinasi wisata di Batang sangat banyak,” ucapnya lagi.

Ditambahkan anggota Komisi C, H Muafi, mestinya APBD Batang juga dapat mengcover pembangunan infrastruktur.Terutama jalan penghubung dan jalan pembuka antara Bawang ke Dieng, baik lewat Pranten ataupun lewat Bintoro Mulyo.

“Selama ini kesenjangan terjadi karena tidak jelasnya arah pembangunan yang ada,” ujarnya.

Ditambahkan Muafi, kue APBD selam ini hanya tercecer dan tercurah pada rutinitas keinginan ego sektoral, yang membelit. Penggunaan APBD hanya untuk pusat kota saja, sedangkan daerah kurang terjamah.

“Saat ini tinggal ada kesungguhan atau tidak dari pemerintah daerah untuk ini,” tandasnya.

Sementara itu, anggota Komisi C yang lain Taufik mengatakan, dalam pengembangan pariwisata, pemerintah desa dan pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata harus menyiapkan masyarakat sadar wisata. Diharapkan akan memunculkan kreativitas masyarakat untuk mengembangkan pariwisata di daerahnya.

“Seperti di Desa Pranten ini sangat menarik investor untuk mengembangkan, bersama kelompok sadar wisata dengan anggaran dari pemerintah daerah,” tutupnya. (han/lis)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here