31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Ganjar-Yasin Diprediksi Menang Telak

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pasangan calon (paslon) Ganjar Pranowo-Taj Yasin digadang-gadang bakal meraup banyak suara pada Pilgub Jateng, 2018. Dari hasil survei yang dilakukan LKSP-LSI Denny JA, elektabilitas Ganjar-Yasin tembus diatas 50 persen.

Direktur LSKP-LSI Denny JA, Sunarto Ciptoharjono menjelaskan, survei dilakukan pada 3-10 April 2018. Metodenya wawancara langsung terhadap 600 orang responden yang diacak secara bertingkat serta margin error sekitar 4,1 persen. Hasilnya, pasangan Ganjar-Yasin meraup 50,3 persen suara. Sementara Sudirman Said-Ida Fauziyah hanya 10,5 persen, sedangkan 39,2 persen belum menyatakan sikap.

“Probabilitas kemenangan Ganjar-Yasin ini semakin diperkuat dengan selisih elektabilitasnya yang melampaui dua digit dari Sudirman-Ida. Bahkan Ganjar-Yasin juga unggul di semua segmen pemilih, sedangkan waktu kampanye yang tersisa kurang dari dua bulan lagi,” ujarnya di Hotel Grand Candi Semarang, Selasa (24/4).

Alasan mengapa pasangan Cagub Ganjar-Yasin diunggulkan pada Pilgub Jateng 2018, yakni popularitas Ganjar mencapai 89,5 persen, popularitas Sudirman Said baru mencapai 44,2 persen, sedangkan popularitas dua kandidat wagub masih dibawah 30 persen.

Selain itu, persepsi masyarakat atas kinerja Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jateng saat ini sebanyak 57,6 persen yang menyatakan puas, 28,4 persen tidak puas, dan sisanya menjawab tidak tahu. Ganjar-Yasin juga merupakan perpaduan antara tokoh nasionalis dan agamis, apalagi Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) merupakan putra dari ulama karismatik, KH Maimoen Zubair.

“Jika tidak ada blunder besar dari kubu Ganjar-Yasin dan tidak ada manuver yang sangat cemerlang serta masif dari kubu Sudirman-Ida, Ganjar bisa memasuki periode kedua kepemimpinannya di Jawa Tengah,” bebernya.

Dia mengklaim, hanya kejadian luar biasa berupa tsunami politik yang bisa mengalahkan elektabilitas Ganjar- Yasin. Tsunami politik yang dimaksud adalah pernyataan, tindakan, perbuatan, atau penangkapan yang mempunyai efek elektoral.

“Ke depan masih sangat dinamis, masih terbuka kemungkinan adanya migrasi suara terutama bila terjadi blunder politik berupa tsunami politik yang mampu mengubah persepsi pemilih secara drastis, tapi mengingat pilkada kurang dari dua bulan lagi, dengan elektabilitas yang terpaut cukup jauh, maka Ganjar-Yasin paling potensial di ambang dua periode,” paparnya. (amh/ric)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here