Rob Tinggi Akan Terjadi hingga Juni

  • Bagikan
ROB PARAH: Seorang pengendara motor menerjang genangan rob di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ROB PARAH: Seorang pengendara motor menerjang genangan rob di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pasang air laut atau rob kembali meninggi. Sejumlah jalan di kawasan Semarang Utara terendam. Di Jalan Yos Sudarso, Bandarharjo, Semarang Utara, genangan rob sempat mengganggu aktivitas warga. Dampak rob yang sudah terjadi selama tiga hari ini dirasakan oleh para pegawai kantor di sepanjang jalan tersebut, salah satunya kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas Semarang.  Mereka harus menerjang jalan yang tergenang air laut setinggi lutut orang dewasa untuk sampai ke tempat bekerja.

Sutoyo, salah satu pegawai kantor KSOP mengaku harus memarkirkan kendaraannya di ujung jalan, karena tidak dapat menembus genangan rob. Ia terpaksa harus berjalan kaki untuk bisa sampai ke kantornya. Sebab, beberapa kendaraan yang nekat menerjang, mesinnya mati di tengah jalan. ”Yang parah kalau sore hari sekitar pukul 15.00  tadi (kemarin, Red). Ini tadi naik jeep jasa angkut” katanya sepulang kerja.

Meski dirasa mengganggu aktivitas, rob justru menjadi berkah tersendiri bagi Busyro, pengemudi becak diesel. Ia merasa banjir rob ini membuatnya kebanjiran penumpang. ”Bagaimana ya, untung tapi juga rugi. Untungnya karena banyak yang menggunakan becak. Karena di sepanjang jalan ini kan ada banyak kantor. Tapi ruginya, saya harus dorong, karena mesinnya nggak bisa kalau dihidupkan. Jelas capek, sudah tua,” ujar warga Kalibaru ini.

Sementara itu, Stasiun Klimatologi BMKG Kelas I Kota Semarang telah memperkirakan ketinggian air laut di daratan pesisir Pantai Utara Jawa mencapai 1 meter. Rob tinggi akan terjadi hingga Juni 2018 mendatang.

“Rob diprediksi sampai Juni. Air laut naik dari siang sampai malam. Rob tidak hanya terjadi di Kota Semarang, tetapi sampai Tegal dan Pekalongan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Kota Semarang, Iis Harmoko.

Menurutnya, 13 -30 Juni merupakan puncak bulan purnama yang biasanya menimbulkan air laut pasang pada sore hingga malam hari. Selain rob, gelombang tinggi juga akan terjadi di laut selatan Pulau Jawa. “Gelombang di laut utara masih aman, hanya rob saja yang tinggi. Tetapi yang menjadi warning di laut selatan. Peringatan dini gelombang tinggi mencapai 2,5 meter hingga 4 meter,” ujarnya.

Iis mengatakan, ada beberapa kota yang harus mulai memberikan warning kepada para nelayan atau masyarakat yang beraktivitas di pantai. Yakni, di Perairan Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Jogjakarta. (sga/hid/aro)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *