33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

KKP Bagikan 10 Ribu Alat Tangkap Bobo

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan perhatian khusus bagi nelayan Desa Betahwalang, Kecamatan Bonang. KKP mengapresiasi para nelayan yang sejauh ini telah mampu mengurangi kerusakan bawah laut dengan menggunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan.

Yaitu, dengan memakai alat bobo buatan warga setempat. Alat bobo ini biasanya dipakai untuk menangkap ikan rajungan. Untuk mendukung para nelayan ini, KKP pun tertarik untuk membantu sebanyak 10 ribu alat bobo untuk para nelayan didesa tersebut. Bahkan, KKP juga menobatkan Desa Betahwalang sebagai kampung rajungan.

Dirjen Perikanan Tangkap, Sjarief Widjaja mengatakan, bantuan tersebut merupakan komitmen pemerintah untuk menjadikan laut sebagai garda terdepan masa depan bangsa. “Dengan alat ramah lingkungan ini, nelayan bisa lebih sejahtera,” katanya disela menyerahkan bantuan di Balai Desa Betahwalang, kemarin.

Menurutnya, dengan alat bobo, maka ikan rajungan yang biasa diekspor ke luar negeri dapat dikelola dengan baik. “Karena itu nelayan tidak boleh menangkap rajungan yang bertelur. Ini demi kelangsungan mata pencaharian nelayan itu sendiri,” katanya.

Dia menambahkan, di Desa Betahwalang terdapat 670 unit kapal yang melakukan penangkapan rajungan. Adapun, harga rajungan yang dijual Rp 75 ribu hingga Rp 90 ribu perkilogram. Selain membuat alat bobo sendiri, warga nelayan di kampung ini juga bekerjasama dengan mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang untuk pendataan hasil tangkapan dan membentuk daerah konservasi untuk kelanjutan rajungan. “Yang menarik masjid desa ini juga bagian dari hasil jimpitan nelayan rajungan,” ujar Sjarief.

Menurutnya, pengelolaan rajungan secara berkelanjutan juga sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 70/KEPMEN-KP/2016. “Ini dilakukan dengan cara pendekatan ekosistem,” katanya.

Bupati Demak HM Natsir menambahkan, rajungan menjadi sumber pendapatan nelayan di kampung pesisir tersebut. “Kita dorong agar nelayan ini dapat memakai alat ramah lingkungan. Dengan demikian, hasil tangkapan rajungan juga dapat dilakukan berkelanjutan,” jelas bupati didampingi Wabup Joko Sutanto dan Kepala Dinas Kelautan Ir Hari Adi Soesilo. (hib/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Warga 5 Desa Minta Jembatan Penghubung

KENDAL—Warga di lima desa di Kecamatan Cepiring dan Patebon meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal, untuk membangunkan jembatan penghubung antara Kecamatan Cepiring dengan Patebon. Pasalnya,...

Bentuk Tim Jaminan Halal di RS

SEMARANG— Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Provinsi Jawa Tengah, meminta pemerintah lebih teliti dalam mengawasi produk makanan, obat-obatan,...

PTN-BH Harus Masuk 500 PT Dunia

SEMARANG - Perguruan tinggi negeri (PTN) yang sudah berbadan hukum (PTN-BH), diharapkan mampu masuk 500 besar perguruan tinggi di dunia. Hal ini sesuai arahan...

Tv Temanggung Jadi Kado Istimewa

BERTEPATAN Hari Pahlawan dan HUT ke-183 Kabupaten Temanggung ke-183, Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) bernama Temanggung TV, Jumat (10/11) kemarin, diresmikan oleh Bupati Bambang...

Main Bom-bom Car Sambil Nunggu Berbuka

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Di bulan Ramadan ini, wahana permainan di Artos Mall Magelang bertambah. Timezone baru saja mengoperasikan wahana bom-bom car yang berada di...

Latih Disiplin Siswa dengan Salat Berjamaah

RADARSEMARANG.COM - MEMILIKI Anak yang bersikap disiplin merupakan idaman bagi orang tua. Salah satu tujuan orang tua menyekolahkan anak supaya bisa memiliki sikap disiplin....