33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Ditolak Warga, Eksekusi Sempat Ricuh

Pembebasan Lahan dan Bangunan Tol Semarang-Batang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Pengadilan Negeri (PN) Kendal melakukan eksekusi 86 bidang lahan berikut bangunan yang terdampak proyek tol Batang-Semarang di wilayah Kendal. Eksekusi sempat diwarnai kericuhan lantaran adanya penolakan dari pemilik lahan dan bangunan.

Suasana ricuh salah satunya saat eksekusi tanah bangunan milik Kasipan warga Desa Sumbersari, Kecamatan Ngampel. Ia melakukan penolakan eksekusi dengan nekat bertahan di dalam kamar saat satu-satunya rumah yang dimilikinya hendak dirobohkan menggunakan eskavator.

Bahkan ia malah menangis dan teriak histeris saat petugas Polisi membujuknya untuk keluar karena rumahnya akan robohkan. Tapi Pemilik rumah Kasipan, bersikukuh tidak mau pindah karena nilai ganti rugi yang tidak sesuai.

Karena tidak mau keluar, polisi terpaksa membawa Kasipan beserta istri dan anaknya untuk meninggalkan rumah dengan cara dipapah. Ia bersama istri dan anak-anaknya yang sudah ditempati puluhan tahun terus menangis dan meronta.

Istri dan anak Kasipan histeris saat petugas membawanya keluar. Jeritan histeris juga datang dari tetangga kasipan yang kasihan melihat kasipan dan istri dibawa keluar rumah. Sementara Kasipan hanya bisa menangis lemas melihat rumahnya rata dengan tanah.

Menurut Kasipan, nilai ganti rugi yang diberikan pemerintah tidak sesuai dan rendah. “Rumah saya hanya diganti Rp 500 ribu permeter persegi padahal rumah lainnya ada yang diganti Rp 800 ribu permeter persegi,” katanya, kemarin (23/4).

Ia juga belum mengambil uang ganti rugi yang sudah dititipkan di Pengadilan Negeri Kendal. Kasipan mengaku belum mempunyai tempat tinggal sementara dan hanya bisa bertahan dengan mencari tumpangan tempat tinggal. “Saya bingung harus tinggal dimana, semua pakaian dan perabotan rumah tangga maupun barang berharga ikut rata dengan tanah, belum sempat saya keluarkan,” akunya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tol Batang-Semarang Tendi Hardianto ada 86 bidang tanah yang ada di 10 desa yang akan dieksekusi sesuai perintah PN Kendal. “Pelaksanaannya akan berlangsung dari tanggal 23 hingga 26 April. Setelah selesai dibebaskan akan segera dibangun jalan tol,” ujarnya.

Panitera PN Kendal, Soedi Wibowo mengatakan sesuai dengan pemohon ada 86 bidang tanah yang harus dibebaskan. “Uang pengganti sudah diterima PN Kendal dan pemilik rumah bisa mengambilnya di PN Kendal,” kata Soedi.

Selain di Desa Sumbersari Kecamatan Ngampel, suasana eksekusi sebuah rumah di Desa Kertomulyo Kecamatan Brangsong juga berlangsung tegang. Pemilik rumah tetap bertahan tidak mau meninggalkan rumahnya. Petugas yang membujuknya kewalahan dan terpaksa menarik pemilik rumah untuk keluar rumah. (bud/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemkot Siapkan 1 Unit Rumah di BSB

SEMARANG-Target pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang cukup fantastis membuat jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, bekerja lebih ekstra agar capaiannya optimal....

Tanggap, Tanggon, Trengginas

MAGELANG–Semakin tingginya intensitas hujan yang berpotensi terjadinya bencana alam, baik banjir maupun bencana alam lainnya, membuat satuan Kepolisian Resort Magelang Kota bersiap.  Seluruh jajaran...

Empat Kendaraan Tabrakan

MUNGKID – Diduga akibat kurang konsentrasi, kecelakaan beruntun melibatkan tiga sepeda motor dan satu mobil pikap terjadi di Jalan Bandongan Raya, depan Gedung Sinta,...

Puting Beliung Terjang Dusun Kepundung

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – BPBD Kabupaten Semarang masih menghitung besaran kerugian dari peristiwa angin puting beliung yang meluluh lantahkan beberapa rumah di Dusun Kepundung Desa...

Tingkatkan Mutu, UPGRIS Gandeng UII

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Universitas PGRI Semarang (Upgris) terus berusaha meningkatkan mutu dan mendorong peningkatan status akreditasi. Untuk mewujudkan hal itu, Upgris menggandeng Univesitas Islam Indonesia (UII)...

Rekonstruksi Taruna Akpol Tertutup

SEMARANG - Rekonstruksi penganiayaan yang menewaskan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Brigadir Dua Taruna Muhammad Adam, dinilai tak biasa. Sebab, reka ulang digelar secara...