26 C
Semarang
Rabu, 9 Juni 2021

KKP Bagikan 10 Ribu Alat Tangkap Bobo

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan perhatian khusus bagi nelayan Desa Betahwalang, Kecamatan Bonang. KKP mengapresiasi para nelayan yang sejauh ini telah mampu mengurangi kerusakan bawah laut dengan menggunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan.

Yaitu, dengan memakai alat bobo buatan warga setempat. Alat bobo ini biasanya dipakai untuk menangkap ikan rajungan. Untuk mendukung para nelayan ini, KKP pun tertarik untuk membantu sebanyak 10 ribu alat bobo untuk para nelayan didesa tersebut. Bahkan, KKP juga menobatkan Desa Betahwalang sebagai kampung rajungan.

Dirjen Perikanan Tangkap, Sjarief Widjaja mengatakan, bantuan tersebut merupakan komitmen pemerintah untuk menjadikan laut sebagai garda terdepan masa depan bangsa. “Dengan alat ramah lingkungan ini, nelayan bisa lebih sejahtera,” katanya disela menyerahkan bantuan di Balai Desa Betahwalang, kemarin.

Menurutnya, dengan alat bobo, maka ikan rajungan yang biasa diekspor ke luar negeri dapat dikelola dengan baik. “Karena itu nelayan tidak boleh menangkap rajungan yang bertelur. Ini demi kelangsungan mata pencaharian nelayan itu sendiri,” katanya.

Dia menambahkan, di Desa Betahwalang terdapat 670 unit kapal yang melakukan penangkapan rajungan. Adapun, harga rajungan yang dijual Rp 75 ribu hingga Rp 90 ribu perkilogram. Selain membuat alat bobo sendiri, warga nelayan di kampung ini juga bekerjasama dengan mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang untuk pendataan hasil tangkapan dan membentuk daerah konservasi untuk kelanjutan rajungan. “Yang menarik masjid desa ini juga bagian dari hasil jimpitan nelayan rajungan,” ujar Sjarief.

Menurutnya, pengelolaan rajungan secara berkelanjutan juga sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 70/KEPMEN-KP/2016. “Ini dilakukan dengan cara pendekatan ekosistem,” katanya.

Bupati Demak HM Natsir menambahkan, rajungan menjadi sumber pendapatan nelayan di kampung pesisir tersebut. “Kita dorong agar nelayan ini dapat memakai alat ramah lingkungan. Dengan demikian, hasil tangkapan rajungan juga dapat dilakukan berkelanjutan,” jelas bupati didampingi Wabup Joko Sutanto dan Kepala Dinas Kelautan Ir Hari Adi Soesilo. (hib/bas)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here