33 C
Semarang
Rabu, 30 September 2020

Ratusan Orang Hijrah Tanpa Utang dan Riba

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Selama masih terjerat hutang dan memakan uang riba, maka hidup seseorang tidak akan bisa tenang dan berkah. Karena itu, satu-satunya cara hidup tenang berkah dan mendapat ridho Allah, adalah melunasi utang yang menjadi pintu riba.

Demikian dikatakan Pengusaha dan Pegiat Anti Riba, Saptuari Sugiarto dalam Seminar Nasional bertajuk Bebas dari Jeratan Hutang dan Riba, Rezeki Berkah dan Berlimpah di Hotel Sae Inn, Kendal. Sebab menurut Saptuari memakan uang riba dalam Islam hukumnya jelaslah haram.

Dalam seminar yang dihelat oleh Komunitas Kendal Mulia Tanpa Riba (KMTR) itu, Saptuari menceritakan pengalaman pribadinya yang berkali-kali jatuh bangun karena terjerat utang bank dan memakan uang riba. Semua usahanya bangkrut, tempat usahanya terbakar sehingga asetnya ikut ludes.
“Bukannya usaha saya maju, justru saya bangkrut dan meninggalkan utang yang banyak. Sampai akhirnya saya mendapatkan nasihat jika memakan harta riba itu haram dan hidupnya tidak akan tenang,” kata CEO Kedai Digital itu.

Sejak itulah ia memutuskan untuk tidak lagi mengambil utang dan memakan uang riba. Ia memutuskan Kembali ke Titik Nol. Yakni sebuah titik kepasrahan kepada Allah SWT. Bahwa manusia tidak boleh takut, karena rezeki sudah diatur oleh Allah. “Maka bergantung saja kepada Allah,” tuturnya.

Sebab, jika memakan uang riba, tambah Saptuari, sama saja menentang perintah dan ajaran Allah dan Rasul-Nya. “Jika menentang, kita akan terjerumus dalam lembah kehancuran,” tuturnya di hadapan ratusan peserta yang hadir.

Ketua Panitia Pelaksana Seminar Nasional Bebas dari Jeratan Hutang dan Riba, Ahdiyat Rinto Fauzani mengatakan seminar ini merupakan bagian dari Gerakan KMTR untuk menyadarkan dan memberikan solusi umat dari masalah riba. Yakni dengan membangunn kesadaran umat akan bahaya dari praktik riba. Selain itu, memberikan solusi yang dibutuhkan umat agar terbebas dari jeratan utang dan riba. Caranya dengan bertaubat kepada Allah SWT, bertekad tidak akan berhubungan dengan praktik riba. “Selain itu, memperbaiki ibadah, memperbanyak sedekah, maka rezeki kita akan dijamin oleh Allah,” kata Ahdiyat.

Dikatakannya, jika Komunitas KMTR sendiri telah berdiri Februari 2017 lalu. Dari awalnya hanya beranggotakan 10 orang, saat ini anggotanya sudah 120 orang lebih. “Komunitas KMTR ini terjun ke masyarakat dengan pemahaman Fikih Muamalah, sehingga orang sadar mana yang halal dan haram,” katanya.

Selain KMTR juga membuat gerakan Resik-Resik Masjid. Gerakan ini dilakukan sepekan sekali setiap Jumat. Dan berkeliling dari satu masjid ke masjid lainnya. “Alhamdulillah berjalan setiap pekan dan sudah keluar kota Kendal, seperti Batang, Surakarta sampai ke Magelang,” tambahnya. (bud/sct/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...