33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Pekerja Lembur Tapi kok Lambat

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – PEMBANGUNAN Kampung Bahari Tambaklorok Semarang mulai kelihatan hasilnya. Setidaknya, jalan masuk menuju Kampung Bahari sudah lebar. Demaga baru pun sudah bisa dioperasionalkan. Hanya saja, beberapa pengerjaan lain seperti pasar, bisa dibilang belum seberapa.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Semarang, pembangunan Kampung Bahari dikerjakan serentak. Para pekerja berpencar mengerjakan pelebaran jalan, pasar, dan pernik lain yang masuk dalam grand design Kampung Bahari. Mungkin karena alasan itu, pengerjaannya tampak lambat.

Ketua RT 5 RW 13 Tambaklorok, Kelurahan Tanjung Emas, Masrudi, menegaskan, sebenarnya warga ingin Kampung Bahari segera selesai. Bukan karena merasa terganggu dengan pengerjaan pembangunan, tapi karena warga setempat memang mengidamkan ada spot wisata dan UMKM baru. “Kami mendukung pengerjaannya. Tidak terganggu kok. Kami malah ingin segera selesai. Minimal jalannya sudah bagus. Dulu kan kumuh,” terangnya.

Nelayan tambak ikan bandeng ini mengaku heran. Pengerjaan dilakukan saban hari tanpa henti, tapi tak kunjung jadi. Padahal proyek ini sudah berlangsung sejak 2017 silam. “Pekerjanya hampir tak pernah nganggur. Garap terus. Tapi kok lambat ya. Hanya dermaga yang sudah jadi,” katanya.

“Itu pun banyak perahu hancur karena dampak dermaga baru. Sebab, sepertinya dari segi arsiteknya arah membangunnya kurang pas. Seharusnya ke timur laut, bukan langsung menghadap laut. Kalau ada gelombang ombak dari barat sama juga mengarahkan kapal,” jelasnya.

Jika melihat masterplan atau perencanaan Tambaklorok sebagai Kampung Bahari, Marsudi merasa kagum. Sepengetahuannya, selain membenahi dan melebarkan akses jalan, nantinya akan dibangun rumah susun, tempat bermain, hingga tempat pelelangan ikan.

Lurah Tanjung Emas, Margo Haryadi, menambahkan, pembangunan Kampung Bahari nyaris tanpa kendala. Semua pekerja sudah dikerahkan sebagai upaya percepatan. “Kan semua ada tahapannya. Kaitannya dengan pembangunan sarana prasarana untuk mempersiapkan menuju Kampung Bahari,” terangnya.

Terkait pelebaran jalan, dia mengaku memang belum bisa tuntas. Sebab, sebagian bidang masih dalam proses pembebasan lahan. “Pembebasannya sudah hampir 100 persen. Tinggal garap saja. Tidak ada protes dari warga. Malah mereka ingin punya akses jalan yang bagus dan nyaman,” katanya.

Meski tak ada penolakan, Margo tetap memberikan pendampingan dan sosialisasi kepada warga setiap waktu. Sosialisasi itu terkait rencana ke depan Kampung Bahari. Sebab, nantinya akan ada potensi-potensi dari warga setempat yang bisa dikembangkan untuk mendongkrak perekonomian.

Sesekali, sejumlah OPD (organisasi perangkat daerah) seperti Dinas Priwisata, Dinas UMKM, Dinas Perikanan, dan Bappeda juga memberikan pendampingan dan penyuluhan. Kaitannya dengan mengajak warga untuk lebih sadar wisata dan berjualan. Bagaimana memperlakukan wisatawan, menawarkan produk, membuat produk yang eye catching, dan lain sebagainya.

“Saya pribadi berharap, Kampung Bahari nantinya bisa memberikan dukungan kesejahteraan bagi warga setempat. Yang berkunjung ke sana kan banyak. Mereka bisa berbenah diri, menjaga lingkungan,” harapnya. (amh/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dewan Minta Pembangunan Embung Terus Digenjot

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemprov diminta terus menggenjot dan memperbanyak pembangunan embung di Jateng. Secara keseluruhan, Jateng masih perlu pembangunan embung-embung terutama di daerah yang...

Sejumlah ABK Hilang

PEKALONGAN – Sebuah kapal nelayan asal Kabupaten Pekalongan tenggelam di perairan Pulau Masalima, Selat Sulawesi yang berbatasan antara Kabupaten Kota Baru, Kalimantan Selatan dan...

Pedagang Buah Bikin Jengkel Satpol

MAGELANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Magelang menertibkan pedagang kios buah di Jalan Ikhlas yang kedapatan menggunakan trotoar untuk berjualan. Pedagang...

Ratusan Buruh PT BIG Tuntut Hak

UNGARAN-Ratusan buruh dari PT Berkah Indo Garment (BIG) berunjuk rasa di depan pintu masuk pabrik tepatnya di Jalan Soekarno Hatta Km 30 Nomor 55,...

‘Dek Seli’ Dukung Gerakan Hidup Sehat

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Gerakan Hidup Sehat (Germas) mendapatkan dukungan berbagai pihak, termasuk dari Komunitas Demak Sepeda Lipat (Dek Seli). Hal ini mengemuka dalam launching...

Kota Lama Bebas Kendaraan Berat

SEMARANG- Kendaraan dengan berat melebihi 3 ton mulai Maret ini dilarang melewati jalanan di kawasan Kota Lama Semarang. Kebijakan ini diambil Pemerintah Kota Semarang...