31 C
Semarang
Senin, 19 April 2021

BKKBN Jateng Targetkan 538 Kampung KB

spot_img
spot_img

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jateng menargetkan lagi 538 desa lagi agar mencanangkan Kampung Keluarga Berencana (KB) pada tahun 2018 di Jateng. Sedangkan akhir 2017 lalu, sudah berhasil mencanangkan 638 Kampung KB.

Hal tersebut ditegaskan Kepala BKKBN Jateng, Wagino, dalam Coffe Morning bersama Sekretaris Utama BKKBN RI, Nofrizal SP MA dan Kepala Biro Keuangan BKKBN, Yayuk Rahayu, di Hotel Kesambi Lempongsari Semarang, Minggu (22/4).

Menurutnya, total desa dan kelurahan di wilayah Jateng adalah 8559 desa/kelurahan dan 573 kecamatan. Targetnya pada 2017, setiap kecamatan dari minimal memiliki 1 Kampung KB, realisasinya ternyata melebihi target. Justru 1 kecamatan ada yang memiliki 2 Kampung KB. “Terutama Kabupaten Sukoharjo, bupatinya sangat responsif dan mendukung, sehingga ada kecamatan yang memiliki 2 Kampung KB. Demikian pula dengan Bupati Batang, Wihaji yang kerap tidur di rumah penduduk miskin dan sangat mendukung Kampung KB,” jelas Wagino.

Sedangkan paa 2018 ini, ditegaskan Wagino, target pencanangan Kampung KB bergeser ke desa yang miskin dan miskin sekali. Untuk pencanangannya, BKKBN akan membantu tiap desa Rp 9 juta. “Kami bersyukur, ada beberapa pemerintah kabupaten/kota yang turut mendukung dengan memberikan bantuan sebesar Rp 5-6 juta untuk pencanangan Kampung KB di wilayahnya,” tandasnya.

Sedangkan Nofrizal menegaskan bahwa pendirian Kampung KB bagian dari upaya pemerintah dalam hal ini BKKBN untuk menekan kemiskinan. Sebab, kemiskinan di Indonesia merupakan kemiskinan struktural, yang kurang dipahami banyak pihak. Setiap keluarga miskin, akan melahirkan anak yang miskin pula.

“Karena itu, perlu ditekan dengan program KB. Jika KB tak berhasil, maka kemiskinan akan tetap berkisar stagnan di angka 9, 10, hingga 11 persen. Karena itu, KB akan menekan kemiskinan, karena dibarengi pula dengan penguatan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin,” jelasnya.

Wagino menambahkan, Pemprov Jateng saat ini telah berhasil menekan angka kemiskinan dari 14,1 persen menjadi 13,5 persen. Kemiskinan tertinggi ternyata di Wonosobo, kemudian Kebumen dan Brebes. “Untuk menurunkan angka kemsikinan adalah KB. Kalau KB berhasil, kemiskinan berhasil ditekan,” tandasnya.

Sementara itu, BKKBN tahun 2018 ini menggelar lomba Kampung KB. Sedangkan lomba tingkat nasional, ada 4 daerah masuk nominasi yakni Surakarta dapat nominasi kategori lomba KB dan Kesehatan PKK, Sukoharjo nominator Posyandu, Cilacap nominator Lingkungan Hidup dan Blora nominator lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Semoga keempat daerah mendapatkan juara pertama,” harapnya. (ida/zal)

spot_img

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here