Ibu Hamil Mata Minus Dianjurkan Caesar

  • Bagikan
LANCARKAN PERSALINAN : Seminar Tips Sehat dan Lancar Sebelum Menghadapi Proses Persalinan di Atrium SMC Telogorejo, baru-baru ini. (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
LANCARKAN PERSALINAN : Seminar Tips Sehat dan Lancar Sebelum Menghadapi Proses Persalinan di Atrium SMC Telogorejo, baru-baru ini. (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ibu hamil dengan kondisi mata minus menjadi momok bagi sebagian wanita. Meski masih diperdebatkan, tenaga medis akan menganjurkan ibu hamil dengan kondisi mata minus diatas 5 untuk melakukan proses melahirkan secara caesar. Sebab jika melahirkan normal dengan kondisi minus tinggi, risiko terjadi komplikasi lebih tinggi.

Hal ini dikatakan oleh Dr M Eddy Wibowo Sp.OG saat mengisi seminar Tips Sehat dan Lancar Sebelum Menghadapi Proses Persalinan di Atrium SMC Telogorejo, baru-baru ini. Meski demikian, Eddy tidak menampik jika ada kejadian seorang ibu dengan kondisi mata minus 10 dioptri dapat melahirkan dengan normal.

“Dalam kedokteran kebidanan, kita itu bicara risiko. Memang saat itu ada yang fine –fine aja. Tetapi bukan artinya itu juga bisa dicoba. Makanya ketika si ibu ini minus 5 keatas, kami anjurkan untuk caesar,” jelas Eddy kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Eddy menjelaskan, sejumlah risiko komplikasi yang rentan terjadi dalam kondisi ini, diantaranya adalah kerusakan syaraf mata hingga lepasnya retina sang ibu diakibatkan tekanan tinggi saat mengejan dalam proses melahirkan normal.

Terlepas dari itu, lanjut Eddy, menuju persalinan, ibu hamil harus mempersiapkan baik secara fisik maupun mental. Olahraga ringan sangat dianjurkan. Selain berpengaruh pada kebugaran sang ibu, olahraga ringan tentu akan berdampak pada proses persalinan yang lebih mudah.

“Jalan kaki, senam hamil, atau yoga, itu baik buat ibu hamil. Selain melenturkan badan, fisik dan mental juga semakin kuat,” imbuhnya.

Khususnya Yoga, sambung Eddy, dapat memperbaiki beberapa hal. Yakni kelenturan tubuh, perbaikkan fisik dan yang paling utama adalah kesiapan mental menuju persalinan. “Memang tidak selalu mempengaruhi anak, tapi ketika stres kemudian nafsu makan berkurang, bayinya nanti jadi kecil,” tegasnya.

Atas hal ini, SMC RS Telogorejo akan melaunching sebuah komunitas yang terikat erat dengan aktivitas parempuan. Baik dari yang muda hingga tua. Komunitas ini dinamai SMC Woman’s Club. Dalam komunitas ini nantinya akan memfasilitasi para perempuan untuk kegiatan-kegiatan olahraga dan kesehatan lainnya.

“Kita launching di bulan April ini. Nantinya akan berjalan kegiatan setiap kamis pukul 18.30 dan sabtu 09.00 pagi,” jelas Humas SMC RS Telogorejo, Dinda.

Adanya SMC Woman’s Club ini diharapkan dapat menjadi wadah para perempuan untuk menjaga kesehatannya serta lebih memperluas persaudaraan. (tsa/zal)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *