31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Penguatan Kurikulum 2013 melalui PPK

RADARSEMARANG.COM – Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang tertuang dalam Peraturan Presiden No 87 Tahun 2017 semakin mempertegas tentang karakter sumber daya manusia yang ingin dihasilkan melalui sistem pendidikan khususnya bagi SMK yang lulusannya terutama disiapkan untuk memasuki dunia kerja. Penguasaan kompetensi teknis dan kepribadian (personality) yang diisi dengan nilai-nilai karakter positif, sebagaimana diamanatkan pada Peraturan Presiden itu, merupakan prasyarat utama untuk memasuki dunia kerja saat ini dan menjadi kunci sukses untuk mengarungi kehidupan masa depan. Oleh karena itu di dalam Kurikulum 2013, nilai-nilai karakter sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan.

Sebagaimana kita ketahui, mulai dari perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran bahkan penilaian hasil belajar juga tidak terlepas dari nilai-nilai karakter. Hal ini akan dipertegas lagi dengan penilaian PPK yang akan diberlakukan mulai tahun pelajaran 2018/2019. Selama ini, penilaian selain pengetahuan dan keterampilan juga penilaian sikap yang terdiri dari sikap spiritual dan sikap sosial. Sedangkan pada penilaian PPK nantinya akan dilampirkan satu halaman selain raport berupa laporan perkembangan karakter setiap akhir semester.

Laporan perkembangan karakter merupakan catatan perilaku/karakter peserta didik di dalam maupun di luar sekolah yang berisi kelebihan atau keunikan peserta didik untuk penguatan karakternya. Baik karakter secara religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas.

Hasil penilaian PPK ini nantinya dalam bentuk deskripsi. Di mana sumber informasi untuk merumuskan deskripsi penilaian karakter dilakukan berdasarkan pengamatan masukan guru mata pelajaran/tenaga kependidikan, guru BK, pembina ekstrakurikuler dan Du-Di (waktu PKL) . Selanjutnya dilaporkan kepada walikelas untuk dituangkan dalam bentuk laporan perkembangan karakter setiap akhir semester.

Laporan ini berisi nilai nilai karakter berupa kelebihan dan keunikan peserta didik di mana sumber informasi untuk catatan diperoleh dari catatan (jurnal) guru ataupun dokumen portofolio (piagam, sertifikat kegiatan dll) baik di dalam maupun di luar sekolah.

Meskipun sejak diberlakukan Kurikulum 2013 penilaian sikap di dalam buku raport sudah kita lakukan terlebih untuk penilaian sikap yang dilakukan oleh guru Pendididkan Agama-Budi Pekerti dan PPKn. Tetapi masih ada sedikit perbaikan di dalam dokumen Kurikulum 2013, di antaranya penataan kompetensi sikap spiritual dan sosial yaitu pada mata pelajaran Pendidikan Agama-Budi Pekerti dan PPKn pembelajaran sikap spiritual dan sosial dilaksanakan melalui pembelajaran langsung dan tidak langsung. Sedangkan pada mata pelajaran selain Pendidikan Agama-Budi Pekerti dan PPKn pembelajaran sikap spiritual dan sosial dilaksanakan melalui pempelajaran tidak langsung. Sebagai contoh berupa keteladanan, pembiasaan dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Dengan demikian semua guru akan mempunyai tanggungjawab yang sama terhadap penguatan karakter peserta didiknya dan saling bekerjasama dalam pembentukan karakter yang positif. Hal ini menjadi tantangan sekaligus semangat bagi guru yang tidak hanya mentransfer ilmu saja tetapi sebagai sosok guru yang bisa digugu dan ditiru yaitu guru sebagai panutan dan teladan sehingga pendidikan yang diartikan oleh Ki Hajar Dewantara untuk memajukan bertambahnya budi pekerti (kekutan batin, karakter), pikiran dan tubuh atau raga dalam kesempurnaan hidup dan keselarasan dengan dunianya bisa tercapai. Semoga. (*/ton)

Guru SMK Negeri 1 Salam

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here