33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Teladani Semangat Belajar Kartini

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, REMBANG-Calon wakil gubernur (Cawagub) Jawa Tengah, Ida Fauziyah mengajak kaum perempuan untuk terus mengobarkan semangat RA Kartini. Yakni, berjuang demi kesejahteraan perempuan yang terkekang.

“Mari kita teladani semangatnya dalam belajar maupun semangatnya untuk membangun,” ujar Ida dalam acara Istighotsah dan Napak Tilas Perjuangan Wanita yang diselenggarakan Muslimat dan Fatayat NU, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Sabtu (21/4).

Acara digelar di kawasan Makam RA Kartini. Turut mendampingi Ida, Astrid Sudirman Said. Ida dan Astrid juga berziarah ke makam RA Kartini. Ida menilai, jika saat sekarang ada gerakan-gerakan emansipasi perempuan, hal itu sama sekali tidak bermaksud untuk menempatkan kaum perempuan di atas kaum laki-laki. “Yang diperlukan adalah keadilan. Bukan ambil peran bapak-bapak,” jelasnya.

Keadilan itu, jelas mantan ketua umum Fatayat NU ini, antara lain di bidang pendidikan. Perempuan juga berhak untuk pintar dan sehat. “Perempuan juga berhak mendapat manfaat-manfaat dari pembangunan. Sebenarnya itu saja,” bebernya.

Pasangan Sudirman Said dalam Pilgub Jateng ini menambahkan, bagaimana perempuan segera keluar dari gelap menuju terang, seperti semangatnya RA Kartini. “Semangat RA Kartini membangun keadilan itu bukan karena dorongan dari teman-temannya dari Belanda. Tapi juga semangat keagaamaan yang dimiliki Kartini,” jelasnya.

Dalam sejarah, kata Ida, RA Kartini pernah berguru kepada Kiai Sholeh Darat, ulama yang juga guru dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), maupun Muhammadiyah. “Dari Kiai Sholeh Darat, Kartini belajar Alquran yang menyebutkan adanya keadilan baik bagi kaum laki-laki maupun perempuan,” terangnya.

Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU ini menyatakan masyarakat Jateng patut bersyukur, provinsi ini memiliki sosok perempuan pejuang perempuan hebat yang selalu memperjuangkan kaumnya, yakni RA Kartini.  “Atas perjuangannya, perempuan yang dulu terpenjara dalam rumah tangga kini statusnya sudah setara. Tak lagi berkutat soal dapur, sumur dan kasur saja, namun sudah bisa menyumbang devisa negara,” ujarnya.

139 tahun yang lalu, Kartini dilahirkan seolah pertanda perempuan Indonesia akan dimakmurkan. Atas dasar itu, Ida mengajak 21 April, tak sekadar menjadi seremoni kegigihan perjuangan Kartini. “Tetapi semangat kegigihannya itulah yang harus kita warisi untuk memperjuangkan kaum perempuan untuk kesejahteraan,” tegasnya.

Ida menambahkan, sebenarnya daya survival perempuan, lebih kuat. Dia mencontohkan usaha mikro, maupun sentra-sentra ekonomi menengah banyak dijalankan kaum perempuan. “Pemerintah tinggal buka akses, sehingga perempuan bisa menjadi soko guru pembangunan, karena potensinya luar biasa,” tambahnya. (fth/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gunakan Limbah Temu Lawak yang Mudah Didapat dan Murah

RADARSEMARANG.COM - Telur itik merupakan salah satu produk ternak yang diminati masyarakat. Tapi, kandungan kolesterol yang cukup tinggi seringkali bikin konsumen khawatir. Tiga mahasiswa...

Penyebar Hoax Sebarkan Kabar Miring Divestasi Saham Freeport

JawaPos.com - Pembelian 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PT FI) oleh pemerintah Indonesia dibarengi beredarnya kabar palsu. Kabar tersebut berselancar bebas di dunia...

Relokasi BKT Tuntas sebelum Agustus

SEMARANG - Pemerintah pusat meminta agar Pemkot Semarang mempercepat pembebasan lahan proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT). Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta...

SMP N 9 Juara Poco-Poco

SALATIGA - Tim senam siswa SMPN 9 Salatiga menjadi juara I dalam lomba Senam Poco-Poco Nusantara tingkat nasional di Mahaka Square Kelapa Gading Jakarta...

Bacok Pengendara Motor, Pemuda Mabuk Diringkus

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Warga Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Fida Enggal Satriaji, 24, terpaksa berurusan dengan Polres Semarang lantaran melakukan aksi pembacokan membabi buta...

Golkar Berikan Dukungan untuk Ganjar-Yasin

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Partai Golongan Karya (Golkar) memutuskan untuk mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin (Gus Yasin). Keputusan itu diungkapkan Ketua Bidang Koordinator Pemenangan Pemilu...