33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Teladani Semangat Belajar Kartini

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, REMBANG-Calon wakil gubernur (Cawagub) Jawa Tengah, Ida Fauziyah mengajak kaum perempuan untuk terus mengobarkan semangat RA Kartini. Yakni, berjuang demi kesejahteraan perempuan yang terkekang.

“Mari kita teladani semangatnya dalam belajar maupun semangatnya untuk membangun,” ujar Ida dalam acara Istighotsah dan Napak Tilas Perjuangan Wanita yang diselenggarakan Muslimat dan Fatayat NU, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Sabtu (21/4).

Acara digelar di kawasan Makam RA Kartini. Turut mendampingi Ida, Astrid Sudirman Said. Ida dan Astrid juga berziarah ke makam RA Kartini. Ida menilai, jika saat sekarang ada gerakan-gerakan emansipasi perempuan, hal itu sama sekali tidak bermaksud untuk menempatkan kaum perempuan di atas kaum laki-laki. “Yang diperlukan adalah keadilan. Bukan ambil peran bapak-bapak,” jelasnya.

Keadilan itu, jelas mantan ketua umum Fatayat NU ini, antara lain di bidang pendidikan. Perempuan juga berhak untuk pintar dan sehat. “Perempuan juga berhak mendapat manfaat-manfaat dari pembangunan. Sebenarnya itu saja,” bebernya.

Pasangan Sudirman Said dalam Pilgub Jateng ini menambahkan, bagaimana perempuan segera keluar dari gelap menuju terang, seperti semangatnya RA Kartini. “Semangat RA Kartini membangun keadilan itu bukan karena dorongan dari teman-temannya dari Belanda. Tapi juga semangat keagaamaan yang dimiliki Kartini,” jelasnya.

Dalam sejarah, kata Ida, RA Kartini pernah berguru kepada Kiai Sholeh Darat, ulama yang juga guru dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), maupun Muhammadiyah. “Dari Kiai Sholeh Darat, Kartini belajar Alquran yang menyebutkan adanya keadilan baik bagi kaum laki-laki maupun perempuan,” terangnya.

Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU ini menyatakan masyarakat Jateng patut bersyukur, provinsi ini memiliki sosok perempuan pejuang perempuan hebat yang selalu memperjuangkan kaumnya, yakni RA Kartini.  “Atas perjuangannya, perempuan yang dulu terpenjara dalam rumah tangga kini statusnya sudah setara. Tak lagi berkutat soal dapur, sumur dan kasur saja, namun sudah bisa menyumbang devisa negara,” ujarnya.

139 tahun yang lalu, Kartini dilahirkan seolah pertanda perempuan Indonesia akan dimakmurkan. Atas dasar itu, Ida mengajak 21 April, tak sekadar menjadi seremoni kegigihan perjuangan Kartini. “Tetapi semangat kegigihannya itulah yang harus kita warisi untuk memperjuangkan kaum perempuan untuk kesejahteraan,” tegasnya.

Ida menambahkan, sebenarnya daya survival perempuan, lebih kuat. Dia mencontohkan usaha mikro, maupun sentra-sentra ekonomi menengah banyak dijalankan kaum perempuan. “Pemerintah tinggal buka akses, sehingga perempuan bisa menjadi soko guru pembangunan, karena potensinya luar biasa,” tambahnya. (fth/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bawa Sabu, Oknum Polisi Ditangkap

SEMARANG - Seorang oknum polisi anggota Polsek Semarang Timur ditangkap aparat Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jateng, Selasa (10/1) lalu. Oknum polisi bernama Bripda...

Dua Rumah Rusak, Jalan Terputus

KAJEN - Hujan deras yang turun lebih 8 jam di Desa Bubak, Kecamatan Kandangserang, Senin (6/2) mengakibatkan bencana longsor yang menimpa dua rumah warga,...

Cek Makanan dengan Bahan Berbahaya

WONOSOBO–Satgas Anti-Mafia Pangan Polres Wonosobo bersama Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan, menemukan makanan mengandung rhodamin pada produk Lanting yang dijual di Pasar Induk setempat....

Siap-Siap Terjebak Macet, Waspadai Mafia Parkir

RADARSEMARANG.COM - Banyak pilihan tempat bagi Anda yang malam ini hendak merayakan malam pergantian tahun. Namun Anda perlu siap-siap terjebak kemacetan lalu lintas. Selain...

Larang Masyarakat Buat Perlintasan Sebidang

SEMARANG–Masyarakat ataupun pengembang perumahan dilarang membuat perlintasan sebidang atau perpotongan dengan jalur Kereta Api (KA) secara sembarangan. Pasalnya saat perjalanan KA menggunakan model double...

Pembuktian Para Jawara Offroad

SEMARANG – Para offroader terbaik Tanah Air dari tim-tim papan atas akan bersaing ketat dalam Kejurnas Super Adventure Offroad Team Seri 1 yang berlangsung...