33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Menapaki Eksotisme Hutan Tapak Tugu

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – KOTA Semarang punya potensi wisata baru. Sebuah kawasan konservasi yang terletak di pelosok Barat Kota Semarang, tepatnya di Desa Tapak, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu memberikan alterinatif tempat berlibur yang tidak jauh dari Kota Semarang.

Lokasi yang dikenal dengan Kawasan Konservasi Eco Eduwisata Tapak Tugu ini berada sekitar dua kilometer dari jalan utama Semarang-Kendal. Setelah melewati Gapura bertuliskan Jalan Tapak Raya, kita masih harus menempuh perjalanan berkelok-kelok sejauh kurang lebih dua kilometer. Jawa Pos Radar Semarang menempuh waktu sekitar 10 hingga 15 menit dari jalan raya Semarang-Kendal menuju kawasan konservasi.

Sesampainya di lokasi, koran ini langsung disambut oleh Eko Nugroho. Dia, adalah satu kawan yang tergabung dalam Komunitas Perkumpulan Pemuda Peduli Lingkungan Tapak (Prenjak). Komunitas ini yang membantu warga sekitar desa Tapak untuk merawat Kawasan Konservasi tersebut.

Eko juga ditemani oleh pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Sutopo. “Mau jalan kaki atau naik perahu? Tapi saran saya sih pakai perahu saja, lebih seru,” tutur Eko menawarkan.

Kami akhirnya memutuskan untuk merasakan sensasi menunggang perahu menyusuri tambak dan hutan mangrove menuju muara. Untuk kelompok satu perahu diisi 10 orang kita harus merogoh kocek Rpr 250 ribu. Harga tersebut, untuk mengganti ongkos operasional perahu nelayan selama kurang lebih 3 hingga 4 jam.

Kawasan konservasi ini memiliki luasan sekitar 664 hektare. Beragam jenis fauna terdapat di kawasan tersebut. Eko mengatakan, usia tanaman mangrove disitu beragam. Bahkan yang paling tua usianya bisa sampai puluhan tahun.

“Karena kami bukan yang mengawali, penanaman mangrove sudah dilakukan nenek moyang sejak tahun 1960-an. Hanya saja mereka tidak tahu sebesar apa manfaatnya. Nah kami ini meneruskan dan merawat yang sudah ada,” ujar Eko.

Menyusuri area pertambakan menggunakan perahu ini memang memiliki sensasi berbeda. Salah satunya adalah ketika perahu membawa kami memasuki terowongan mangrove. Disebut terowongan lantaran bagian ranting dari mangrove yang tumbuh besar di kedua sisi, telah menyatu sehingga membentuk terowongan.

Rindangnya hutan mangrove disini pun mengundang hadirnya sejumlah fauna yang jarang ditemui di daerah perkotaan. Sedikitnya ada 52 jenis burung yang bernaung diteduhnya hutan bakau ini. “Disini ada satu jenis burung yang cukup aneh. Burung kuntul besi, besar sekali bentuknya, bahkan kuat mengangkut orang alias pesawat,” ucap Eko tertawa.

Kawasan konservasi ini memang berdekatan dengan runaway bandara internasional Ahmad Yani Semarang. Pemandangan pesawat lepas landas dan take off menjadi daya tarik tambah untuk wisata ini.“Rencananya, nanti kami akan menambahkan dua gardu pandang. Satu di tengah-tengah hutan mangrove, satu lagi di dekat muara,” imbuhnya.

Setelah puas berkeliling, Eko dan Topo mengajak koran ini untuk bersantai menikmati kuliner andalan disana. Kuliner tersebut adalah Kepiting Saus Tapak dan Udang Masak Tepung.

Kawasan Konservasi Eco Eduwisata Tapak Tugu ini, cocok dijadikan sebagai short gataway atau pelarian singkat dari hiruk-pikuk Kota Semarang. Saat ini, kawasan konservasi ini masih dibuka untuk umum. Belum ada loket untuk penarikan tiket masuk bagi pengunjung. Bagi anda yang tak sempat berlibur padahal sudah suntuk, destinasi ini sangat cocok dijadikan pelarian liburan hemat di akhir pekan anda. (tsa/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

17 Pemain Resmi Bergabung

SEMARANG – Tim PSIS Semarang telah resmi merekrut 17 pemain yang akan dibawa untuk bertarung di kancah kompetisi Divisi Utama 2017. Dengan jumlah tersebut...

PKB Tekankan Ideologisasi dan Politik Branding

DEMAK- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bekerja keras untuk memenangkan P emilu 2019 mendatang. Meski masih lama, namun berbagai upaya dilakukan agar partai besutan para...

Percepat Pembangunan Melalui Sonjo Desa

RADARSEMARANG.COM - Bupati Pekalongan, Kiai Haji Asip Kholbihi, merupakan kepala daerah yang low profile, dengan program-programnya yang aspiratif. Salah satunya, program Sonjo Desa. Sebuah...

Prima Raja Sari Resto Tawarkan Makan di Tengah Tambak

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kota Semarang memiliki sebuah tempat resto yang masakan serta tempatnya sangat istimewa yakni Prima Raja Sari Resto jalan Puri Anjasmoro Blok...

Peruntukan Zakat Fitrah

Pertanyaan : Assalamu'alaikum Wr Wb Bapak Dr KH Ahmad Izzuddin M.Ag yang saya hormati dan dimuliakan Allah. Sebelumnya mohon maaf Pak Kiai. Bagaimana jika hasil...

SDN 2 Sumberejo Optimistis Juara

KENDAL - Kebiasaan hidup bersih dan sehat diterapkan setiap hari bagi seluruh warga sekolah SDN 2 Sumberejo Kaliwungu tak terkecuali bagi para siswanya. Hal...