33 C
Semarang
Kamis, 6 Agustus 2020

Ajak Mahasiswa Kembangkan Potensi Diri

Drs H Kastolani, M.Ag., Ph.D

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM – Pak Olan, nama sapaan dari Kastolani ini cukup populer di kalangan kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Mulai dari office boy, satpam hingga mahasiswa tahu betul dengan pejabat IAIN yang satu ini. Sosok yang low profile dan tidak pandang profesi, serta pandai berkomunikasi dengan semua lapisan warga kampus, membuatnya dikenal.

Kastolani kini menjabat Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan  IAIN Salatiga. Bagi dirinya menjadi bagian dari jabatan pimpinan itu bukan berarti hanya menunggu laporan melainkan harus turun ke lapangan.

Baginya, yang terpenting tahu seluruh seluk beluk kebutuhan kampus dari rektor, para pejabat, dosen, karyawan, satpam, OB hingga mahasiswa, termasuk kebutuhan tamu. Jika semua diketahui, maka menjadi tahu langkah yang akan diambil. “Menjadi wakil pemimpin itu tidak perlu berlama-lama duduk di kursi kantor, yang terpenting adalah turun dan cari permasalahan dengan dialog warga kampus,” ujarnya.

Menurutnya, yang dibutuhkan adalah tanyakan jika ada masalah, apa solusinya berikan mereka ruang untuk berkreasi memecahkan. “Jika belum teratasi maka jadikan persoalan yang ada menjadi bahan rapat dengan pimpinan,” papar Kastolani saat ditemui di ruang kerjanya lantai II kampus 3 IAIN.

Menurutnya, perencanaan menjadi kunci dalam membangun suatu lembaga. Dia kini diberi amanah untuk menduduki Wakil Rektor II oleh Rektor. Jabatan tersebut adalah amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. “Sekecil apapun amanah yang diberikan, kerjakan dengan cara yang luar biasa dan sungguh-sungguh. Kenapa sungguh-sungguh, karena dalam kesungguhan itu sudah pasti ada keikhlasan,” katanya.

Apalagi, posisi tersebut menurut Kastolani merupakan kesempatan untuk mengubah sekian persoalan kampus yang ada. Kekuasaan adalah faktor utama untuk mengubah kekurangan. Dulu ketika belum memiliki wewenang, dia cuma bisa tahu permasalahannya saja. Usul dalam rapat belum tentu diterima, namun sekarang ada kesempatan untuk mengubah hal-hal yang kurang untuk menjadi lebih baik.

Kastolani mencontohkan seorang Rektor di India, setiap hari berkantor di bawah pohon. Hal tersebut dilakukannya untuk mengetahui bagaimana dan apa yang dilakukan warga kampus. Selanjutnya Rektor tersebut mengerti apa kebutuhan kampus dan strategi programnya. Ia mengaku kagum dengan Rektor tersebut. Maka dia juga mempersilahkan bagi semua karyawan dan mahasiswa yang ingin minta tanda tangan atau konsultasi bisa dimana saja, tidak harus di ruang kerja.

“Saya ingin kerja cepat, mereka juga ingin pekerjaannya segera selesai, maka saya bisa ditemui di lobi, di pos satpam, di halaman parkir atau di mana saja saya berada,” terang pria yang akrab dengan awak media ini.

Dengan mahasiswa, Kastolani tidak ada jarak dan dianggap sebagai ayah. Tidak jarang, ia selalu bertanya bagaimana kabar, bagaimana kuliahnya, punya kegiatan apa, dan sudah mulai usaha apa.

“Bagi saya menjadi mahasiswa itu tidak boleh diam di kampus dengan tugas perkuliahan saja. Ada pelajaran lain yang lebih berharga dari sekedar kuliah yaitu mencari jatidiri dan mengembangkan potensi diri. Saya sangat menghargai mahasiswa yang bagus akademiknya, disamping itu memiliki usaha, dan membiayai dirinya sendiri,” ungkapnya.

Tidak hanya bertanya hal-hal pribadi tersebut, Kastolani juga tidak jarang bertanya kepada mahasiswa, apa yang dikeluhkan saat di kampus. Pernah ada mahasiswi yang mengeluh meja sering kotor usai perkuliahan. Selanjutnya dia memberikan tantangan kepada mahasiswi yang menyampaikan keluhan tadi bersama beberapa rekannya untuk membuat gerakan ruang kuliah bersih. Memang kebersihan kelas adalah tugas utama tenaga kebersihan, tapi tenaga kebersihan yang ada tentu tidak akan bisa bertugas seketika itu juga usai jam kuliah. Akhirnya mereka berdiskusi mencaci pemecahan masalah yaitu dengan melakukan kampanye bersih kelas. Eksekusinya dengan sosialisasi tidak meninggalkan sampah di kelas, dengan tulisan dan pengumuman. “Tantangan tersebut meski kecil tapi dampaknya dangat besar, bagi mahasiswa dan kampus,” ujarnya membeberkan.

Hal yang dianggap sepele tersebutlah yang dinilai Kastolani sebagai sesuatu yang detail. Jika ingin sesuatu yang lebih maka menurutnya harus  berpikir out of the box. (dhinar sasongko/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

10 Kecamatan Layani Pembuatan Kartu Kuning

UNGARAN–Guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, Pemkab Semarang membuka 10 outlet pembuatan kartu kuning (AK-1) di 10 kecamatan. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Soemardjito mengatakan kesemua...

PTUN Tolak Gugatan Pedagang Pasar Kobong

SEMARANG-Majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang menolak secara keseluruhan gugatan pedagang Pasar Ikan Rejomulyo (Pasar Kobong) Semarang yang melawan Dinas Perdagangan Kota...

TMMD Sengkuyung Resmi Ditutup

DEMAK - Kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap 1 tahun 2017 yang dilakukan Kodim 0716 Demak di Desa Jungpasir, Kecamatan Wedung resmi ditutup. Penutupan dihadiri Bupati...

Selalu Terapkan Kedisiplinan

KENDAL - Kedisiplinan merupakan salah satu faktor penting untuk menghasilkan suatu kinerja baik. Hal inilah yang diterapkan dilingkungan pendidikan SD Negeri Magersari Kecamatan Patebon...

Jadikan Hutan Sebagai Pusat Pembelajaran

KECINTAANNYA terhadap alam, membuat Hirsalanov Garbashanty getol mengkampanyekan cinta lingkungan. Tidak sekadar teori, Hirsa, sapaan akrabnya, melakukan aksi nyata dengan mengajak anak-anak belajar di...

Sepeda Hias Menjamur, Harusnya Pemkot Menata

TAMAN Kota, Simpang Lima Semarang disalahgunakan untuk bisnis jasa persewaan wahana permainan seperti motor trail mini, mobil mini, sepeda-becak hias, dan lain-lain. Akibatnya, fasilitas publik...