33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Sisakan Masalah Pendidikan Anak

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebagian warga Tambakrejo terdampak proyek normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) menerima kunci Rumah susun sistem sewa (Rusunawa) Kudu, Jumat (20/4). Mereka sudah bisa menempati Rusunawa setelah memindahkan barang-barang.

Meskipun demikian, hingga kini anak-anak belum dipindahkan dari sekolah lama. Mereka meminta pemerintah membantu pengurusan kepindahan sekolah anak-anak dan surat kependudukan lainnya.

”Untuk yang sekolah itu saya rasa paling penting. Sebab saya ingin anak saya bisa mapan, kesehatan dan pendidikan terjamin,” ujar Hendi, salah seorang warga baru Rusunawa Kudu.

Sementara itu, mengenai fasilitas Rusunawa, ia menilai sudah cukup bagus. Hanya saja, kamar miliknya dan satu kamar lainnya aliran listriknya sedikit mengalami gangguan. ”Itu saja sih, listriknya nggak bisa. Yang lainnya tidak ada persoalan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator pemohon Rusunawa Kudu, Imam, mengatakan, sebagian warga Tambakrejo mengapresiasi upaya Pemkot Semarang. Ia menilai fasilitas yang diberikan cukup bagus. Setiap Rusun yang diterima dilengkapi dua kamar dengan dua tempat tidur, satu bertingkat dan satu biasa. Selain itu juga terdapat dua lemari, satu set kursi tamu dan meja makan. ”Tidak seperti yang dibayangkan. Ini siap ditempati, tinggal memindahkan barang-barang saja,” ujarnya saat menunjukkan isi Rusun yang ia tempati.

Imam meminta kepada pemerintah agar beberapa warga yang belum terdata bisa segera mendapatkan Rusunawa. ”Ada beberapa yang nggak masuk data, ini saya harap bisa segera selesai,” ujarnya.

Sejumlah penduduk baru Rusunawa Kudu mengaku tidak khawatir dengan pekerjaan mereka setelah pindah ke Rusunawa. Mereka akan menyesuaikan dengan pekerjaan di darat selama satu tahun ini. Karena memang satu tahun penempatan, mereka tidak ditarik biaya oleh pemerintah. ”Dijalani saja dulu. Yang penting ada tempat dulu,” ujar Agus, salah seorang warga yang bhari itu juga mendapatkan kunci.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang, Muthohar, akan membantu warga Rusunawa Kudu jika menghadapi kesulitan mengurus kepindahan sekolah anak mereka. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan mengenai hal ini. ”Saya sampaikan kepada Camat Genuk dan Lurah Kudu juga untuk dibantu. Jangan sampai mereka kesulitan,” ujarnya.

Mengenai sejumlah kendala listrik, pihaknya kan segera memerintahkan untuk diperbaiki. Koordinasi terus dilakukan untuk menjamin kenyamanan penghuni Rusunawa Kudu. (sga/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

72 Gerobak Parkir di Kantor Bupati

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Pedagang Kaki Lima (PKL) kuliner di Alun-alun menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Wonosobo, Senin (13/8). Mereka meminta agar...

Bisnis Ritel Bersaing dengan Online

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Perkembangan belanja online mulai memberikan imbas pada bisnis ritel modern. Menghadapi persaingan ini, pusat perbelanjaan modern di Magelang memperbanyak event untuk...

Sulap Barang Bekas Jadi Alat Musik Keren

Perkusi merupakan alat musik yang akan menghasilkan suara dengan cara dipukul, ditabuh, dan digoyang, baik dengan tangan kosong ataupun menggunakan barang-barang yang sudah tidak...

Jadi MC Lebih Menantang

BAGI Poppy Monica menjadi master of ceremony (MC) lebih menantang ketimbang menjadi model. Ya, dara yang akrab disapa Poppy ini sempat menjalani dua pekerjaan,...

Jual Wisata Sumbing Lewat  Rejeban

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Ratusan pengunjung, baik warga Temanggung maupun warga luar kota berbondong-bondong ke lereng Gunung Sumbing Dusun Cepit Desa Pagergunung Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung,  Jumat...

Warna-Warni Nusantara

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Hari Kartini diperingati SMAN 1 Pringsurat Temanggung dengan berbagai kegiatan yang menarik selama 2 hari. Tidak sekadar mengenakan pakaian adat, namun...