31 C
Semarang
Sabtu, 28 November 2020

Pengedar Sasar Pelajar

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pengedar pil koplo diringkus petugas Polsek Gajahmungkur, di Jalan Papandayan, Semarang, Selasa (17/4) lalu. Tersangka bernama Dwi Fitriono, 38, warga Tegalsari, Kecamatan Candisari, Semarang. Dari tangan pelaku, petugas menyita 41 butir pil koplo berlogo Y.

Meski petugas Reskrim Polsek Gajahmungkur hanya menyita puluhan butir saja, belakangan diketahui tersangka mengaku telah mengedarkan hampir 2.000 butir pil Y.

Sementara, Kapolsek Gajahmungkur AKP Rochana Sulistyaningrum menyebut bahwa tersangka menjual pil Y tersebut dalam bentuk paket yang dibungkus klip transparan.

“Satu klip berisi 10 butir dijual seharga Rp 20 ribu. Hasil pemeriksaan, tersangka mengaku sudah menjual ribuan pil,” terang AKP Rochana, Jumat (20/4).

Selain itu, pihaknya juga menyita uang sejumlah Rp 300 ribu diyakini sebagai hasil transaksi penjualan pill Y dan sebuah handphone milik tersangka. Dijelaskan, handphone tersebut yang digunakan oleh pelaku untuk bertransaksi dengan bandar melalui media sosial Facebook.

“Bandarnya ini DN, masih buron. Kami masih menyelidiki lebih lanjut dan merekam jejak histori chat tersangka dengan DN hingga saat ini,” katanya.

Tersangka mengaku telah menjadi pengedar pil tersebut selama tiga bulan. Tersangka mengaku menjualnya kepada pelajar.

Atas kasus ini, Dwi akan dijerat pasal 196 UU nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan karena mengedarkan sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan yang tidak memiliki izin dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara. (tsa/zal)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...