33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Membangun Komunikasi Keluarga, Wajib Makan Bersama

Hj Hindun, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Meski bagaimana pun, saya tetap seorang perempuan dan seorang ibu yang mempunyai tanggung jawab besar dalam sebuah keluarga.

RADARSEMARANG.COM – Di balik moncernya karier politik Hj HIndun, ia tetaplah seorang perempuan. Seorang suami, juga seorang ibu bagi keempat anaknya. Karena itu, di tengah kesibukannya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, perempuan bersahaja ini tetap mengutamakan komunikasi dan kebersamaan dengan keluarga.

HAJJAH Hindun mengakui, waktunya tidak banyak untuk selalu bisa bersama suami dan empat anaknya. Sang suami, H. Imronudin, berdinas di Kementerian Departemen Agama Kabupaten Pekalongan. Berangkat kerja pagi, pulang sore hari. Sedangkan keempat anaknya, menempuh pendidikan di luar kota.

Sulung Zidna Akamala Dewi, 22, tengah menyelesaikan S2-nya di UGM Jogjakarta. Sedangkan putri keduanya, Rosalia Kusuma Dewi, masih berkuliah di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) semester 7, jurusan Fakultas Kedokteran. Putri ketiga Hj Hindun, Adila Nahdiana Dewi, masih berstatus pelajar SMA Negeri 1 Kota Pekalongan (kelas XI). Meski bersekolah di Kota Pekalongan, namun Adila harus menetap di Pondok Pesantren di kota yang sama. Nah, si bontot, Sabzidan Tamama, bersekolah di sebuah tsanawiyah di Pati.

Meski tidak selalu bertemu dan bersama, toh komunikasi tetap terjalin. Sesibuk apapun, anak-anaknya tetap memberikan kabar. Dengan begitu, jalinan kekeluargaan tetap erat terjaga. “Kalau pas kumpul bersama, makan bersama di rumah merupakan agenda wajib. Utamanya, saat sarapan sebelum semua anggota keluarga melakukan kegiatan masing-masing,” tutur Hj.Hindun yang menempati rumah di Desa Karangjati, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.

Hj. Hindun bersyukur, kariernya sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten Pekalongan sejak 2004 hingga sekarang, mendapat dukungan penuh dan pengertian yang luar biasa dari keluarga besarnya. Karena itu, ia merasa nyaman untuk berkarier di jalur politik hingga menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, periode 2014 – 20019.

“Tanpa dukungan dan pengertian dari keluarga—terutama anak-anak dan suami— saya tidak mungkin bisa berkarier seperti ini. Meski bagaimana pun, saya tetap seorang perempuan dan seorang ibu yang mempunyai tanggung jawab besar dalam sebuah keluarga,” kata Hj. Hindun.

Hindun bercerita, semua anaknya, selepas i SD, wajib mondok di pesantren, baik di Kabupaten Pekalongan maupun luar kota. Hal itu dilakukan untuk memperkuat dasar pendidikan agama, serta agar si anak belajar mandiri. “Mereka harus mendiri sejak dini. Khususnya untuk pendidikan agama, harus ditanamkan sejak dini, yakni dengan belajar agama di pondok pesantren.” (taufik.hidayat/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

8.815 Jiwa Jadi Korban Lakalantas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Angka kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) selama setahun terakhir sangat tinggi. Berdasar data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tahun 2017 tercatat 39.300 korban jiwa. Ada 5...

Dies Natalis Unisbank, Ruth Sahanaya Memukau

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Salah satu diva Indonesia, Ruth Sahanaya sukses membangkitkan kenangan alumnus Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang, dalam puncak acara Dies Natalis Unisbank ke-50, Sabtu malam...

Basuh Kaki Ibu sebagai Ungkapan Rasa Cinta

RADARSEMARANG.COM - Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa cinta mereka kepada ibu. Ungkapan cinta yang tulus membuat para ibu menangis. Seperti...

Pembiayaan Kendaraan Bermotor Tumbuh Signifikan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pembiayaan kendaraan bermotor sepanjang kuartal pertama tahun 2018 ini, tumbuh signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Seiring dengan kondisi ekonomi yang mulai membaik. Direktur...

Pengurus PKK Samakan Persepsi

SALATIGA -Menjelang akhir tahun 2017, seluruh pengurus TP PKK Kota Salatiga baik di tingkat kota, kecamatan dan kelurahan menyamakan persepsi dan sinkronisasi program kerja...

Pelayanan SIM Bertema Perjuangan

WONOSOBO–Berbagai upaya dilakukan Satlantas Polres Wonosobo dalam memaknai kemerdekaan Indonesia ke-72 tahun ini. Setelah mengenakan atribut merah putih jelang Hari Kemerdekaan, pada Jumat (18/8)...