33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

John Richard Tawarkan Perdamaian TITD 

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kuasa hukum Pembina Tempat Ibadah Tri Dharma Grajen (TITD) Grajen Semarang, Edhi Setiawan, John Richard Latuihamallo, tawarkan perdamaian antara kubu kliennya dengan Djohan Gondo Kusumo terkait polemik pengelolaan TITD Grajen Semarang.

“Saran saya sebaiknya kedua kubu berdamai, memberikan kesempatan yang muda-muda atau orang yang dianggap mampu mengelola oleh kedua kubu, untuk melanjutkan kepengurusan TITD Grajen,” kata John Richard Latuihamallo saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (20/4).

John juga berharap pihak ketiga,  baik dari pemerintah maupun pihak lainnya,  berdiri di luar perseteruan kedua kubu dan tidak memihak salah satu kubu. Sebaliknya kedua kubu saling jujur apa adanya, yang semata-mata untuk kepentingan umat dan agamanya, maka keduanya perlu duduk bersama mencari solusi penyelesaian.

“Solusi lain, untuk masing-masing pihak mengenai penggunaan semua aset yayasan,  dilaporkan secara terbuka untuk umat,  dan saling menerima apa adanya,  kalau ada kurang dan lebih diselesaikan secara kekeluargaan,” sebutnya.

Ia menyatakan perlu memberikan penjelasan tersebut, karena dirinya ikut diseret terkait polemik kedua kubu, yakni tentang pengunaan uang yayasan sebesar Rp 15 juta untuk membayar fee atau jasa advokat yang tidak lain adalah kantor advokatnya. Namun ia bangga, akhirnya putusan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) sudah membuktikan bahwa pengunaan uang tersebut sudah sesuai prosedur, yang dilaksnakan baik oleh pembina dan pengurus TITD Grajen, sehingga MA mengabulkan gugatannya.

“Kami mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) tujuan agar para pihak berhati-hati dalam melaporkan seseorang dikepolisian, jadi secara hukum apabila tidak memiliki dasar hukum yang kuat, jangan coba-coba. Apalagi kasus tersebut indikasi keperdatanya lebih kuat, hal itu berbeda dengan kasus korupsi,”jelasnya.

Ia menyebutkan, dengan sengketa yang diperkarakan oleh kedua belah pihak terkait pengelolaan TITD Grajen tersebut,  tentunya membuat umat bisa menilai, kepengurusan kedua kubu ada yang tidak beres dalam pengelolaanya.

Kuasa hukum Djohan Gondo, Evarisan menyatakan, bahwa uang Rp 15 juta digunakan untuk kepentingan yayasan adalah tidak benar. Ia menyebutkan, sebagai dasar hukumnya, AD TITD Grajen dan Akta Nomor 44 tanggal 25 Agustus 2009 Pasal 2 dan Pasal 3 bahwa maksud dan tujuan didirikannya yayasan adalah di bidang keagamaan. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hampir Pensiun, Baru Dilantik PNS

WONOSOBO - Lima pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Wonosobo resmi dilantik sebagai PNSdi gedung serba guna Kankemenag, Jumat (19/5). Kelimanya adalah pegawai...

Taksi Online Marak, Penjualan Terdongkrak

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Toyota Nasmoco Magelang mencatat penjualan positif di triwulan pertama 2018. Belum genap bulan Maret habis, telah berhasil menjual sekitar 300-an unit...

Jumlah Pemilih Turun 6.497

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batang resmi menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pilgub Jateng sebanyak 588.311 orang. Sebelumnya KPU menyaring DPS sebanyak 594.808...

Kolaborasi Majukan UMKM

MAGELANG - Sekda Kota Magelang Sugiharto mendukung langkah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang dan Kabupaten Kebumen berkolaborasi untuk memajukan usaha mikro kecil...

Harga Kucing dalam Karung Semakin Mahal

RADARSEMARANG.COM - SUDAH seminggu ini bakal calon legislatif diumumkan. Masyarakat diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan. Namun, di mana-mana tanggapan itu minim. Bahkan, di sebagian...

10 Warga Terima Ganti Rugi Lahan Bendungan

KAJEN-Sepuluh warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Minggu (30/4) kemarin, di Kantor Balaidesa Mulyorejo, menerima uang ganti rugi lahan yang digunakan untuk pembangunan...