33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Bupati Mirna: Kartini adalah Perempuan yang Tak Lupa Kodratnya

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Kartini adalah inspirasi wanita yang paham kodratnya dan berkontribusi membangun bangsa.

Mirna Annisa
Mirna Annisa

“Kartini masa kini, bukanlah perempuan yang  unggul dari laki-laki. Melain perempuan yang sadar akan kodratnya di tengah-tengah kesibukan kariernya di zaman kesetaraan gender,” kata Bupati Kendal, Mirna Anissa.

RADARSEMARANG.COM – BUPATI Mirna mengakui, memang sulit a menjalani kodrat dengan kareir secara seimbang. Sebab, saat perempuan melangkah ke karier profesional, maka mau tidak mau, kodrat sebagai perempuan akan banyak yang terlangkahi.

Kodrat perempuan di sini, perempuan sebagai istri yang merawat dan menjaga suami, melahirkan anak, dan menjadi ibu bagi anak-anaknya. Kemudian, mendidik, merawat, dan membesarkan anak-anaknya. Menurut Mirna, Kartini adalah inspirasi wanita yang paham kodratnya dan berkontribusi membangun bangsa.

Kata Bupati Mirna, perempuan, sesuai asal katanyanya: ‘empu’, yakni orang yang ahli dalam memuliakan, mendidik, mengasuh, dan membimbing orang lain. Peran perempuan dituntut mengajarkan kasih sayang, budi pekerti yang luhur, serta kejujuran dan sebagainya.

Itulah yang menurut istri dari Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Ferry Sandy Sitepu itu, harus diperhatikan oleh perempuan sekarang, sebelum melangkah ke karier profesional. “Tantangan ini yang harus bisa ditaklukkan. Jadi, bagaimana bisa berkarier, tapi tidak lupa akan kodratnya sebagai perempuan,” tutur Mirna.

Mirna mencontohkan dirinya sendiri setelah menjabat Bupati Kendal. Dulu, sebelum menjadi bupati, Mirna mengaku hampir setiap pagi bisa membuatkan dan makan pagi bareng anak-anaknya. “Sekarang ini, paling banter sebulan sekali. Itu saja belum tentu,” kata ibu dua anak ini.

Bupati Mirna mangaku, awal-awal menjabat sebagai orang nomor wahid di Kendal, waktu bersama anak-anaknya hampir tidak ada. Sehingga tidak jarang anak-anaknya marah dan ngambek. “Ngambeknya anak-anak, karena merasa kurang diperhatikan dan tidak ditemenin,” kata perempuan yang akrab disapa Mbak Mirna itu.

Namun, akhirnya ia menyadari bahwa bagaimanapun ia adalah seorang ibu yang harus merawat, mendidik, membimbing, dan membesarkan anak. Akhirnya, sebisa mungkin Mirna harus bisa membagi waktu dengan keluarga. “Sekarang ini, di sela saya kerja saya, sempat-sempatin untuk ketemu dengan anak-anak, walaupun barang beberapa menit saja,” tuturnya.

Tapi, setidaknya dengan beberapa menit itu, dua anaknya merasakan bahwa ibunya akan selalu ada di sampingnya untuk menjaga, mendidik, membimbing, dan membesarkannya.  Dua anaknya, yakni: Kee Abyansyah Sitepu dan Calanta Rafanda Sitepu. Keduanya, akhir-akhir ini kerap menemani Mirna saat bekerja.  “Ya, kadang jika memungkinkan untuk mengajak anak saat kerja, saya ajak mereka. Kalau tidak, ya saya yang mengalah untuk menemui mereka, meski satu dua menit,”  katanya.

Intinya, lanjut Mirna, ia  harus terus menjaga komunikasi dan saling pengertian. Ketika  jauh dari keluarga, Mirna  tak lupa selalu menyapa kedua buah hatinya melalui video call. “Selalu meminta maaf kepada keduanya. Maafin bunda itu selalu. Tapi, dengan begitu lama-lama mereka jadi mengerti,” jelasnya. Mirna beruntung memiliki suami dan anak-anak yang pengertian. Suaminya,  Ferry Sandy Sitepu, tidak pernah protes. Apalagi marah, karena kurangnya waktu untuk bersama.

“Mas Ferry (sapaan kepada suaminya, Red) sangat pengertian. Dia memahami, karena kita sama-sama berkarier. Dia juga justru membantu saya memberikan pengertian kepada anak-anak.”

Meski sebagai ibu dan bupati, Mirna terhitung sukses. Terbukti, di Kendal, selama ia memimpin, banyak prestasi yang diraih. Mulai  peningkatan Pendapat Asli Daerah (PAD) Kendal yang mencapai 200 persen.  Juga pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang mulai dirasakan oleh warga Kendal.

Bahkan, di dua tahun kepemimpinannya, pada 2017, Mirna berhasil membawa Kendal meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Predikat yang selama 15 tahun tidak pernah diraih Kabupaten Kendal.

Sekarang ini, Bupati Mirna juga mulai menggerakkan ekonomi berkonsep  ekonomi kerakyatan. Konkretnya, membangun BUMDes, peningkatan UKM, dan koperasi. Selain itu, menggerakkan wisata Kendal dengan menciptakan  desa wisata, serta prestasi lainnya. Sinergitas laki-laki dan perempuan, terlihat dari kesuksesan Mirna dalam memimpin pembangunan Kendal saat ini.Dengan sosoknya yang keibuan dan  pandai bersahabat, membuat Bupati Mirna dicintai oleh bawahan maupun masyarakat Kendal. Figur ramah namun tegas ini, juga membuat komunikasi yang dirasa nyaman oleh pegawai Pemkab dan masyarakat. (budi.setiawan/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bangun Miniatur Masjid Kapal di Lobi Hotel

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Masjid Kapal di Jalan Kiai Padak, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, sempat menjadi objek wisata yang viral di sosial media. Bangunan yang...

Penerjun Kopassus Ditemukan Tewas

SEMARANG – Seorang penerjun anggota Korp Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Satuan 81 Gultor Cijantung Jakarta Timur yang hilang di perairan laut Jawa sekitar Pelabuhan...

Stan Persipda Ramai Pengunjung

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Stan milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang ikut dalam Salatiga Ekspo di lapangan Pancasila, merupakan salah satu dari 120 stan yang...

Kali Nobo Tercemar Limbah

SALATIGA-Sejumlah sungai di perbatasan Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga diduga tercemar. Air di Kali Nobo, Kali Jetis, Kali Patemon, Kali Sanjaya hingga Kali Suruh...

Hujan Abu Guyur Dukun

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Letusan freatik Gunung Merapi kembali terjadi, Rabu (23/5) sekitar pukul 03.31 WIB. Akibat letusan freatik Merapi tersebut, sedikitnya 7 desa di...

BPSMB Harus Sentuh Industri Kecil

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD meminta agar Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) bisa menyentuh industri kecil. Dengan begitu, produk Industri Kecil Menengah (IKM)...