Bahasa Jawa itu Keren

spot_img

RADARSEMARANG.COM – BERDASARKAN data Wikipedia, Bahasa Jawa digunakan oleh 85 juta orang di dunia. Kalau diperingkatkan, penutur bahasa Jawa menduduki peringkat 12 dunia di bawah bahasa Jerman pada peringkat 11.

Menurut pakar linguistik Universitas Indonesia, Tim ahli Komisi III DPD RI, Profesor Multamia Retno Mayekti Tawangsih Lauder,  ada 13 bahasa daerah yang jumlah penuturnya lebih dari 1 juta orang. Ke-13 bahasa daerah itu adalah Aceh, Batak, Minangkabau, Rejang, Lampung, Sunda, Melayu, Jawa, Madura, Bali, Sasak, Makassar, dan Bugis. Dari ke-13 bahasa daerah tersebut,  Bahasa Jawa masih menduduki peringkat teratas dengan 84 juta penutur, satu tingkat di atas Bahasa Sunda yang mempunyai penutur sebanyak 34 juta dan Bahasa Madura berjumlah 13 juta.

Tanpa mengesampingkan penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, Bahasa Jawa merupakan bahasa dengan penutur paling banyak di Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bahwa Bahasa Jawa tetap digunakan berdampingan dengan Bahasa Indonesia dan bahasa asing. Di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Jogjakarta dan Jawa Timur ada pelajaran khusus muatan lokal provinsi, yaitu Bahasa Jawa untuk siswa tingkat pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Di samping ada kurikulum khusus, pada  satu hari tertentu dalam seminggu diadakan Javanesse day, baik di sekolah maupun di instansi pemerintah. Masing-masing pemerintah provinsi mengeluarkan payung hukum terhadap pengembangan bahasa dan budaya Jawa melalui peraturan daerah maupun peraturan gubernur.

Baca juga:   Petikan Teks Novel Sukses dengan Metode Snowball Throwing

Bahasa Jawa mempunyai lambang bahasa yang diwujudkan dalam huruf dan angka Jawa. Begitu juga seni dan budayanya yang telah diakui oleh dunia. Hal tersebut yang membuat Bahasa Jawa makin keren. Pengertian keren yang akan dibahas pada tulisan ini adalah akronim kata yang diwujudkan dalam komunikatif, elegan,  rekreatif, edukatif, nggak ada matinya.

Komunikatif, sangat mudah dipahami sehingga pesan yang disampaikannya dapat diterima dengan baik. Bahasa Jawa memberikan keleluasaan pemilihan ragam ngoko dan kramauntuk penuturnya. Misalnya ngoko dengan ngoko untuk orang yang seusia, dan ngoko dengan krama untuk orang yang beda usia atau lebih tua.

Elegan, elok, rapi. Naskah-naskah Jawa yang ditulis dengan aksara dan bahasa Jawa ditulis dengan rapi, penuh kesabaran dan kedisiplinan. Kurikulum Bahasa Jawa juga memuat kompetensi dasar menulis paragraf berhuruf Jawa. Hal ini  menunjukkan bahwa para siswa di kelas diajarkan kerapian, kesabaran dan ketelitian dalam menulis.

Rekreatif, sesuatu yang menggembirakan hati dan menyegarkan dan menghibur. Banyak tembang dan lagu berbahasa Jawa baik karya lama mupun karya masa kini yang berkumandang di radio-radio, televisi bahkan dapat diunduh secara daring di internet. Tembang-tembang Jawa juga digunakan dalam upacara adat seperti khitanan, pernikahan, peringatan-peringatan.

Baca juga:   Pemahaman Karakter dan Tokoh Wayang Ramayana Lebih Asyik dengan Kuis Kahoot

Edukatif, berkenaan dengan pendidikan. Dengan digunakannya Bahasa Jawa di lingkungan pendidikan dasar sampai menengah, adalah wujud nyata bahwa bahasa Jawa relevan dan masih cocok digunakan untuk mendidik siswa.

Nggak ada matinya, menurut Peneliti bahasa dari Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Adi Budiwiyanto, Bahasa Jawa merupakan bahasa yang memiliki kontribusi terbesar terhadap pengembangan kosakata nasional, yang mencapai 30,54 persen. Di samping itu banyak sekali istilah dalam bahasa Jawa yang khas dan tidak bisa diterjemahkan ke dalam bahasa manapun.

Bardasarkan pembahasan di atas, pengembangan Bahasa Jawa yang keren, sebaiknya dilaksanakan di sekolah dan di rumah. Di sekolah agar diimplementasikan dengan pembiasaan dan ekstrakurikuler. Guru selayaknya memberikan keteladanan yang baik dalam bertutur kata Jawa maupun bertindak sesuai dengan etika budaya Jawa. Di rumah, sebaiknya orang tua juga membiasakan menggunakan Bahasa Jawa dengan ragam yang sesuai sehingga tercipta keselarasan antara pembelajaran Bahasa Jawa di sekolah dan aplikasinya di rumah. Bahasa Jawa yang keren akan selalu berkembang jika semua pihak saling mendukung. Jika sudah terjalin kerjasama yang baik. Bahasa Jawa akan selalu keren. (igi1/aro)

Guru SMP Negeri 3 Salatiga

Author

Populer

Lainnya