Strategi Pembelajaran Tingkatkan Prestasi Siswa

  • Bagikan
Oleh : Sukini, S.Pd
Oleh : Sukini, S.Pd

RADARSEMARANG.COM – KEMAMPUAN yang harus dimiliki guru yaitu bagaimana merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan kompetensi yang akan dicapai. Sehingga strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Menetapkan strategi pembelajaran yaitu tujuan utama guru, agar siswa dapat belajar lebih mudah. Belajar maksudnya proses pengalaman sendiri yang berkembang secara bertahap dari yang sederhana menuju yang kompleks, sehingga belajar tidak dapat sekaligus, akan tetapi sesuai dengan irama kemampuan siswa.

Setiap anak mempunyai gaya belajar yang berbeda. Ada 3 tipe gaya dalam belajar siswa yaitu tipe visual, auditorial dan kinestetis. Tipe visual adalah gaya belajar dengan cara melihat, maksutnya siswa akan lebih cepat belajar dengan menggunakan indra penglihatannya. Tipe auditorial adalah tipe belajar dengan menggunakan alat pendengarannya. Tipe kinestetis adalah tipe belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh. Dari semua tipe tersebut supaya dapat mencapai prestasi belajar.

Proses belajar dapat diketahui melalui evaluasi. Evaluasi dalam pendidikan mempunyai arti yang sangat penting, karena evaluasi dapat diketahui sejauh mana penguasaan dan kemampuan siswa dalam mempelajari materi pelajaran yang telah dicapai juga memberikan motivasi kepada siswa untuk lebih meningkatkan aktivitas belajarnya, sehingga dapat dicapai prestasi yang lebih baik, prestasi dapat dicapai berdasarkan perbuatan atau aktifitas yang telah dilakukan manusia sesuai dengan apa yang diharapkan atau yang diinginkannya. Sehingga apabila perbuatan yang telah dilakukan tercapai, maka akan timbul rasa puas dan bangga. Sebaliknya apabila tidak dapat dicapai pasti ada perasaan kecewa dan sedih.

Prestasi belajar bisa dikembangkan dalam penguasaan pengetahuan atau ketrampilan pada mata pelajaran, yang dibuktikan dalam bentuk nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru, yang mempengaruhi prestasi belajar siswa antara lain, kesadaran akan tanggung jawab belajar, cara belajar yang efisien, terpenuhinya syarat yang diperlukan.

Belajar juga proses pemecahan masalah, sebab dengan pemecahan masalah anak akan berkembang secara utuh dan bukan hanya berkembang intelektual saja, akan tetapi juga mental dan emosi. Kemampuan belajar akan sangat ditentukan oleh perkembangan dan pengalaman siswa. Dengan demikian, peran guru bukanlah sebagai instrutur atau penguasa yang memaksakan kehendak, melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka bias belajar sesuai dengan tahap perkembangannya. Karena setiap anak memiliki kecenderungan untuk belajar hal-hal yang baru dan penuh tantangan, mencoba hal yang dianggap aneh dan baru. Guru diharapkan bisa membantu dan mempermudah agar setiap siswa mampu menemukan keterkaitan antara pengalaman baru dengan pengalaman sebelumnya.

Seseorang yang ingin memperoleh prestasi belajar yang baik harus mempunyai kemauan, motivasi, ketekunan, serta tekad untuk mencapai cita-cita yang tinggi. Di samping itu supaya proses belajar mengajarnya lancar, harus sehat jasmani, sehat rohani, lingkungan tenang, dan tempat belajar yang menyenangkan. Pihak sekolah juga diharapkan lebih meningkatkan sarana dan prasarana, berupa penyediaan media pengajaran yang memadahi, sehingga pelaksanaan belajar akan lebih efektif dan efisien. Bagi pihak pemerintah diharapkan melakukan kegiatan pelatihan, seminar pendidikan dan pembelajaran guna peningkatan kompetensi guru dalam mengajar. (tj/8-2/ida)

*) Guru SMP 10 Semarang

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *