31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Usul Sunan Kuning Jadi Wisata Religi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rencana penutupan Resosialisasi Argorejo atau Lokalisasi Sunan Kuning (SK) mendapat tanggapan dari DPRD Kota Semarang. Komisi D meminta Pemkot Semarang untuk mempersiapkan secara matang atas rencana penutupan lokalisasi terbesar di Kota Semarang.

Mereka menilai lebih tepatnya bukan penutupan lokalisasi, tetapi alihfungsi kawasan. “Pemkot Semarang menginginkan penghilangan praktik prostitusi dan bisnis ilegal seperti pengelolaan tempat hiburan karaoke, bukan kegiatan ekonominya. Selayaknya, kegiatan ekonomi seperti rumah makan, warung kelontong dan lain-lain tetap dikembangkan,” kata Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Laser Narindro, Jumat (20/4).

Dia mengusulkan kawasan Resosialisasi Argorejo dialihfungsikan sebagai kawasan wisata religi dan kuliner. Sebab, kawasan tersebut memiliki potensi berupa situs budaya berupa makam Sun An Ing. “Sehingga ekonomi berbasis masyarakat, tetap berkembang,” kata Laser.

Laser mendukung langkah Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang, bukan menutup total lokalisasi SK. Tetapi alihfungsi kawasan. Rencana ini menindaklanjuti instruksi Menteri Sosial yang tertuang dalam Peraturan Menteri Sosial (Permensos) terkait penutupan lokalisasi di Indonesia yang ditarget sampai 2019.

“Tidak hanya Argorejo, tetapi juga Lokalisasi Gambilangu di perbatasan Mangkang dan Kaliwungu Kendal. Kami berharap, Pemkot Semarang bekerjasama dengan Pemkab Kendal,” katanya.

Meski demikian, lanjut Laser, mengenai strategi pengalihanfungsi Resosialisasi Argorejo dan Gambilangu ini hingga sekarang masih dalam proses kajian Dinsos dan Bappeda Kota Semarang.

“Kami juga telah koordinasi dengan Kemensos. Mereka siap memasilitasi alihfungsi tersebut. Mulai dari tahap perencanaan, sosilisasi hingga tahap pelaksanaan,” ujarnya.

Kajian tersebut, lanjut Laser, mangurai dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang terjadi di lokasi tersebut. Melakukan edukasi, pelatihan keterampilan, wirausaha, terhadap para pekerja seks. Termasuk bagaimana mengantisipasi agar permasalahan HIV AIDS tidak menyebar.

“Yang terpenting, bagaimana pemanfaatan kawasan tersebut setelah dilakukan penutupan. Harapannya, tentu saja ada solusi jangka panjang. Bukan hanya sekadar jangka pendek,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Tommy Y Said, menargetkan, Resosialisasi Argorejo ditutup akhir 2018. Hal itu menjadi desakan dari Kementerian Sosial yang menargetkan 2019 di setiap kabupaten/kota di Indonesia bebas dari praktik prostitusi.

“Kami telah melakukan tahapan-tahapan untuk menuju penutupan tersebut. Di antaranya, melakukan pelatihan-pelatihan wirausaha maupun keterampilan bagi para penghuni. Kami minta semua pihak yang berkaitan dengan Argorejo bisa legawa,” ujarnya.

Dijelaskannya, konsep penutupan Resosialisasi Argorejo tidak serta merta mematikan aktivitas di sana. Tetapi akan diubah menjadi tempat yang lebih produktif dan positif. “Misalnya menjadi pusat wisata kuliner. Prinsipnya tempat itu nantinya digunakan sebagai aktivitas positif dan produktif,” katanya.  (amu/aro)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here