Tingkatkan Pemahaman pada Obat

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Minimnya pengetahuan masyarakat tentang jenis obat serta cara pengelolaannya mendorong dosen UM Magelang untuk mengadakan penyuluhan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat). Kegiatan tersebut merupakan Program Kemitraan Universitas (PKU) yang dilakukan oleh dua dosen Farmasi yakni Fitriana Yuliastuti MSc Apt dan Widarika Santi Hapsari MSc Apt serta seorang dosen PGSD Tria Mardiana MPd.

Ketua kelompok Fitriana Yuliastuti atau yang biasa disapa Fitri mengatakan, Gema Cermat merupakan kegiatan bersama pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan benar. “Selain instansi pemerintahan, ada beberapa elemen yang dilibatkan, antara lain organisasi profesi kesehatan, institusi pendidikan, organisasi kepemudaan serta ibu-ibu yang tergabung dalam Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK),” ujar Fitri.

Ia menjelaskan, penyuluhan di lingkungan pendidikan melibatkan guru SD di lingkungan Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang. Puluhan guru SD diundang ke Fikes untuk diberikan pengetahuan tentang jenis dan kegunaan obat yang banyak digunakan di masyarakat, termasuk aturan meminum obat sesuai ketentuan. “Selama ini pemahaman masyarakat bahwa obat diminum tiga kali sehari berarti dilakukan pada pagi, siang, dan sore tanpa batasan waktu minimal. Padahal bila aturan meminum obat tiga kali maka pengulangannya dilakukan tiap 8 jam sekali. Jadi misal pagi hari obat diminum jam 7 pagi maka berikutnya minimal jam 2 siang dan selanjutnya minimal jam 9 malam,” jelas Fitri.

Kegiatan tersebut, menurut Fitri, diawali dengan pretest dan diakhiri dengan posttest untuk mengetahui tingkat pengetahuan dari para guru SD tentang obat. Pada akhir tes peserta diminta menyebutkan nama dan kandungan obat, khasiat, dosis, cara penggunaan, serta efek samping beberapa obat yang sering digunakan masyarakat. (vie/sct/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -