33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Komitmen Perangi Narkoba, Hendi Beri Penghargaan BNN

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memberi penghargaan kepada 38 personel penegak hukum dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Jateng. Penganugerahan penghargaan yang ditetapkan melalui keputusan Wali Kota Semarang Nomor 861/231 Tahun 2018 tersebut, antara lain diberikan kepada Budi Waseso (mantan Kepala BNN RI), Arman Depari (Deputi Pemberantasan BNN RI), dan Tri Agus Heru Prasetyo (Kepala BNN Jateng), disaksikan oleh Kepala BNN RI, Heru Winarko.

Pemberian penghargaan itu sendiri dilakukan sebagai wujud apresiasi Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut kepada BNN atas keberhasilannya mengungkap pabrik pil PCC pada tanggal 3 Desember 2017, yang berada di Jalan Halmahera dan Jalan Gajah Timur, Kota Semarang. Hendi menganggap jika pengungkapan kasus tersebut memiliki dampak yang sangat besar untuk menyelematkan Bangsa Indonesia, khususnya Kota Semarang dari bahaya narkoba.

Hendi pun mengapresiasi seluruh jajaran BNN beserta kepolisian yang mampu semakin banyak mengungkap kasus peredaran narkoba di Kota Semarang setiap tahun. “Fakta menunjukkan barang bukti yang mampu dikumpulkan setiap tahun semakin meningkat,” tutur orang nomor satu di Kota Lunpia tersebut.

Tercatat dalam data Polrestabes Semarang yang dirilis pada bulan Desember 2017, ada peningkatan jumlah obat terlarang yang berhasil disita sebesar 11 persen di Kota Semarang dibanding tahun 2016. Di tahun 2017 setidaknya ada 782.169 gram sabu, 789 butir pil ekstasi, 92 gram ganja, dan 12.733 obat terlarang yang berhasil disita di Kota Semarang.

Salah satu peningkatan tajam ada pada jumlah penyitaan sabu pada tahun 2015, sejumlah 299.372 gram, kemudian di 2016 meningkat menjadi 569.597 gram, dan pada 2017 meningkat lagi sebanyak 782.169 gram. Tak hanya itu, jumlah tersangka yang berhasil ditangkap pun bertambah, pada tahun 2016 sebanyak 237 tersangka, pada 2017 ada 244 tersangka.

“Dan kami sendiri terus melakukan upaya untuk mensosialisasikan bahaya narkoba hingga ke tingkat SD dan SMP, karena hari ini di Semarang juga sudah diketemukan ada anak-anak SMP yang memakai narkoba,” pungkas Hendi.

Sementara, Budi Waseso mengingatkan bahwa dalam hal memberantas narkoba harus didukung oleh semua pihak.”Saya punya keyakinan Indonesia betul-betul bisa selamat dari narkotika, tapi ini harus kita semua bekerja untuk itu, dengan kepedulian kita bersama sesuai dengan perannya kita masing-masing,” tegasnya.

“Dan dengan ini (penghargaan) kita punya kebanggaan, karena kita dihargai pasti kita (BNN) akan lebih bertanggung jawab,” pungkas pria yang akrab disapa Buwas tersebut.

Senanda, Kepala BNN RI, Heru Winarko menegaskan jika narkoba adalah harus menjadi musuh bersama seluruh pihak, bukan hanya BNN dan Polri saja. “Narkoba musuh kita ! bukan hanya BNN saja, bukan hanya Polri saja, tapi semua bertanggung jawab,” seru Heru.

“Sehingga saya harapkan semua pihak aktif, semuanya harus bangun, jangan sampai ada pecandu, bandar, atau tempat seperti yang tadi disampaikan (Pabrik Pil PCC) di wilayah masing-masing,” tandasnya. (mha/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Empat Jenis Angin Setelah Subuh

Oleh: Dahlan Iskan Saya lari mengambil HP. Yang lagi saya charge di dekat pintu masuk. Ada pemandangan unik. Di masjid Tokyo, ini. Yang harus saya...

PTS Pertama Raih Akreditasi A di Jateng

SEMARANG - Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata berhasil meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Capaian ini, menjadi yang pertama untuk Perguruan...

Polres Bedah Rumah Warga Miskin

DEMAK-Zakat profesi di lingkungan Polres Demak terus berjalan hingga kini. Bahkan, hasil pengumpulan zakat dari anggota kepolisian tersebut bisa untuk membantu warga miskin dalam...

Perawat RS Kariadi Hilang Usai Dijemput Ojek Online

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Seorang perawat RSUP dr Kariadi bernama Yulia Putri Prihatiningsih, 24, warga Desa Resoksari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang dilaporkan hilang setelah dijemput ojek...

Orang Bercadar Serang Kampung Nambangan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Dua warga Kampung Nambangan Magelang Tengah kota Magelang terluka akibat sabetan senjata tajam yang dilakukan oleh puluhan orang tidak dikenal bercadar...

MI Pasekan Gunakan Rumah Warga

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pasekan, Kecamatan Ambarawa terpaksa harus melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di rumah warga. Hal itu dikarenakan...