33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Jadi Area Citywalk, Kota Lama Disterilkan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kawasan Kota Lama Semarang segera disterilkan dari lalu-lintas kendaraan umum. Jalan Letjend R Suprapto ditutup untuk dilakukan ujicoba rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut agar bersih dari kendaraan. Setelah secara bertahap steril kendaraan umum, kawasan Kota Lama dijadikan area citywalk atau khusus pejalan kaki.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang mulai melakukan rekayasa lalu lintas sejak beberapa hari lalu. “Ujicoba sudah dimulai beberapa hari lalu. Tujuannya untuk menemukan sistem pengaturan yang tepat. Nantinya Kota Lama bersih dari kendaraan dan dijadikan area citywalk. Seluruh aktivitas di Kota Lama harus berjalan kaki,” kata Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Kamis (19/4).

Dikatakannya, rekayasa pengaturan lalu-lintas tersebut harus menemukan pola yang tepat. Sehingga tidak justru menimbulkan kesemrawutan. Penataan lalu-lintas tersebut ditarget bisa diterapkan setelah pembangunan Kota Lama oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selesai.

“Kami juga telah menyiapkan beberapa kantong parkir bagi pengunjung atau wisatawan yang datang ke Kota Lama. Di antaranya kantong parkir di depan Satlantas atau eks Hotel Yansen, Sendowo, dan Sleko,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ke depan akan ditambah kantong parkir di lahan milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Jalan Garuda. Mbak Ita –sapaan akrab Hevearita– mengakui dalam uji coba penataan lalu-lintas di kawasan Kota Lama masih menuai respon pro dan kontra. Namun hal itu dianggapnya wajar. “Ya, karena ini masih uji coba. Jadi wajar kalau ada yang pro dan kontra. Yang terpenting, kami menginginkan Kota Lama lebih baik,” harapnya.

Saat ini proses pembangunan yang dilakukan oleh Kementerian PUPR dengan anggaran Rp 156 miliar sedang berlangsung. Pembangunan meliputi jalan, drainase dan pemasangan ducting kabel bawah tanah. Progres saat ini sedang dikerjakan di Jalan Letjend Suprapto. “Jalur tengah nanti jadi citywalk, kendaraan lewat jalur pinggir,” terangnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, M Khadik, mengatakan, pihaknya melakukan uji coba rekayasa lalu lintas untuk menemukan pola alur kendaraan yang lebih tepat.

Dalam rekayasa kali ini, kata dia, seluruh kendaraan dari arah timur diarahkan untuk melintas di Jalan Merak, kemudian menuju jembatan Berok, berlanjut ke arah kota. Selain itu, jalur alternatif yang bisa dilintasi adalah Jalan Sendowo dan Kepodang kemudian menuju Jembatan Berok. “Hal yang perlu diwaspadai adalah bagaimana mengantisipasi terjadinya crossing di Jalan Cenderawasih agar tidak terjadi kemacetan. Kami bekerjasama dengan Satlantas Polrestabes Semarang dengan menempatkan sejumlah petugas untuk mengurai lalu-lintas,” katanya.

Pihaknya mengaku akan terus melakukan evaluasi dari hasil rekayasa lalu lintas yang telah dilakukan. Tentunya akan dikaji ulang apakah efektif atau sebaliknya. Jika memang hasil kajian nanti tidak efektif, tentu tidak menutup kemungkinan ada perubahan strategi hingga pengubahan jalur. “Kami sesuaikan dengan kebutuhan, evaluasi dampak dan lain-lain,” ujarnya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rumah Terbakar Saat Antar Hewan Kurban

UNGARAN – Ditinggal mengantarkan hewan kurban, rumah Saifudin, 56, warga Desa Kalitangi Kecamatan Jambu di lalap si jago merah, Jumat (1/9). Panuturan beberapa saksi...

Pemuda Misterius Ditemukan Tewas

SLEMAN—Seorang pemuda, Minggu (20/8) kemarin, ditemukan tewas di sungai kecil, di ruas jalan Gedongan-Klangon. Di dekat korban, ditemukan satu unit sepeda motor. Temuan itu...

Kuncinya Memukau di The Romance of Roro Jonggrang

Prestasi membanggakan kembali diraih Jodi Satria Affan. Setelah meraih juara I Duta Wisata Jawa Tengah, saat ini dia bersama pasangannya Indira Wibowo menjuarai pemilihan...

Jateng Darurat Guru SMA dan SMK Negeri

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Jateng sedang krisis guru SMA dan SMK negeri.  Saat ini, jumlah guru aparatur sipil negara (ASN) di Jateng mencapai 24.748 orang,...

Melangitkan Doa untuk Darmanto Jatman

RADARSEMARANG.COM - KEPERGIAN begawan sastra asal Semarang, Darmanto Jatman, untuk selama-lamanya masih menyisakan duka mendalam bagi para seniman. Sebab, Tak hanya Semarang, bahkan Indonesia...

Kelola Sampah Jadi Bermanfaat

SUMOWONO – Desa Mendongan, Kecamatan Sumowono sedang melakukan gerakan pengolahan dan pemanfaatan sampah. Sampah yang ada di Desa setempat, diupayakan untuk bisa diolah kembali menjadi...