33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Apindo Siap Ajukan Protes

Cuti Bersama Lebaran 12 Hari

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah memutuskan mengubah kalender cuti bersama Lebaran tahun ini. Liburnya super panjang, yakni 12 hari. Bagi para pekerja, tentu jadi kabar baik. Tapi tidak bagi kalangan pengusaha. Efektivitas waktu produksi mereka jelas jadi masalah.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, Frans Kongi, mengaku, akan muncul banyak masalah produksi jika terbentur libur panjang. Pasalnya, setiap hari, bisnis harus jalan terus.

“Terutama terkait kontrak. Kalau beberapa hari setelah Lebaran harus kirim barang, bisa kacau kalau karyawan masih pada libur. Nanti siapa yang bisa ganti kerugian itu,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (19/4).

Selain itu, para pengusaha juga akan dibenturkan dengan para pekerja. Ketika tahu pemerintah mengajurkan cuti bersama Lebaran sepanjang itu, para pekerja akan meminta uang lembur. Tentu pengusaha butuh ongkos tambahan.

Meski begitu, Frans mengakui, cuti merupakan hak seluruh karyawan. Bahkan tahun-tahun sebelumnya, ada yang mengajukan cuti di luar kalender cuti bersama Lebaran. Ada juga beberapa perusahaan yang punya kebijakan sendiri yang tentunya sudah disepakati dengan Serikat Pekerja.

“Totalnya, mereka (pekerja) punya hak cuti selama 12 hari dalam setahun. Kalau Lebaran ini, kami bisa memaklumi, mereka butuh cuti di luar tanggal merah. Tapi ya sewajarnya lah. Maksimal lima hari. Biasanya sehari sebelum Lebaran dan dua hari setelah Lebaran,” terangnya.

Cuti bersama yang sangat panjang ini juga menjadi masalah ketika bersinggungan dengan perbankan. Jika 12 hari itu semua perbankan tutup dan tidak menerima transaksi, perputaran keuangan bisa karut-marut. “Kalau bank tutup 12 hari, kami bisa celaka,” tegasnya.

Karena itu, dia meminta kepada pemerintah untuk tidak mewajibkan semua pihak untuk ikut cuti bersama. Sifatnya hanya imbauan saja. Artinya, jika pengusaha tidak melakukan itu, tidak terkena teguran dari pemerintah. “Jangan atur cuti bersama untuk swasta. Kami berhak mengatur diri kami sendiri. Kalau begini caranya, kami bisa celaka. Kami tidak terima kalau wajib. Kami tahu harus berikan libur untuk karyawan. Tapi tidak begini,” tandasnya.

Ditambahkan, jika pemerintah memang bersikeras menetapkan cuti bersama selama 12 hari, sebaiknya hanya berlaku untuk Aparat Sipil Negara (ASN) saja. Itu pun harus ada petugas yang tetap memberikan pelayanan publik. “Kalau semua diliburkan, Apindo tingkat nasional akan ajukan protes,” katanya.

Menguntungkan

Sementara itu, libur 12 hari selama Lebaran yang sudah diputuskan pemerintah diharapkan bisa memberikan dampak positif di sektor wisata.

Wakil Ketua PHRI Jawa Tengah, Benk Mintosih, mengatakan, jika dengan libur 12 hari selama Lebaran, sektor pariwisata tentunya akan bisa terangkat, salah satunya insan perhotelan di Kota Semarang.

“Dari segi pariwisata dan perhotelan sangat menguntungkan, karena jadwal liburan akan semakin panjang tentu memberikan dampak positif,”katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Namun selama libur panjang tersebut, pemerintah harus siap untuk memberikan yang terbaik bagi wisatawan berupa objek wisata dan wahana yang ada. Salah satunya dari segi akses, atraksi, hingga sarana seperti keamanan dan kebersihan.

“Tentu bisa mendongkrak kunjungan, apalagi saat ini sektor wisata sedang digenjot dan menjadi pendapatan terbesar di Indonesia. Namun perlu digaris bawahi, objek-objek wisata pun harus siap menyambut wisatawan,” paparnya.

Di sisi lain, dengan libur panjang, sejumlah fasilitas umum seperti pelayanan masyarakat juga harus diperhatikan, ditakutkan malah akan menjadi bumerang bagi masyarakat lainnya. “Kantor-kator pelayanan pastinya libur, nah ini juga yang perlu di khawatirkan,” tuturnya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang, Arnas Agung Andrarasmara menuturkan, keputusan tersebut tentunya akan berdampak bagi pengusaha, walaupun di sisi lain banyak pihak yang merasa senang dengan keputusan tersebut. “Bagi pengusaha kalau pelayanan umum seperti bank dan pemerintahan ikut-ikutan libur ya susah juga, walaupun di sisi lain banyak yang senang libur panjang,” ucapnya.

Menurut dia, agar pengusaha tidak dirugikan, pelayanan vital bagi masyarakat tetap harus beroperasi setelah H+3 Lebaran seperti biasa.  “Kalau pelayanan vital kebijakannya masih sama kayak dulu, Insya’Allah masih bisa menerima. Kalau tidak ya perlu dipikirkan ulang,” katanya.  (amh/den/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Narkoba Incar Pelajar

KUDUS – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan penanggulangan penyalahgunaan narkoba dan pencegahan HIV/AIDS di SMKN 1 Kudus, kemarin. Sosialisasi dilakukan dengan mengundang...

10 Hari Amankan 350 Botol Miras

SEMARANG – Jelang Ramadan, polisi mulai gencar merazia toko maupun warung yang menjual minuman keras (miras). Hasilnya, petugas mengamankan 350 botol miras dalam operasi...

TNI Harus Bisa Berbaur dengan Masyarakat

 SEMARANG - Mayjen TNI Tatang Sulaiman menggantikan Mayjen TNI Jaswandi sebagai Pangdam IV/Diponegoro. Proses serah terima jabatan (sertijab) dilakukan di Makodam, Kamis (27/4). Sebelumnya, Tatang...

Siklon Cempaka, Nelayan Tak Melaut

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Cuaca buruk dengan angin kencang dan gelombang air laut yang tinggi hingga 3 meter dalam sepekan ini, menyebabkan nelayan tak berani...

Hormati Jasa Para Veteran

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Puluhan veteran pejuang kemerdekaan bertemu dengan Gubernur Jateng nonaktif Ganjar Pranowo. Meski sudah sepuh namun semangat patriotisme terus berkobar di dada...

Diminta Fokus Tangani Terorisme

TEMANGGUNG—Terorisme dan radikalisme membahayakan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pentingnya untuk menangkal munculnya gerakan terorisme, Kapolres lama AKBP Wahyu Wim Hardjanto meminta kepada...