Komitmen Perangi Narkoba, Hendi Beri Penghargaan BNN

  • Bagikan
HASIL KINERJA : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyematkan penghargaan kepada jajaran BNN atas prestasinya mengungkap kasus narkoba di Semarang. Penghargaan diberikan kepada Budi Waseso, Arman Depari, dan Tri Agus Heru Prasetyo. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
HASIL KINERJA : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyematkan penghargaan kepada jajaran BNN atas prestasinya mengungkap kasus narkoba di Semarang. Penghargaan diberikan kepada Budi Waseso, Arman Depari, dan Tri Agus Heru Prasetyo. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memberi penghargaan kepada 38 personel penegak hukum dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Jateng. Penganugerahan penghargaan yang ditetapkan melalui keputusan Wali Kota Semarang Nomor 861/231 Tahun 2018 tersebut, antara lain diberikan kepada Budi Waseso (mantan Kepala BNN RI), Arman Depari (Deputi Pemberantasan BNN RI), dan Tri Agus Heru Prasetyo (Kepala BNN Jateng), disaksikan oleh Kepala BNN RI, Heru Winarko.

Pemberian penghargaan itu sendiri dilakukan sebagai wujud apresiasi Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut kepada BNN atas keberhasilannya mengungkap pabrik pil PCC pada tanggal 3 Desember 2017, yang berada di Jalan Halmahera dan Jalan Gajah Timur, Kota Semarang. Hendi menganggap jika pengungkapan kasus tersebut memiliki dampak yang sangat besar untuk menyelematkan Bangsa Indonesia, khususnya Kota Semarang dari bahaya narkoba.

Hendi pun mengapresiasi seluruh jajaran BNN beserta kepolisian yang mampu semakin banyak mengungkap kasus peredaran narkoba di Kota Semarang setiap tahun. “Fakta menunjukkan barang bukti yang mampu dikumpulkan setiap tahun semakin meningkat,” tutur orang nomor satu di Kota Lunpia tersebut.

Tercatat dalam data Polrestabes Semarang yang dirilis pada bulan Desember 2017, ada peningkatan jumlah obat terlarang yang berhasil disita sebesar 11 persen di Kota Semarang dibanding tahun 2016. Di tahun 2017 setidaknya ada 782.169 gram sabu, 789 butir pil ekstasi, 92 gram ganja, dan 12.733 obat terlarang yang berhasil disita di Kota Semarang.

Salah satu peningkatan tajam ada pada jumlah penyitaan sabu pada tahun 2015, sejumlah 299.372 gram, kemudian di 2016 meningkat menjadi 569.597 gram, dan pada 2017 meningkat lagi sebanyak 782.169 gram. Tak hanya itu, jumlah tersangka yang berhasil ditangkap pun bertambah, pada tahun 2016 sebanyak 237 tersangka, pada 2017 ada 244 tersangka.

“Dan kami sendiri terus melakukan upaya untuk mensosialisasikan bahaya narkoba hingga ke tingkat SD dan SMP, karena hari ini di Semarang juga sudah diketemukan ada anak-anak SMP yang memakai narkoba,” pungkas Hendi.

Sementara, Budi Waseso mengingatkan bahwa dalam hal memberantas narkoba harus didukung oleh semua pihak.”Saya punya keyakinan Indonesia betul-betul bisa selamat dari narkotika, tapi ini harus kita semua bekerja untuk itu, dengan kepedulian kita bersama sesuai dengan perannya kita masing-masing,” tegasnya.

“Dan dengan ini (penghargaan) kita punya kebanggaan, karena kita dihargai pasti kita (BNN) akan lebih bertanggung jawab,” pungkas pria yang akrab disapa Buwas tersebut.

Senanda, Kepala BNN RI, Heru Winarko menegaskan jika narkoba adalah harus menjadi musuh bersama seluruh pihak, bukan hanya BNN dan Polri saja. “Narkoba musuh kita ! bukan hanya BNN saja, bukan hanya Polri saja, tapi semua bertanggung jawab,” seru Heru.

“Sehingga saya harapkan semua pihak aktif, semuanya harus bangun, jangan sampai ada pecandu, bandar, atau tempat seperti yang tadi disampaikan (Pabrik Pil PCC) di wilayah masing-masing,” tandasnya. (mha/zal)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *