33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Pernah Diundang Menghibur Acara Pernikahan

Lebih Dekat dengan Semarang Reptile Community (Serkom)

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – Para pecinta hewan reptil Semarang tergabung dalam Semarang Reptile Community (Serkom). Selain rutin bertemu sepekan sekali, mereka juga kerap diundang menghibur acara ulang tahun hingga pernikahan. Seperti apa?

JOKO SUSANTO

SEMARANG Reptile Community (Sercom) baru setahun berdiri. Tepatnya, 14 April 2017. Anggota komunitas ini adalah para pecinta hewan reptil, seperti ular, iguana, buaya, soa layar atau soa-soa, biawak, tegu lizards, kadal Panana dan jenis reptil lainnya.

Sercom didirikan oleh 6 orang. Mereka adalah Arif Kucir, pemilik bengkel las; Yanto, karyawan pabrik; Roni Luwi, pekerja swasta; Sotong Asoi, tukang las; Eko Ozunu, pedagang sayur, dan  Veodora Reta Rubi, mahasiswi di Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (Stifar) Semarang.

“Anggota Sercom sekarang ada 43 orang, tapi yang aktif 25 anggota.  Kalau masyarakat mau gabung, bisa  buka Facebook Sercom. Sedangkan untuk berkumpul bisa datang ke Asrama Sopo Nyono, Jalan Ronggowarsito No 104 Semarang,” kata Penasehat Sercom, Arif Kucir saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, belum lama ini.

Arif mengaku, dirinya memiliki berbagai macam hewan reptil yang dipelihara sampai sekarang. Di antaranya ada buaya satu ekor yang sudah memiliki izin dari BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Jateng, ular 4 ekor, iguana 7 ekor dan 1 ekor Sailfin Dragon. “Rata-rata satu anggota Sercom punya 4 sampai 5 ekor hewan reptil,”ujarnya.

Mantan Ketua Sercom ini mengaku, untuk perawatan reptil tidak sulit, hanya saja perlu menyisihkan penghasilan.

Ia mengatakan, untuk ular cukup diberikan makan 2 minggu sekali, tergantung ukuran dan usia ular. Adapun makanan yang diberikan mulai ayam tiren, tikus putih, dan marmut. Sedangkan, buaya diberi makan 2 hari sekali. Paling sering diberi makan lele seberat setengah kilo sekali makan. Kemudian untuk iguana diberi makan setiap hari, karena iguana merupakan hewan herbivora, maka diberi makan sayur, buah-buahan, kangkung,  sawi, wortel, pisang dan melon.

Untuk hewan Sailfin Dragon (Saigon), lanjut Arif, merupakan hewan omnivora, sehingga terkadang diberi makan jangkrik, kodok percil, sawi, pisang, dan pepaya. Khusus untuk Saigon, ada penambahan perawatan, yakni dijemur di sinar matahari pagi  setiap hari selama 10-15 menit. Sebab, pencernaannya tergantung pada sinar matahari

“Apabila tidak ada panas, maka 2 hari sekali direndam air hangat, dengan tujuan untuk mempercepat pertumbuhan, memperindah, dan menambah stabilitas daya tahan tubuh,” jelasnya.

Dalam mengoleksi hewan reptil, jelas Arif,  yang paling tinggi adalah biaya perawatan. Sebulan bisa membutuhkan biaya Rp 200 ribu sampai Rp 1 jutaan. “Makanya kami sering menyisihkan penghasilan buat beli makanannya dan beli hewan baru. Yang jelas, karena sudah hobi, jadi susah menceritakan keuantungannya,”katanya.

Ditanya aktivitas Sercom, Arif mengatakan, yang rutin diadakan adalah gathering setiap malam minggu di Taman Virgin Tlogosari. Dalam gathering itu, edukasi soal reptil kepada anggota dan masyarakat  dilakukan.

Sercom juga pernah melakukan pengalangan dana untuk anak yatim dan korban bencana, bagi-bagi takjil, serta berbuka bersama saat puasa.

“Biasanya kalau dapat undangan memeriahkan acara, kemudian dapat uang transport dikumpulkan untuk kas, tapi kami ndak pernah mematok harga saat diundang, cukup diberi seikhlasnya, kadang diberi Rp 200ribu, pernah juga Rp 500 ribu,”sebutnya.

Arif menyebutkan, saat diundang memeriahkan acara, pihaknya terkadang menunjukkan atraksi bersama hewan-hewan yang dimiliki anggota. Bisa menggunakan ular dan hewan lainnya, untuk menghibur peserta. Ia juga berbagi cara, agar hewan reptil bisa cepat jinak, yakni membutuhkan waktu 2 hingga 5 bulan, namun semua tetap harus sering dipegang dan interaksi.

“Paling sering diundang menghibur acara ulang tahun. Pernah juga menghibur acara pernikahan. Anggota kami memang kebanyakan punya hewan reptil sejak lahir, jadi lebih mudah menjinakkannya,”ujarnya.

Ketua Komunitas Sercom, Yanto, menambahkan, tujuan didirikannya komunitas ini untuk melestarikan satwa dan memperkenalkan hewan yang dianggap buas oleh sebagian masyarakat. Padahal sebetulnya reptil merupakan hewan yang baik dan jinak. Selain itu, sebagai edukasi hewan reptil kepada masyarakat.

Diakuinya, sebagian hewan reptil yang dipelihara anggotanya ada juga yang sampai bisa berkembang biak, di antaranya milik Arif hewan iguana bisa bertelur sampai 30 butir, namun yang menetas 16. Kemudian ular milik Eko Ozunu bisa bertelur 20 butir, yang menetas 10. Terakhir, Saigon milik Roni Luwi bertelur 5 butir, dan semuanya menetas.

Komunitasnya juga kerap kumpul dengan sesama Komunitas Reptil di Semarang. Kegiatan itu   sering diadakan di arena Car Free Day (CFD) Jalan Pahlawan Semarang. Komunitas ini rutin melakukan perawatan hewan yang sakit.

“Saat ada hewan yang sakit, ada juga anggota kami yang melakukan perawatan ke dokter hewan, paling sering hewan yang butuh operasi adalah iguana karena kena penyakit BS (Bladder stone), jadi harus dioperasi,”imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Yanto Bosok ini juga menyebutkan, terkadang ular sering terkena pilek dan sariawan, sedangkan perawatannya dilakukan menggunakan obat herbal dan obat dari dokter hewan. Menurutnya, untuk mencegah hewan reptil terserang sakit, maka kandang harus bersih dan makanan yang sesuai.

“Kandang 2 hari sekali harus dibersihkan. Kalau kandang ular, setelah buang kotoran , tujuannya untuk menjaga kelembaban kandang. Yang jelas sampai sekarang kami masih terus belajar mendalami tentang dunia reptil,”katanya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Guru..Oh Guru..Riwayatmu Kini

Guru merupakan profesi yang mulia, pencetak generasi muda penerus bangsa. Guru juga sosok yang menurut istilah Jawa digugu lan ditiru yang artinya segala tindakannya...

Klaim Bebas Glonggongan, Bina Para Jagal Sapi

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang mengklaim Kota Magelang alam dari daging sapi glonggongan. Kepala Disperpa Kota Magelang Sri Retno...

UPTD Baru Belum Beroperasi

SEMARANG - Perombakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, membuat banyak perubahan teknis. Banyak dinas dipecah menjadi dua dan sebaliknya...

Kantor Kelurahan Tingkir Tengah Pindahan

SALATIGA-Kantor Kelurahan Tingkir Tengah pindah ke lokasi baru. Tepatnya di Jalan Raya Tingkir-Suruh KM 2‎, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga. Perpindahan kantor tersebut dilakukan untuk mempermudah...

Usaha Mendidik Patriotisme

Oleh: Usman Roin SIKAP bangga anak bangsa terhadap Indonesia tidak akan pernah terjadi tanpa pendidikan yang tepat. Apalagi bumbu terorisme sepertinya menunjukkan ketidakrelaan –untuk senantiasa...

Raperda Baru Peringkas yang Lama

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang mengadakan rapat paripurna dengan agenda penyampaian rancangan peraturan daerah (Raperda) tahun 2018. Salah satu poin...