UMKM: Bupati Semarang Mundjirin saat memberikan pengarahan kepada peserta pelatihan manajemen bagi pelaku UMKM di aula Kantor Kelurahan Kranggan, Kecamatan Ambarawa, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UMKM: Bupati Semarang Mundjirin saat memberikan pengarahan kepada peserta pelatihan manajemen bagi pelaku UMKM di aula Kantor Kelurahan Kranggan, Kecamatan Ambarawa, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Langkah Dinas UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang untuk memperkuat basis usaha pelaku usaha mikro kecil dan menengah mengalami kendala.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Bidang UKM Diskumperindag Kabupaten Semarang, Miftahul Bariroh, disela-sela acara pelatihan manajemen bagi pelaku UMKM di aula Kantor Kelurahan Kranggan, Kecamatan Ambarawa, Rabu (18/4).“Setelah mengikuti pelatihan, sebaiknya pelaku UMKM diberikan bantuan peralatan kerja agar dapat mengembangkan usahanya,” kata Miftahul.

Dikatakannya, meski program pelatihan terus berjalan, namun tidak bisa ditindaklanjuti dengan bantuan hibah peralatan kerja. Padahal bantuan itu dibutuhkan pelaku UMKM untuk meningkatkan usaha nya. “Sedangkan bantuan hibah peralatan kerja terbentur aturan yang ketat,” katanya.

Saat ini ada sekitar 63 ribu UMKM yang menjalankan bisnisnya diseluruh Kabupaten Semarang. Dari jumlah itu yang terdaftar resmi di data base UMKM  Diskumperindag kurang lebih 11 ribu.

“Sejak tahun 2014, pelatihan manajemen bagi UMKM secara intensif kami lakukan,” tuturnya. Adapun tujuannya yaitu untuk memperkuat usaha mereka supaya memiliki daya saing dan mampu bertahan lama.

Terkait pemberian hibah peralatan kerja kepada pelaku UMKM yang terkendala aturan, ia mengupayakan mekanisme pinjam pakai dari belanja modal di anggaran Diskumperindag. Ia menegaskan pelaksanaan itu telah dibahas bersama pihak legislatif.

Sementara itu Bupati Semarang Mundjirin yang hadir pada kesempatan itu mengimbau supaya pelaku UMKM untuk benar-benar menjaga mutu produk yang dihasilkannya. “Jika produk yang dihasilkan bermutu tinggi, tentu akan banyak pembeli yang mau menggunakannya. Jaga terus mutu produk secara konsisten agar kepercayaan masyarakat pembeli juga terjaga,” kata Mundjirin. (ewb/bas)