33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Pedagang Yaik Masih Belum Pindah ke MAJT

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Puluhan pedagang di Pasar Yaik Baru Kota Semarang masih tetap berjualan di lokasi Pasar Johar. Meskipun Dinas Perdagangan Kota Semarang telah memberikan batas akhir pada 13 April lalu untuk pindah ke kompleks Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Wakil Ketua PPJ Unit Pasar Yaik Baru, Slamet Santoso, mengaku semua anggota dari PPJ sudah pindah ke kompleks MAJT. Sedangkan yang belum pindah itu bukan anggota PPJ, tapi liar. “Jadi itu kewenangan Dinas Perdagangan,” katanya.

Terkait dengan kesiapan di lokasi MAJT, ungkapnya, belum sepenuhnya siap, karena ada beberapa jalan yang rusak dan bergelombang. Selain itu, listrik di masing-masing kios untuk pedagang juga belum terpasang. “Sehingga kalau menempatkan barang di kios MAJT masih ragu keamanannya, karena kondisinya masih gelap,” imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya berharap agar ada sub terminal angkutan atau bus BRT yang melewati jalur tersebut sehingga Pasar Johar menjadi tempat yang ramai untuk dikunjungi. Selama ini, masih ada akses jalan yang diperbaiki sampai ke Jalan Jolotunda.

“Jalan Jolotundo masuk akses MAJT harus membayar. Kemudian masuk ke penampungan, bayar lagi, sehingga biayanya membengkak. Karena itu harus ada pemangkasan biaya,” harapnya.

Pihaknya berharap agar Ppemerintah Kota (Pemkot) Semarang dapat memperbaiki kekurangan, sehingga pedagang bisa menempatinya dan Pasar Johar menjadi ramai tak merugikan pedagang.

Salah seorang pedagang Emas, Arifin mengaku belum pindah karena dilokasi MAJT masih sepi pembeli. Dirinya tetap berjualan di Yaik Baru. “Kalau jualan emas di MAJT, belum ada yang beli. Karena kondisinya masih sepi. Selain itu, infrastruktur masih belum dibenahi,” katanya. (hid/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bertemunya Umat Lintas Agama

RADARSEMARANG.COM - Klenteng Hok Tek Tong di Parakan, Temanggung, tak melulu hanya jadi tempat ibadah. Tapi juga bisa untuk tempat kegiatan sosial, bertemunya umat...

Ajak Lebih Selektif Teruskan Broadcast

SEMARANG - Komunitas Masyarakat Anti Hoax Indonesia mengajak semua pihak menahan diri untuk tidak ikut menyebarkan berita bohong. Dengan menggelar aksi serentak di 7...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

Terminal Bus Karangawen Rusak Parah

DEMAK-Keberadaan Terminal Bus Pasar Karangawen tak ubahnya bangunan tua tak berpenghuni. Kondisinya kumuh tanpa perawatan, menjadikan terminal ini ditinggalkan angkutan-angkutan umum. Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Jumat...

Ikuti Perkembangan Teknologi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dengan kehadiran era online, mau tidak mau ritel elektronik modern harus mengikutinya jika tidak ingin kinerjanya tertinggal jauh. Global Elektronik dalam...

Bupati Tak Perpanjang Rita

WONOSOBO–Bupati Eko Purnomo menegaskan, Pemkab tidak akan memperpanjang kontrak Rita Pasaraya di kompleks Pasar Plaza. Penegasan itu disampaikan saat menemui puluhan pedagang Pasar Induk...