Kota Magelang Miliki BWI

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Magelang telah melimpahkan segala urusan perwakafan kepada Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Magelang yang resmi dilantik Kamis, (19/4), kemarin.

Wakil Ketua BWI Provinsi Jawa Tengah, Musman Tholib melantik pengurus BWI periode 2018-2021 itu  di sela acara pengajian akbar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1439 H, di Masjid Agung. Terpilih Ketua Perwakilan BWI Kota Magelang, Mansyur Siraj.

Musman Tholib mengatakan, selama ini BWI memiliki peran dalam memfungsikan dan memanfaatkan wakaf-wakaf di Indonesia agar tidak hilang. Sehingga, nadzir atau pengelola wakaf yang diserahi menerima wakaf, betul-betul bertanggung jawab untuk menjaganya.

“Tanggung jawab untuk memelihara, mengembangkan, dan memberdayakan sesuai harapan dari pemberi wakaf,” kata Musman.

Lebih lanjut, dia menjelaskan BWI memiliki kewenangan untuk mengambil alif wakaf, jika nadzir tidak amanah. Selain itu, BWI juga bisa menunjuk nadzir lain yang dinilai lebih baik.

“Di Jawa Tengah, ada 87.540 lokasi wakaf, berupa tanah maupun persawahan di bawah pengawasan BWI,” tuturnya.

Dari jumlah itu, diperuntukkan untuk tempat ibadah, sarana pendidikan, dan kesehatan. Sedangkan wakaf terbanyak, ada di daerah-daerah besar. Seperti Demak, Pati dan lainnya.

“Tapi, sejauh ini belum ada wakaf yang produktif seperti digunakan untuk membuat pabrik, sehingga bisa mengangkat karyawan dan hasilnya untuk umat,” ujarnya.

Sementar itu, Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina menjelaskan, BWI merupakan lembaga negara independen yang dibentuk berdasarkan UU No 41 Tahun 2004 tentang Wakaf. Jadi, ia menegaskan kehadiran BWI bukan untuk mengambil alih aset-aset wakaf yang selama ini dikelola nadzir.

“Adanya perwakilan BWI di Kota Magelang, diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam upaya mewujudkan potensi dan manfaat harga benda wakaf guna kepentingan ibadah dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya membacakan sambutan Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito. (put/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -