31 C
Semarang
Jumat, 27 November 2020

Ketua DPRD Sayangkan Bantahan Pemkot

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Bantahan melalui rilis bahwa Pemerintah Kota Salatiga yang tidak melakukan pencoretan mata anggaran sangat disayangkan oleh ketua DPRD Teddy Sulistio. Ia menyebutkan eksekutif terlalu defensif dan tidak melihat fakta yang ada.

“Eksekutif seharusnya tidak perlu mengeluarkan statement defensif. Perencanaan dan koordinasinya masih  amburadul,” tandas Teddy Sulistio melalui telepon pribadinya, kemarin.

Dijelaskan Teddy, alokasi anggaran yang ramai diperdebatkan itu memang masih ada dalam APBD. Namun, terletak di poin sisa anggaran. Makannya, kegiatan tersebut tidak bisa dilakukan. “Adanya alokasi di poin sisa maka tidak bisa dilelangkan. Ada yang menyebut alasan karena tidak ada detail engineering design (DED). Lha tidak ada DED kok bisa masuk dalam KUA-PPAS? Ini namanya amburadul,” tuding politisi asal PDIP tersebut.

Menyinggung mengenai alokasi anggaran yang terlalu besar, Teddy menyatakan jika soal penganggaran adalah hal teknis yang menjadi domain eksekutif. Sementara bagi DPRD adalah domain kebijakan, yakni ingin adanya makam yang representatif bagi masyarakat di Argomulyo.

“Ini malah seperti memercik air di dulang. Karena mereka (eksekutif) yang mengusulkan sendiri, dokumen tidak dilengkapi dan dibawa untuk dibahas ke forum badan anggaran dan tim anggaran,” imbuh dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemkot membantah bahwa pencoretan item anggaran seperti yang diopinikan dalam berita adalah tidak benar, karena apa yang sudah disepakati antara eksekutif dan legislatif telah dituangkan dalam Perda APBD dan Perwali APBD setelah dievaluasi oleh Gubernur.Hal itu disampaikan Kepala Bagian Humas Setda kota Jumiarto melalui pers rilis menanggapi masalah tersebut.

Statemen ini mencuat setelah ketua DPRD Salatiga Teddy Sulistio meradang karena kesepakatan dalam pembahasan bersama APBD yang tiba – tiba dicoret tanpa sebab. Ia protes keras. Palu sidang sebagai lambang supremasi dan legitimasi DPRD dikembalikan kepada wali kota. (sas/bas)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...