33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Kades jangan Takut Ngurus PTSL

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemkab Batang meminta kepada desa (kades) tidak perlu enggan dan takut mengurus pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) atau sering disebut program nasional agraria (prona).

“Para kades jangan ragu dan takut mengurus PTSL. Jika takut segera konsultasikan ke Kabag Hukum Setda, Polres dan Kejaksaan daripada ada masalah hukum di kemudian hari,” tegas Bupati Batang Wihaji dalam sosialisasi Inpres Percepatan PTSL  No 2 Tahun 2018 di aula kantor bupati setempat, Kamis (19/4).

Hadir pada acara itu Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga, kasi datun mewakili Kejaksaan Negeri Batang, perwakilan Kodim 0736 Batang, kepala BPN Batang dan stake holder.

Lanjut Wihaji, kepada daerah selaku tangan panjang pemerintah pusat wajib melaksanakan instruksi presiden melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Targetnya 44 ribu bidang bersertifikat, sehingga Pemkab harus membackup melalui kepala desa sebagai leading sector di tingkat desa.

“Kita siap melaksanakan perintah untuk target 44 ribu bidang. Tapi tolong kasih tahu kita caranya bagaimana agar tidak melanggar aturan. Sehingga programnya berjalan dan target tercapai sesuai jadwal yang ditentukan,” papar Wihaji kepada pemangku kepentingan yang hadir saat itu.

Program tersebut sangat riskan. Karena ketidaktahuan kepala desa tentang regulasi, tidak menutup kemungkinan dapat menyalahi aturan. Bahkan bisa berpotensi pelaporan warga terhadap permasalahan tersebut.

Kepala BPN Kabupaten Batang Triono mengatakan, PTSL merupakan instruksi presiden dan Menteri Agraria agar disampaikan kepada semua stake holder, birokrasi perangkat daerah.

PTSL bertujuan untuk mengurangi konflik masalah tanah. Diharapkan sampai 2025 semua tanah di Indonesia terdaftarkan dan tersertifikat.

“Target PTSK tahun 2018 ada  44 ribu bidang. Terdiri 44 desa  sebagai lokasi PTSL sehingga di Batang semua tanah terpetakan terdaftar dan tersertifikatkan,” jelas Triono. (han/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kasi Pemuda dan Olahraga Dikpora Kurang Berprestasi, Sarpras Jadi Alasan

WONOSOBO—Gedung olahraga yang minim, membuat bakat siswa di bidang olahraga, kerap tidak tersalurkan dengan baik. Padahal, informasi dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora),...

Sekolah Bisa Dompleng Pelaksanaan UNBK

UNGARAN–Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2017 ini, sekolah diperbolehkan mendompleng sekolah lain yang sudah memenuhi syarat. Terutama untuk jenjang SMP, yang ingin...

Bangun Karakter Lewat Ilmu Agama

PABELAN – Desa Semowo sangat menyadari pentingnya karakter bagi generasi muda. Untuk itu, pendidikan karakter dilakukan di Desa ini sejak dini. Salah satu cara yang...

2.444 Orang Berebut Kerja di Job Fair

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Digelar selama dua hari (30/4-1/5/2018) sebanyak 2.444 orang beradu nasib di job fair yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Batang. Sebanyak 50 perusahaan...

Sampah 1 Truk Dibuang ke Sungai

WONOSOBO – Satrekrim Polres Wonosobo menangkap dan memeriksa NI, warga Kecamatan Kepil yang diketahui membuang sampah di Sungai Bogowonto, Dusun Pecekelan Kecamatan Sapuran. Tak...