33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Biro Umrah Keruk Keuntungan

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Banyaknya permintaan perjalanan umrah, membuat biro umrah bertransformasi menjadi ladang bisnis. Bukan lagi jasa penyalur ibadah, tapi sudah mencari keuntungan finansial dari umat Muslim yang berangkat ke tanah suci. Fenomena inilah bisa menjadi salah satu alasan, banyaknyan biro umrah maupun yang abal-abal.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Jateng, Sholikhin mengakui ada banyak biro umrah tanpa izin yang beroperasi di Jateng. Mereka berperan sebagai pengepul calon jamaah umrah. Ada juga yang menggunakan sistem multi level marketing (MLM) dan skema ponzi.

Dalam skema ponzi, hanya orang yang membayar di awal, dapat berangkat. Sementara, orang yang bergabung belakangan, seringnya tidak bisa berangkat. Pasalnya, uangnya sudah digunakan untuk membiayai orang yang bergabung di awal.

“Modus seperti itu, banyak dilakukan oleh beberapa biro perjalanan yang terjerat kasus penipuan. Mereka pasang tarif murah dengan tujuan menarik sebanyak-banyaknya dana dari calon jamaah. Saat uang terkumpul, dibawa lari atau digunakan untuk hidup mewah,” ujarnya, Rabu (18/4).

Penyelenggara umrah di Jateng yang sudah mengantongi izin resmi, terbilang sedikit. Yang tercatat di Kemenag hanya ada 26 kantor pusat dan cabang ada 35 biro. Sedangkan penyelenggara ibadah haji khusus ada lima untuk kantor pusat dan cabang ada 16 biro. Sementara yang abal-abal, Solikhin mengaku tidak mencatatnya. Menurutnya, biro umroh tidak berizin memang tidak ter-cover di Kanwil Kemenag Jateng.

Mengenai penertiban para pengepul, pihaknya tidak bisa melakukan tindakan langsung. Kanwil Kemenag Jateng hanya bisa menginformasikan kepada seluruh PPIU yang tidak memiliki cabang agar melaporkan kepada Kantor Kemenag. Termasuk kepada Asosiasi PenyelenggaraHaji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) maupun Himpunan Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh). “Tapi sampai sekarang belum ada laporanyang masuk ke kami. Tapi Insya Allah dengan adanya PPIU yang resmi, mereka tidak akan laku dan akan terseleksi alam oleh kewaspadaan masyarakat,” tegasnya.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat yang ingin berumroh agar bisa mengecek biro yang benar-benar terdaftar serta jangan tergiur dengan harga murah. “Jangan hanya tergiur iming-iming harga murah, akhirnya tertipu. Harus diwaspadai biro perjalanan yang menerapkan praktik MLM dan skema ponzi,” jelasnya.

Kepala Cabang Biro perjalanan Umroh dan Haji Mastour Semarang, Jumadi Sastradihardja menambahkan, sebenarnya perlu dicurigai jika ada biro yang menawarkan harga murah. Apalagi di bawah Rp 20 juta. Untuk tiket pesawat saja antara Rp 15 juta hingga Rp 16 juta, belum termasuk visa. Belum lagi hotel, perlengkapan, dan transportasi selama umrah. “Jadi, kalau ada yang menawarkan paket umrah dibawah Rp 20 juta, itu jelas abal-abal dan penipuan,” tegasnya.

Sementara itu, Ekonom dari Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang, Judi Budiman menilai, penyedia jasa umrah sudah berubah menjadi bisnis. Memang, masih ada yang benar-benar murni sebagai pelayanan jasa semata. “Karena banyak permintaan umrah, ini bisa berpotensi dibisniskan. Meraup keuntungan dari mereka yang ingin berengkat umrah,” terangnya. (amh/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Shelter BRT Roboh

SEMARANG- Lengkap sudah persoalan yang membelit pengelola Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Selain tengah diguncang kasus pencurian, penggelapan dan korupsi, ternyata sejumlah shelter...

Laba Naik 6 Persen

TEMANGGUNG - PD BPR BKK Temanggung membuka kantor cabang baru di Kecamatan Jumo, Sabtu (8/4) lalu. Kantor cabang baru ini diresmikan Wakil Bupati Temanggung...

8 PAC Dukung Syaiful Bahri Pimpin Ansor Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Delapan Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang ikut dalam Konferensi Cabang VIII Gerakan Pemuda Ansor Kota Semarang mendukung Syaiful Bahri sebagai Ketua...

Jatuh Bangun dan Cibiran justru Membuatnya Sukses

RADARSEMARANG.COM - Kesuksesan tak bisa diraih begitu saja. Butuh kerja keras, cucuran keringat, dan air mata. Itulah motto hidup yang selalu ditularkan oleh H....

Liburan, Wisatawan Melonjak Signifikan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Libur lebaran, jumlah wisatawan di Kabupaten Semarang mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih mengatakan jumlah...

Bentuk Panitia Penggalangan Dana Persik

KENDAL - Tak ingin kehilangan simpati dari pengusaha, warga Kendal maupun suporter, serta manajemen Persik Kendal bersama Pemkab Kendal mulai membentuk kepanitiaan penggalangan dana....