31 C
Semarang
Jumat, 27 November 2020

Akhir 2018, Lokalisasi Sunan Kuning Ditutup

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Rencana penutupan Resosialisasi Argorejo atau Lokalisasi Sunan Kuning kembali menguat. Dinas Sosial Kota Semarang menargetkan lokalisasi terbesar di Jateng ini bakal ditutup akhir 2018 ini. Hal itu menjadi desakan dari Kementerian Sosial yang menargetkan pada 2019 mendatang di setiap kabupaten/kota di Indonesia bebas dari praktik prostitusi.

“Pemerintah Kota Semarang menargetkan Resosialisasi Argorejo dapat ditutup pada akhir 2018 ini,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Tommy Y Said, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (18/4).

Dia mengaku, telah melaksanakan tahapan-tahapan untuk menuju penutupan tersebut. Di antaranya, melakukan pelatihan-pelatihan wirausaha maupun keterampilan bagi para penghuni. “Kami minta semua pihak yang berkaitan dengan Argorejo bisa legowo,” ujarnya.

Dijelaskan, konsep penutupan Resosialisasi Argorejo tidak serta merta mematikan aktivitas di sana. Tetapi akan diubah menjadi tempat yang lebih produktif dan positif. “Misalnya, menjadi pusat wisata kuliner. Prinsipnya, tempat itu nantinya digunakan sebagai aktivitas positif dan produktif,” katanya.

Karena itu, lanjut Tommy, masyarakat yang memiliki lahan di lokasi tersebut harus bisa bekerjasama dengan Pemkot Semarang dengan mengubah pola pikir kreatif dan positif. “Sejauh ini kami juga telah memberikan sosialisasi, termasuk memberikan pelatihan tata boga dan lain-lain,” ujarnya.

Ia mengaku tidak khawatir setelah Argorejo ditutup para penghuni akan bertebaran di sudut-sudut Kota Semarang. “Makanya akan terus dilakukan pendekatan, sehingga hal tersebut tidak terjadi. Prinsipnya terus kami pantau. Toh, hampir semua penghuni selama ini kooperatif dan setuju ditutup,” katanya.

Ketua Pemuda Muhamadiyah Kota Semarang, AM Jumai, mengatakan, pihaknya mendukung rencana penutupan lokalisasi tersebut. Tetapi, ia menyarankan agar Pemkot Semarang memiliki persiapan matang. “Apalagi ini terkait hajat hidup orang banyak. Prinsipnya, kami mendukung penuh rencana tersebut,” tandasnya.

Tetapi, lanjut dia, Pemkot Semarang juga harus siap menyelesaikan persoalan setelah ditutup. Sebab, hal yang menjadi masalah justru persoalan pasca penutupan. “Pemerintah harus memikirkan hal itu,” katanya.

Dikatakan, rencana penutupan Argorejo harus mengedepankan nilai kemanusiaan. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari adanya konflik. “Perlu kajian secara komprehensif. Kalau sekadar penutupan itu mudah. Tetapi menyelesaikan persoalan pasca penutupan itu yang tidak mudah. Sosialisasi pemkot bagus. Saya rasa tinggal bagaimana menonjolkan nilai kemanusiaan. Jangan sampai ada pemaksaan, apalagi menelantarkan. Tentunya perlu identifikasi secara jelas,” bebernya.

Aktivis dan pemerhati sosial, Paskalis Abner, menilai, jangan sampai penutupan lokalisasi hanya dilatarbelakangi oleh kemauan pihak tertentu atas alasan politik. Paskalis menyoroti rencana penutupan Lokalisasi Argorejo tersebut, kenapa pemerintah tidak memikirkan soal bagaimana orang-orang di lokalisasi tersebut agar bisa mengembangkan hidup lebih lanjut tanpa harus bekerja sebagai pekerja seks?

“Lebih tepatnya alihfungsi, bukan penutupan. Ini yang tidak mudah. Saya khawatir, pemerintah ini hanya membunuh api kecil. Sedangkan api yang besar tidak diselesaikan,” katanya.

Ia menyontohkan penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya. Apakah setelah lokalisasi ditutup, kemudian bisnis prostitusi tersebut berhenti? Ternyata tidak. Mungkin tempatnya itu memang benar-benar tutup. Tetapi prostitusi tetap berlangsung di lain tempat.

“Di luar sana justru semakin merebak. Nah, justru yang seperti ini malah semakin tidak bisa dipantau, dan tidak bisa didampingi, karena mereka tumbuh subur di mana-mana. Di Surabaya masih ada tuh,” ujarnya.

Paskalis justru mempertanyakan, tujuan penutupan lokalisasi untuk apa? Kalau tujuannya atas pertimbangan moral saja ternyata tidak bisa menjawab. Kalau penutupan itu ingin  menghilangkan lokalisasi besar, ternyata juga tidak bisa menjawab.

“Justru prostitusi kecil-kecil tumbuh di mana-mana. Pemerintah menjadi kesulitan memonitor, mendampingi, termasuk menelusuri penyebaran penyakit IMS, HIV dan AIDS. Nah, itu sudah diperhitungkan secara matang apa belum?” katanya setengah bertanya. (amu/aro)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...