Pemkab Siap Polisikan Kampung Rawa

Jika Nekad Buka Satpol PP Line

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Pemkab Semarang siap membawa ke ranah hukum dan ke kepolisian. Jika manajemen Kampung Rawa di Desa Bejalen Kecamatan Ambarawa berani membuka segel Satpol PP Line dan nekat beroperasi.

Bupati Semarang, Mundjirin, menegaskan bahwa langkah tegas tersebut sangat beralasan. Pasalnya tahun 2014 lalu, Kampung Rawa pernah disegel oleh Pemkab Semarang, namun pihak pengelola nekat membredel segel dan beroperasi kembali.

“Ini baru sehari pasca penutupan Kampung Rawa, sudah ada orang yang menyampaikan ke saya minta kebijakan empat hari untuk dibuka lagi, karena mau ada tamu. Namun saya bilang, tidak boleh,” tuturnya.

Pihak Pemkab Semarang berjanji akan selalu melakukan pengawasan usai dilakukan pen-segel-an Kampung Rawa. Meski begitu, pihak Pemkab Semarang akan memanggil pengelola Kampung Rawa untuk duduk bersama memikirkan solusi yang baik. Untuk karyawan Kampung Rawa yang ter-PHK, setelah disegel, pihaknya meminta desa setempat untuk menggelar padat karya.

“Saat ini, di desa ada padat karya desa. Dimana, 30 persen Dana Desa (DD) dipakai membayar untuk padat karya. Mereka (eks karyawan Kampung Rawa) bisa beternak, bertani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang, Tajudin Noor, mengungkapkan jika tenggang waktu penutupan Kampung Rawa belum bisa ditentukan.

“Pihak pengelola Kampung Rawa juga telah menyiapkan audiensi dengan unsur wakil rakyat serta Bupati Semarang, guna membahas tindak lanjut ke depan. Jadi forum inilah, nanti akan diketahui bagaimana Kampoeng Rawa ke depan,” kata Tajudin.

Tajuddin berharap dalam menyikapi persoalan penutupan Kampung Rawa ini, semestinya Bupati juga melihat normatif regulasi yang ada. Karena ini merupakan kode etik hukum atas pelanggaran Kampung Rawa yang menjadi perhatian sampai di tingkat pusat.

“Satpol PP harus memantau terus situasi pascapenutupan kegiatan usaha pariwisata di Kampung Rawa. Jangan sampai pihak pengelola tidak mematuhi tindakan tegas Pemkab Semarang ini,” katanya. (ewb/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -