12.5 C
Munich
Sabtu, 31 Oktober 2020

5 Ribu Pemilih Belum Tercatat Disdukcapil

Menarik

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Lebih dari 5.000 pemilih belum terdaftar  di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang. Hal tersebut diungkapkan Bupati Batang Wihaji, saat apel dan inspeksi di dinas tersebut, Rabu (18/4).

Data tersebut berasal dari pemuktahiran data, kerja sama antara Disdukcapil dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batang. Atas kekurangan tersebut, Disdukcapil akan melakukan jemput bola kepada masyarakat.

“Saat ini memang masih ada 5 ribu pemilih yang belum terdaftar di Disdukcapil, namun sudah dilakukan jemput bola,” ucap bupati.

Bupati meminta agar ke depan Disdukcapil memiliki kreativitas dan inovasi dalam pelayanan. Selain itu tetap harus efektif, efesien dan sederhana, sehingga lebih maksimal dalam melayani masyarakat.

Pada kesempatan tersebut Wihaji meninjau beberapa ruangan di kantor Disdukcapil, termasuk aktivitas pelayanan kepada masyarakat. Wihaji meminta kepada seluruh personel Disdukcapil agar mematuhi aturan undang-undang tentang ASN. Yakni setiap ASN wajib melayani sebaik-baiknya sesuai tupoksinya.

Terkait adanya peraturan bupati berhubungan dengan kelonggaran waktu apel yang berkaitan dengan tambahan penghasilan pegawai (TPP), kini diubah. Tidak boleh memotong TPP sampai 100 persen.

“Kini maksimal potongan TPP hanya 50 persen tidak boleh lebih,” tegas Bupati Wihaji.

Sedangkan tugas kedinasan tidak boleh dipotong. Termasuk cuti tahunan dan terlambat sampai 15 menit tidak dipotong dalam TPP. Itu beberapa hal kebijakan dalam perbup baru tentang TPP. Misalnnya ketentuan masuk jam 7.15 WIB pagi  dan pulang harus jam 16.15 WIB hal tersebut jangan dijadikan ketidakdisiplinan. (han/lis)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...