32 C
Semarang
Sabtu, 19 Juni 2021

Bandar Sabu Ditembak Mati

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Satu dari empat tersangka pengedar dan bandar narkoba yang ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng tewas ditembak mati. Tersangka yang tewas diketahui bernama Anto alias Agung alias AR, 40, warga Tegalreja, Cilacap Selatan. Bandar besar di Cilacap itu menemui ajal tertembus peluru petugas karena berusaha melarikan diri saat diminta menunjukkan barang bukti.

Sedangkan tiga tersangkan lainnya adalah Imam alias IM, 29, warga Pekalongan; Budi Supriyanto alias BD alias Mbocil, napi Lapas Pekalongan, serta Tri Yuwono alias TY alias Kotil, 38, warga Padureso, Kabupaten Kebumen. Mereka tergabung dalam dua jaringan berbeda.

Ironisnya, dua jaringan  itu dikendalikan oleh seorang narapidana yang mendekam di Lapas Pekalongan. Adapun barang bukti yang diamankan total 3,2 kg sabu.

Jaringan pengedar sabu terbongkar ini bermula saat petugas BNNP Jateng mendapat laporan dari masyarakat adanya seseorang yang membawa narkotika usai melakukan transaksi di Jatim. Kemudian dari Stasiun Pasar Turi Surabaya, orang tersebut menuju Jateng menggunakan transportasi kereta api Argo Bromo Anggrek. Rencananya, turun di Stasiun Tawang Semarang, Kamis (12/4) sekitar pukul 23.20.

Petugas BNNP yang mendapat laporan informasi ini, langsung menuju ke Stasiun Tawang bersama tim rombongan. Dari sini, petugas akhirnya mencurigai seorang penumpang dan laki-laki yang membawa tas plastik warna kuning. Setelah dilakukan interogasi diketahui bernama Imam alias IM.
Dari hasil penggeledahan tas plastik yang dibawa tersangka IM, di dalamnya terdapat makanan dan jajanan, serta terdapat kardus kecil yang dilakban coklat. Setelah dibuka, ternyata di dalam kardus berisi 12 paket serbuk putih diduga narkotika jenis sabu.

Saat hendak digiring masuk ke mobil petugas, tersangka berupaya melarikan diri. Kemudian petugas BNNP Jateng memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Namun peringatan tersebut tidak dihiraukan tersangka, hingga akhirnya terpaksa ditembak di bagian kaki sebelah kanan.

Adapun barang bukti yang diamankan dari tersangka IM, sebanyak 12 bungkus plastik kecil berisi sabu dengan berat total 1,2 kg. Kemudian ada dua buah handphone merek Oppo warna putih dan dan iPhone 5 warna putih,” ungkap Kepala BNNP Jateng Brigjen Tri Agus Heru Prasetyo saat gelar perkara di Kantor BNNP Jateng, Selasa (16/4).

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Tri, tersangka IM membawa barang tersebut atas perintah seseorang yang mendekam di Lapas Pekalongan bernama Budi Supriyanto alias BD alias Mbocil. Awalnya, IM dari Pekalongan menuju Surabaya menggunakan kereta api. Sesampai di Surabaya, ia dihampiri seseorang saat di dalam warung, dan orang tersebut memberikan tas plastik warna kuning berisi sabu.

“Kemudian tersangka IM kembali ke Jateng, dan menuju Pekalongan untuk menerima perintah selanjutnya dari BD alias Mbocil. Namun turun di Stasiun Tawang dan hendak melanjutkan lagi menggunakan transportasi jasa taksi online. Namun petugas lebih dulu berhasil menangkapnya,” bebernya.

Mendapat informasi dari IM, petugas BNNP Jateng langsung berkoordinasi dengan Kanwil Kemenkumham Jateng menjemput BD alias Mbocil di Lapas Pekalongan, pada hari Jumat. Selanjutnya dibawa ke Kantor BNNP Jateng untuk dilakukan pemeriksaan guna pengembangan.

“Saat ini tersangka BD tengah menjalani hukuman karena terjerat kasus narkotika pada 6 Pebuari 2016 dengan vonis 5 tahun penjara, sesuai yang tertera pada putusan PN Batang,” katanya.

Lanjut Tri Agus menjelaskan, dari hasil pengembangan petugas BNNP Jateng dan Tim BNN yang berangkat ke Kebumen berhasil menangkap pelaku kurir narkoba yang sudah menjadi target. Tersangka tersebut bernama TY alias Kotil, ditangkap di halaman parkiran Indomaret Jalan Slamet Riyadi, persisnya di depan RS Prembun Kebumen, usai turun dari bus Patas Efisiensi jurusan Purwokerto – Jogjakarta, Minggu (15/4) sekitar pukul 21.30.

“Setelah dilakukan penggeledahan dari barang bawaannya ditemukan 2 bungkus kemasan teh China warna hijau yang di dalamnya berisi sabu seberat  2 kg. Selain itu ada dua alat komunikasi handphone yang juga kita sita,” terangnya.

Tersangka TY mengaku, barang tersebut diambil dari Palembang menggunakan pesawat. Setelah itu, pulang ke Jawa menggunakan jalur darat naik bus dengan cara berganti-ganti dari Palembang, Jakarta, Tegal, Purwokerto dan Kebumen.

“TY ini residivis, dia juga pernah tertangkap kasus narkoba pada 29 April 2013 dan divonis 4 tahun penjara,” bebernya.

Sesuai rencana, sabu 2 kg itu akan diserahkan kepada seseorang, yakni Anto alias AR. Keduanya akan bertransaksi di Kebumen, namun AR membatalkan rencana transaksi tersebut dan meminta barang sabu 2 kg itu diserahkan di Cilacap. Petugas yang terus memburu AR akhirnya berhasil diringkus di daerah Cilacap Utara, pada Senin (16/4) kemarin.

“Kemudian pada saat tim membawa tersangka AR untuk menunjukkan tempat penyimpanan barang bukti lainnya berusaha melarikan diri. Sehingga dilakukan penindakan tegas berupa tembakan setelah dilakukan tembakan peringatan tiga kali,” tegasnya.

Kemudian, jenazah AR dibawa ke RSUD Cilacap dan selanjutnya diserahkan kepada keluarganya. Sementara, tiga tersangka lainnya saat ini ditahan di rumah tahanan BNNP Jateng dan akan dijerat dengan pasal 114 ayat 1 Jo pasal 132 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 2, Jo pasal 132 ayat 1, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal pidana mati.

Tersangka TY mengakui mengambil barang atas perintah seseorang melalui komunikasi di Palembang. Setelah itu, barang tersebut rencana akan diserahkan kepada tersangka AR. Ia mendapat imbalan sebesar Rp 15 juta sudah termasuk transportasi. “Belum semuanya, baru menerima Rp 5 juta,” terangnya.

Tersangka IM mengaku, mengambil barang di Surabaya atas perintah BD. Bahkan sudah tiga kali mengambil dalam kurun waktu tiga bulan terakhir ini dengan imbalan Rp 7 juta sekali jalan. “Barangnya rencana mau diedarkan di Semarang,” katanya singkat.

Kabid Berantas BNNP Jateng, Suprinarto, menambahkan, tersangka AR yang ditembak mati merupakan bandar besar di Cilacap. Diduga masih banyak barang yang disimpan di sebuah gudang penyimpananya. Selain itu, tersangka TY, juga telah melakukan pengiriman barang beberapa kali, termasuk kepada AR.

“TY sebelumnya sudah ngirim tiga kali, ini yang ke-4. Pengirimanya itu di Kebumen, Sumpyuh daerah Banyumas, ketiga di Cilacap, keempat ini mau nyambangi di Cilacap,” imbuhnya.

Menurut Suprinarto, sabu tersebut buatan dari luar negeri. Sedangkan di pasaran, barang itu diedarkan dengan harga kisaran di atas Rp 1 juta lebih. “Kalau antar bandar biasanya seharga Rp 1,1 juta. Kalau pengecer ada yang Rp 1,2 juta. Barang itu buatan dari China,” pungkasnya. (mha/aro)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here