33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Ulat Bulu Serang Desa Kedung Gading

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Warga Dusun Tapak,  Desa Kedung Gading, Kecamatan Ringinarum diresahkan dengan wabah ulat bulu yang menyerang desa setempat. Pasalnya ratusan ribu ulat bulu itu menyebabkan alergi gatal-gatal.

Ulat bulu yang tak terhitung jumlahnya itu berkumpul dan bergeliat-geliat menyerang perkebunan sekitar pemukiman warga. Bahkan warga harus menutup rapat-rapat pintu rumah dan jendela agar ulat-ulat tersebut tidak masuk ke rumah.

Ulat bulu tersebut merambat dari batang pohon-pohon milik warga hingga ke dahan-dahannya pohon tersebut. Secara fisik, ulat bulu tersebut memiliki ciri-ciri bulu berwarna abu-abu itu dan merah. Mereka, berkumpul di pohon yang tak jauh dari rumah warga. Lalu ulat bulu itu berjatuhan saat pohon yang terkena wabah daunnya mulai mengering.

“Sudah tiga hari ulat bulu itu bersarang nampak berjatuhan. Warga takut karena kalau sudah berjatuhan biasanya mereka cari tempat aman untukberlindung. Yakni masuk ke rumah-rumah warga,” kata Rohani, 40, warga sekitar.

Ia sendiri mengaku tidak berani mendekat. Karena saat tersentuh ulat bulu maka kulit terasa panas dan gatal-gatal. “Masih banyak lagi yang diatas pohon dan mereka merambat hingga bagian pohon yang tinggi yang sulit dijangkau,” tandasnya.

Sementara itu, Kades Kedungading, Budiyono mengatakan pihaknya telah meninjau lokasi ulat bulu tersebut.  “Ada empat titik di kebun yang diserang oleh ulat bulu. Sementara ini ditangani warga dengan cara dibakar,” tuturnya.

Semakin dikhawatirkan menyebar ke pemukiman, sarang ribuan ulat bulu yan menyerang kebun warga dusun Tapak, Desa Kedunggading dibakar. “Sarangnya kami bakar dengan solar dengan harapan tidak menyebar hingga kerumah warga,” jelasnya.

Budi mengatakan bahwa jika semakin dibiarkan maka ulat tersebut semakin menyebar dan mengganggu aktifitas warga desanya. “Jika setelah dibakar namun belum maksimal maka kami akan melakukan penyemprotan dengan semprotan hama terutama bagian atas pohon. Bagian yang sulit dijangkau lainnya. Kami juga akan melaporkan dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Kendal ,” paparnya. (bud/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sekolah-Sekolah Swasta Diberi Hibah Rp 4,6 Miliar

MAGELANG—Dana hibah senilai Rp 5,7 miliar kemarin diserahkan Pemkot Magelang kepada KONI, DHC BPPK-45 dan sekolah swasta. Pemkot berharap, dana tersebut sesuai peruntukannya. Kepala Badan...

Simpan Sabu di Sandal Perempuan

SEMARANG- Seorang kurir narkoba berhasil dibekuk oleh petugas Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Tengah. Tersangka diketahui bernama Dedi Kenia Setiawan, 42, warga Susukan,...

Makam Leluhur Gus Dur Dipugar

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Pemerintah Kota Salatiga merehabilitasi makam Kiai Abdul Wahid yang berada di Tingkir. Kiai Wahid adalah kakek KH Hasyim Asy’ari. Dan juga...

Jadi Area Citywalk, Kota Lama Disterilkan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kawasan Kota Lama Semarang segera disterilkan dari lalu-lintas kendaraan umum. Jalan Letjend R Suprapto ditutup untuk dilakukan ujicoba rekayasa lalu lintas...

Wakil Ketua DPRD Tepergok ‘Main’ Pilgub

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Menuju pesta demokrasi Pilkada 2018, sejumlah pelanggaran mulai bermunculan. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Semarang mencatat ada sembilan kasus dugaan pelanggaran...

Pemkot akan Bangun Pasar Induk

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pemkot Magelang berencana membangun pasar induk di Jalan Soekarno Hatta, tak jauh dari keberadaan Samsat Drive Thru. Atau masuk wilayah Kelurahan...