33 C
Semarang
Kamis, 16 Juli 2020

Taman Kedondong Terbengkalai

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Taman Kedondong di Jalan Kedondong Dalam IV Lamper Tengah kondisinya memprihatinkan. Tulisan “Taman Kedondong” di salah satu sudut sudah rusak. Area jogging track juga sudah dipenuhi rumput liar.

Beberapa tanaman juga banyak yang mati. Bahkan sisa kayu dari pemotongan pohon dibiarkan begitu saja di tengah taman.

Sebelumnya, taman ini merupakan lapangan sepak bola, namun tidak produktif. Dulunya, tanah milik pemerintah kota ini banyak ditumbuhi pohon pisang. Tanah ini, oleh warga juga dimanfaatkan sebagai kandang ternak.

”Itu dibangun juga tiba-tiba. Dan sekarang sudah selesai atau belum kami juga nggak tahu. Belum ada serah terima kunci juga,” jelas Sugiyono, Ketua RW 4 Kelurahan Lamper Tengah.

”Agak mending dari sebelumnya, tapi kalau kondisinya seperti ini ya…,” ujarnya tanpa melanjutkan.

Giyono menyebut, beberapa fasilitas memang sudah mulai rusak. Sebab, paska dibangun belum hingga kini memang tidak ada perawatan. ”Lampunya juga belum, padahal sudah ada tiangnya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Seorang warga yang enggan disebut namanya menyayangkan kondisi taman yang dinilainya sangat menyedihkan ini. Area lapangan yang sebelumnya dapat digunakan untuk sepak bola, kini berkurang karena adanya taman-taman yang tidak terawat.

”Kalau jadi sebenarnya bagus. Tapi ini, kondisinya amburadul,” jelasnya sembari mengatakan taman ini dibangun sekitar bulan November tahun lalu dan selesai sekitar akhir Januari.

Dirinya berharap, jika memang belum selesai agar pemerintah segera menyelesaikan pembangunan taman. Kalaupun memang sudah selesai, ia ingin ada kejelasan mengenai perawatan taman yang dinilai mampu menggerakkan perekonomian jika benar-benar maksimal pembangunannya.

”Sebenarnya keberadaan taman sangat diperlukan warga. Tapi kalau kondisinya seperti ini ya sama saja tidak bisa digunakan. Jogging track-nya pun tidak layak itu,” tandasnya. (sga/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Daripada Nostalgia

Oleh: Dahlan Iskan Tujuan akhir saya kali ini: Lebanon. Negeri kecil yang terjepit itu. Israel di selatannya. Syiria di utaranya. Laut di baratnya.Untung ada langit...

Dinding Lennon

Sebentar lagi genap dua bulan: demo di Hongkong itu. Masih belum menyamai tahun 2014 lalu: 70 hari. Tepatnya 78 hari. Tapi nada-nadanya kali ini...

Tiga Atlet Jateng Masuk Pelatnas Voli SEA Games

SEMARANG – Meski Jateng tidak punya wakil di kompetisi voli indoor terbesar di Indonesia, Proliga, namun PBVSI Jateng cukup berbangga. Sebab tiga atletnya resmi...

Tunanetra “Diarahkan” Tabrak Pohon

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Trotoar sejatinya dibangun untuk para pejalan kaki agar aman dari bahaya kecelakaan lalu lintas. Desain jalur trotoar harus ramah untuk semua...

Sekda: Pelantikan Diharapkan Serentak

SEMARANG - Pelantikan tujuh kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2017 serentak di Jateng belum jelas. Pemprov Jateng masih menunggu kepastian dari Kementerian Dalam Negeri...

Alumnus Beri Apresiasi untuk Guru

SEMARANG – Ikatan Alumni (IKA) SMA Kristen 3 (YSKI) memberikan apresiasi kepada para guru di sekolah tersebut. Apresiasi diberikan sebagai tanda terima kasih atas...