33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Pj Wali Kota Jambi Ikut Ruwatan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Ada yang berbeda dengan ruwatan di Pendopo Notobratan, Kelurahan Kadilangu, Kecamatan Demak Kota, kemarin. Yaitu, dengan hadirnya Penjabat (Pj) Wali Kota Jambi, Muhamad Fauzi dan rombongan.

Fauzi ikut ruwatan bersama 212 peserta ruwat (sukerto) lainnya. Ikut pula diruwat Ali Muntoha anggota DPRD dari Fraksi PKB Kabupaten Sarolangun, anggota DPRD yang juga Ketua DPD PAN Sarolangun Hermi dan M Zurni dari pihak swasta.

Ketiganya ikut mendampingi Pj Wali Kota Jambi Muhamad Fauzi dalam satu rombongan. Menurut Fauzi, dirinya dan temannya yang lain ikut ruwatan di Kadilangu sebagai bentuk atau wujud penghormatan terhadap budaya Kabupaten Demak.

“Tradisi ruwatan ini merupakan acara tahunan. Dan, ini suatu bentuk budaya yang baik. Ruwatan ini sekaligus sebagai sarana untuk menjauhkan kita dari kemunkaran. Budaya ruwatan ini tidak ada didaerah kami. Karena itu, akan kita adopsi untuk diterapkan di daerah kami, Jambi,” ujar Fauzi, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jambi ini, Minggu (15/4), kemarin.

Menurutnya, budaya ruwatan di Demak telah berlangsung lama sehingga dikenal luas oleh masyarakat termasuk di Sumatera. “Kebetulan, ada keluarga dari Kecamatan Gajah Kabupaten Demak ini yang memberikan informasi juga,” ujar Fauzi.

Usai ikut ruwatan, rombongan kemudian berziarah di Makam Sunan Kalijaga, Kadilangu. Ketua panitia ruwatan, Suwadi mengatakan,  ikutnya Pj Wali Kota Jambi dalam ruwatan kali ini menjadi suatu kehormatan tersendiri.

“Ibarat pepohonan, ruwatan ini sudah ngremboko (berkembang) baik secara nasional maupun internasional. Selain dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan daerah lainnya, para sukerto dalam ruwatan sebelumnya juga ada dari Singapura, Malaysia, dan Australia. Bahkan, ruwatan ini juga sedang diteliti oleh ilmuwan dari Perancis. Beberapa dokter dari Semarang sebelumnya juga pernah ikut ruwatan,” katanya.

Suwadi menambahkan, ruwatan diminggu terakhir bulan Rajab ini diikuti 212 sukerto dari 142 kepala keluarga (KK). Mereka berasal dari Demak, Kudus, Pati, Jepara, Kalimantan, Rembang, Semarang, Jakarta, Surabaya, Jambi (Sumatera).  “Paling banyak yang ikut ruwatan ini kategori sarono (76 orang), ontang anting (41 orang), Kedono kedino (37 orang), dan Kembang sepasang (16 orang),”kata Suwadi, mantan Kepala Dinas Pariwisata Demak ini. Selain itu, kategori sendang kapit pancuran (9 orang), seloso kliwon (9 orang), uger uger lawang (6 orang), pendowo (5 orang) dan tali wangke (5 orang).

Dalam prosesi ruwatan ini dipimpin langsung Dalang Kondobuwono Ki Muharso asal Gabus, Pati. Ruwatan dimulai dengan pementasan wayang kulit, minta doa restu orang tua dan sesepuh, siraman kembang tujuh air sendang, pemotongan rambut, kuku dan tali lawe. (hib/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Terpikat Musik Reggae

BAGI Dahyu Afni Rahmah, reggae adalah aliran musik yang membawa ketenangan jiwa. Kecintaannya pada musik reggae berawal dari ketidaksengajaannya bergabung dengan band reggae teman-teman...

Perda Hiburan Mendesak Diterbitkan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Untuk menghilkangkan atau membatasi keberadaan karaoke di wilayah Demak, maka perlu dibahas segera Raperda Hiburan menjadi Perda. Hal ini disampaikan anggota...

Cincin Keramik Jadi Tren Akhir 2017

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Cincin keramik kombinasi emas menjadi tren perhiasan di pengujung tahun 2017. Cincin seri ini cukup diminti pada pameran perhiasan yang digelar...

Duh, Izin Belum Beres

BANDUNG – Kontestan Grup Y babak delapan besar Liga 2 kembali dibuat was-was. Maklum saja, setelah batal digelar di Cikarang muncul kabar operator PT...

Tanam 8000 Bibit Bersama 1001 Pendaki di Lereng Merbabu

Berawal dari gempa bumi dan erupsi Gunung Merapi, sejumlah orang mendedikasikan dirinya menjadi sukarelawan sosial dan lingkungan. Salah satu komunitas peduli lingkungan ini, bernama...

Modal Tiket Promo, Pernah Kehabisan Uang di Perjalanan

Fafan Suryo memiliki hobi plesiran seorang diri atau single travelling. Sejumlah destinasi wisata di Indonesia dan sejumlah negara pernah dikunjungi. Semuanya dilakukan dengan uang...