33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Pasang Spy Cam Curi Data Nasabah

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Polres Pekalongan Kota berhasil mengungkap dan menangkap dua pelaku pencurian data nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) atau biasa disebut Skimming di 4 ATM yang tersebar di Pekalongan. Kedua pelaku merupakan jaringan pelaku yang ditangkap di Kediri Jawa Timur, dengan kasus serupa.

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan, para pelaku melakukan skimming dengan metode rekam data di 4 ATM di wilayah Kabupaten dan Kota Pekalongan.

“Para pelaku bekerja dalam rentang waktu, mulai 6 Februari sampai 1 Maret 2018,” ucap Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandi Sitepu melalui Kasatreskrim AKP Edi Sutrisno, Senin (16/4).

Walaupun sebenarnya diakui ada 3 terduga, namun 1 orang dilepas karena hanya berperan sebagai sopir saja, tidak terlibat sama sekali dalam kasus tersebut. Kedua pelaku tersebut, yaitu Siswanto, 49, warga Banjarsari Talun, Kabupaten Pekalongan dan Sugiyanto, 38, warga Sidomukti Sekampung, Lampung.

Dalam modusnya Siswanto direkrut oleh Supeno, tersangka utama yang ditangkap di Kediri Jawa Timur. Diajari cara memasang dan melepas spy cam di mesin ATM. “Namun untuk survey tempat dan lokasi pemasangan dan waktu, semua yang menentukan Supeno, kedua tersangka sebagai pekerja lapangan,” ucapnya.

Pemasangan alat di ATM BRI di SPBU Kertijayan, ATM BRI depan Taspen, ATM depan Polres Pekalongan Kota, ATM depan IAIN Pekalongan. Karena keempat lokasi menggunakan mesin ATM dengan merek Hyosung.

Dijelaskan Kasatreskrim, tugas pelaku Siswanto melakukan penempatan spy cam sebelum pukul 07.00 dan diambil setelah pukul 12.00, karena kekuatan baterai hanya 4 jam. Pelaku  memasang spy cam di sebelah kanan atas tombol ATM. Selain itu mereka juga mengambil struk bekas.

“Alatnya disesuaikan dengan bentuk, dan ukuran. Sehingga tidak terlihat kalau ada alat yang ditempel,” jelasnya.

Kemudian alat tersebut diserahkan ke Sugiyanto, untuk di kopi datanya. Dan disimpan pada hard disk external. Dalam setiap seminggu sekali data tersebut diserahkan kepada Supeno. Selain mengambil data, tersangka Supeno memberi upah kedua pelaku, dengan hitungan bayaran perhari Rp 200 ribu per orang, dibayar seminggu sekali. Supeno juga yang membiayai seluruh aktifitas mereka, dari sewa kos, kendaraan dan biaya lain. Aksi mereka berakhir ketika Supeno ditangkap di Kediri, serta diamankan seluruh alat skimming nya.

“Dari pemeriksaan kedua tersangka mengaku hingga kini tidak tahu kegunaan data yang mereka dapatkan. Selama ini juga, Supeno bertransaksi data dengan Mr X di Jakarta, mereka tidak tahu,” sebutnya.

Dari kejadian ini, turut diamankan pelindung tombol pin 4 buah, karena ada bekas lem alat spy, spy cam, 1 pinset, card reader, kabel data, hard disk. Serta masih menunggu rekaman CCTV dari rekanan BRI.

Sementara itu, perwakilan Bank BRI Pekalongan Petugas Logistik BRI Pekalongan Diyan Sofyan mengatakan pihaknya belum bisa memberikan pernyataan resmi terkait masalah ini. Semua sistem terpusat, masalah ini akan di handle tim pusat. “Terkait laporan nasabah, bisa langsug ke customer service,” jelasnya. (han/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tingkatkan Wawasan dan Keterampilan Kader PKK

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sebanyak 114 kader PKK Kabupaten Pekalongan perwakilan dari 19 kecamatan, mengikuti kegiatan Temu Kader di Bumi Perkemahan Linggoasri, Kajen, Rabu (4/7)....

Wakil Bupati Diminta Fokus Daerah Selatan

SEMARANG – Bupati dan Wakil Bupati Brebes, Idza Priyanti-Narjo resmi dilantik Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Wisma Perdamaian Semarang, Senin (4/12). Ganjar meminta...

Stok Ikan Laut Mulai Langka

UNGARAN –Beberapa pasar tradisional di Kabupaten Semarang mengalami kelangkaan ikan laut. Salah satu kelangkaan stok ikan laut karena cuaca ekstrem. Hal tersebut diakui oleh...

Undip Bentuk Komisi Investigasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Komisi investigasi dibentuk oleh Fakultas Kedokteran (FK) Undip guna mendalami aktivitas riset yang dilaksanakan salah satu dosen di lingkungan kampus tersebut....

Pasar Darurat Banyak Kekurangan

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, geram ketika meninjau pasar darurat Kedungwuni, Jumat (22/6). Bupati menemukan banyak kekurangan dalam pembangunan pasar darurat tersebut. Padahal...

TMMD Sengkuyung Resmi Ditutup

DEMAK - Kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap 1 tahun 2017 yang dilakukan Kodim 0716 Demak di Desa Jungpasir, Kecamatan Wedung resmi ditutup. Penutupan dihadiri Bupati...