33 C
Semarang
Selasa, 20 Oktober 2020

Modifikasi Mobil Hot Rod Habiskan Rp 200 Juta

Joko Priyono, Spesialis Modifikasi Custom Mobil

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – Bagi Joko Priyono, dunia otomotif merupakan nafasnya. Bagaimana tidak, dari tangan dinginnya tercipta berbagai mobil modifikasi yang unik dan tidak ada duanya. Material yang digunakan sendiri bukan fiber, melainkan plat yang dibentuk secara manual. Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

DUNIA modifikasi mobil custom bukan hal baru bagi Joko Priyono. Pemilik Jack Blarr Modifikasi di Jalan Wolter Monginsidi Semarang ini menggeluti dunia custom dan modifikasi mobil yang umumnya recyle sejak 5 tahun terakhir.

“Dulu lebih fokus ke cat, perbaikan bodi dan mesin. Kalau modifikasi mobil, baru 5 tahun ini. Sekarang malah fokus menerima orderan custom mobil,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, belum lama ini.

Alumnus SMK Palapa Semarang ini mengaku, kali pertama mendapatkan tantangan custom mobil dari salah seorang kerabatnya yang berasal dari Surabaya. Saat itu, ia ditantang merestorasi mobil Jimmy Malaria yang sudah rusak untuk dimodifikasi. “Dulu orangnya minta dibuat pikap, kemudian ada penambahan custom pada bagian bumper, side skirt, jadi kelihatan beda,” ujarnya.

Setelah berhasil membuat Jimmy Malaria tersebut kembali mengaspal, Joko pun menjadi katagihan menerima order dengan modifikasi bodi atau restorasi mulai dari sporty, klasik hingga extreme pun coba dilakukan. “Setelah jadi kayak punya kepuasan dan kebanggaan tersendiri, jadi bikin ketagihan dan kecanduan,”canda bapak dua anak ini.

Awal mula terjun ke dunia otomotif, terutama custom, Joko mengaku hanya bermodal nekat. Karena modal yang terbatas, ia tidak menggunakan fiber atau plastik untuk melakukan modifikasi custom. Alhasil, ia membuatnya dengan menggunakan material plat dan hanya menggunakan insting serta dilakukan secara manual dengan dibantu dua orang karyawannya.

“Pengerjaannya masih manual, nggak ada cetakan. Hanya menggunakan pemotong besi, palu dan yang lainnya. Karena itu, pengerjaannya agak lama, karena butuh ketelitian,” jelasnya.

Tak jarang, Joko pun menerima order berbagai jenis mobil untuk dimodifikasi standar, bahkan sampai ekstrem sekalipun. Ia juga kerap menerima order untuk mengubah bentuk asli mobil hampir 100 persen. Tentunya harus menggunakan perhitungan matang untuk memperpanjang frame atau chasis sampai membuat bodi dari nol seperti modifikasi Hot Rod dengan Toyota Crowne tua, hingga membuat Toyota Land Cruiser menjadi pikap. “Untuk presisi harus dihitung secara matang dan konsepnya juga harus jelas,” ucapnya.

Menurut Joko, konsumen bisa memilih apa saja sesuai dengan keinginan dan ketersediaan budget. Mulai low hingga high budget.  Hal tersebut tergantung citarasa. Kalau kepengin mewah, juga perlu biaya tinggi.

“Kalau pengin murah ya nanti disiasati, yang penting biaya kerja masuk. Berbagai mobil dan model pernah saya garap,”paparnya.

Untuk mengeksplorasi ide, Joko mengaku butuh waktu jalan-jalan untuk melihat sesuatu dan memunculkan ide. Jika tidak, ia mencari inspirasi dari internet agar mengetahui perkembangan modifikasi di luar negeri yang nantinya bisa diaplikasikan. “Modelnya bisa dari mana saja, bisa jadi nemu konsep bodi depan atau belakang dulu, baru nanti sisanya digambar manual dan diukur lagi,” jelasnya.

Pria yang tinggal di Jalan Tlogo Salma RT III RW 06 ini, yang terbaru mengubah VW Kodok tua dengan modifikasi yang sangat ekstrim. Ia mengorbankan bagian-bagian bodi dan frame asli dari mobil Eropa tersebut. Mobil yang baru jadi Maret lalu ini pun, mendapatkan penghargaan best retro klasik, kategori mobil retro dan ekstrim modifikasi kategori bebas, dalam ajang modifikasi di Perumahan Graha Padma belum lama ini. “Bagi saya yang penting berkarya, serta terus berinovasi. Urusan bisa juara atau tidak, itu menyusul,”ucapnya.

Selain itu, mobil Hot Rod miliknya juga menyabet gelar The Best King dalam berbagai ajang modifikasi yang digelar di Balai Kota Semarang, Pekalongan, Wonosobo dan beberapa kota lainnya. Karena selalu menjadi juara, banyak orang yang kepincut untuk membeli mobil yang biaya modifikasinya menghabiskan dana sebesar Rp 200 juta tersebut. “Ada yang nawar, tapi nggak saya lepas, karena saya suka dan menganggap karya tersebut masterpiece yang pernah saya buat,”katanya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...