33 C
Semarang
Rabu, 27 Mei 2020

Jajal Ilmu Kebal, Tewas di Tangan Teman

Another

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sadikin Uma Sangaji, 35, ditemukan tewas dibunuh di kamar kosnya Jalan Untung Suropati No 76 A Kav 52, Ngaliyan, Minggu (15/4) sekitar pukul 09.00. Pria asal Desa Waina RT 008 RW 004, Kecamatan Mangoli Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku ini menemui ajal setelah ditusuk senjata tajam oleh temannya usai pesta minuman keras (miras). Diduga korban minta ditusuk senjata tajam untuk menguji kekebalan tubuhnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, korban kali pertama ditemukan Zufri Al Mustafa, 21, sesama penghuni kos tersebut. Bermula saat Zufri bangun tidur, dan kemudian masuk ke dalam kamar korban untuk mengambil barang miliknya yang dipinjam korban malam sebelum ditemukan tewas.

Saat di dalam kamar itu, Zufri melihat korban dalam kondisi sudah tidak bernafas. Selain itu, di bagian dada korban terdapat luka tusuk senjata tajam. Melihat itu, Zufri bergegas keluar kamar dan langsung memberi tahu teman-temannya, di antaranya Murlipaw, 20, dan Sulfikar Sangaji, yang masih kerabat korban.

Selanjutnya, kejadian itu dilaporkan Polsek Ngaliyan diteruskan ke Unit Inafis Polrestabes Semarang. Tak berselang lama, sejumlah petugas dan Tim Inafis tiba di lokasi kejadian, dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Tak butuh waktu lama, pelaku pembunuhan akhirnya berhasil diungkap. Ini setelah pelaku yang diketahui bernama Hamsir, 25, asal dari daerah yang sama dengan korban,  menyerahkan diri ke Mapolsek Semarang Barat. Selanjutnya,  pelaku diserahkan ke Polsek Ngaliyan untuk proses hukum lebih lanjut.

Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol H Baihaqi, menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan tersebut. Sedangkan motif pembunuhan diawali saat korban dan pelaku menenggak miras di dalam kamar korban.

“Dari pengakuannya (pelaku), sebelumnya mereka minum (miras) bersama, kemudian pelaku disuruh (korban) menusukkan pisau ke tubuh korban dengan alasan untuk menjajal (mencoba) ilmu kekebalan tubuh,” kata Baihaqi saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Senin (16/4).

Kapolsek Ngaliyan Kompol Donny Eko Listianto mengakui, korban meninggal akibat dibunuh, dan pelakunya sudah menyerahkan diri. Saat ini, pelaku masih ditahan di Mapolsek Ngaliyan.

“Ada luka tusuk di dada. Satu luka tusukan saja. Ini kita masih di TKP mencari barang buktinya,” ungkapnya.

Meskipun demikian, Donny belum bersedia memberikan penjelasan secara detail terkait kasus ini. Menurutnya, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.  “Motifnya belum tahu, nanti kita masih kembangkan. Ini (pelakunya) sendirian atau masih ada temannya,” katanya. (mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

More Articles Like This

Must Read

Pemkab Gelontor Ormas Rp 1 M

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kabupaten Semarang akan digelontor anggaran Rp 1 miliar. Besaran anggaran tahun 2018 tersebut untuk membantu kegiatan-kegiatan ormas yang ada...

Antre Sejak Pagi Demi KTP-el

DEMAK- Ratusan warga mulai pagi antre untuk membuat kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) di Alun-alun Kota Demak, Rabu (29/11). Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil...

Jangan Anak Tirikan Pasar Penunjang

KALANGAN Komisi B DPRD Kota Semarang meminta Dinas Perdagangan tidak menganaktirikan pasar-pasar penunjang. Seperti Pasar Kalicari, Manyaran, Srondol, Banyumanik, Tanah Mas, Jangli, dan sebagainya. Ada...

Politik Perlu Kegembiraan, Bukan Ancam-Mengancam

RADARSEMARANG.COM, JEPARA - Politik perlu kegembiraan. Tidak perlu ancam-mengancam, apalagi menggunakan kekerasan, fisik maupun ujaran.“Rakyat perlu kegembiraan. Jangan dihasut untuk saling ancam, saling serang...

Sahabat Kandas di Laga Awal

BALI – Tim basket putri andalan Jateng, Sahabat Semarang, harus menelan pil pahit dalam laga pertamanya pada seri I Kompetisi Basket Putri 2017 yang...

Pengelola Arsip Harus Bekerja Profesional

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Para pengelola arsip di seluruh unit kerja lingkungan Pemkot Magelang dituntut memiliki kompetensi mumpuni. Pasalnya, tata kelola kearsipan yang tidak berjalan...