33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Belum Berizin, Kampoeng Rawa Disegel  

Penyegelan Ketiga Selama 6 Tahun Beroperasi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Penutupan Kampoeng Rawa, di Desa Bejalen Kecamatan Ambarawa berlangsung alot, Senin (16/4). Sebelum dilakukan penyegelan oleh Satpol PP Kabupaten Semarang, mediasi dilakukan oleh pihak pengelola.

Pihak pengelola Kampoeng Rawa meminta supaya Pemkab Semarang memberikan kelonggaran supaya tidak dilakukan penutupan tempat usaha rumah makan dan pemancingan tersebut.“Kita sudah melakukan pengurusan perijinan tersebut namun selalu di ping-pong ke sana kemari,” kilah Manager Kampoeng Rawa, Wiranto.

Mediasi tersebut dilakukan oleh pihak manajemen di dampingi Koordinator LSM Badan Peneliti Aset Negara, Anis. Ia berharap Pemkab Semarang melalui Satpol PP Kabupaten Semarang mempertimbangkan kembali terhadap penutupan Kampung Rawa. Menurutnya, penutupan tersebut akan berdampak kepada hilangnya lapangan kerja ratusan karyawan Kampoeng Rawa.

Meski begitu, ia mengakui jika selama enam tahun Kampung Rawa beroperasi, tidak mengantongi ijin sama sekali. Namun, Wiranto tetap berkilah, selama ini proses pengurusan perijinan Kampoeng Rawa terus dilakukan.

Menurutnya Pemkab Semarnag harus mempertimbangkan kembali penutupan Kampoeng Rawa. Karena sudah menjadi aset wisata di Kabupaten Semarang maupun di Jawa Tengah. “Kami inginnya juga berizin, namun selama proses berjalan usaha pariwisata ini tidak ditutup,” tuturnya.

Dikarenakan selama enam tahun beroperasi, Kampoeng Rawa tidak memiliki izin sama sekali. Proses penutupan Kampoeng Rawa sebenarnya bukan kali pertama ini. Penutupan ini merupakan kali ketiga.

Atas rekomendasi Pansus Perizinan DPRD Kabupaten Semarang, objek wisata ini juga pernah disegel pada bulan Mei 2014 silam. Permasalahannya juga terkait dengan perizinan yang belum beres. “Tetapi setelah enam tahun beroperasi persoalan perizinan ini juga tidak selesai, makanya diambil tindakan tegas,” tambahnya.

Perizinan yang dimaksud antara lain meliputi, Izin Lingkungan, Izin Gangguan (HO) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Keberadaan tempat usaha pariwisata yang berada di Jalur Lingkar Ambarawa (JLA) ini pun dianggap melanggar sedikitnya sembilan peraturan daerah (perda). (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tolak Impor Beras Jelang Panen Raya

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Kebijakan pemerintah yang mengimpor beras mendapatkan penolakan dari petani di Demak, termasuk DPRD setempat. Anggota Komisi B DPRD Demak, Farodli menegaskan...

Dihantam Ombak, Lima Perahu Nelayan Terbalik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak lima perahu nelayan terbalik akibat dihantam ombak besar. Kejadian itu dialami para nelayan saat akan mencari ikan di perairan lepas...

Kekurangan Stok Bahan Baku

RADARSEMARANG.COM - Pekerja menata ikan asap di sentra pengasapan ikan Bandarharjo, Kota Semarang, Kamis (11/1). Saat ini pesanan ikan asap jenis Ikan Manyung dan...

Tol Kendal Terkendala Pembebasan

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Masih terjadi tarik ulur dalam proses pembebasan lahan untuk proyek Tol Semarang-Batang. Tepatnya untuk ruas Kendal, masih menyisakan lahan yang belum dibebaskan. Baik...

Dari Bantu Teman, Jadi Ladang Bisnis

RADARSEMARANG.COM - HANITA Masithoh tak pernah menyangka sebelumnya, jika dirinya bisa membuka bisnis jasa penerjemahan Bahasa Arab dan Inggris. Alumni Pondok Pesantren Darul Falah...

Komunitas Muda Harus Tahu KDRT

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Komunitas muda merupakan garda terdepan dalam penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Karena mereka yang dalam waktu dekat menuju jenjang kehidupan...