31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Ulat Bulu Serang Desa Kedung Gading

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Warga Dusun Tapak,  Desa Kedung Gading, Kecamatan Ringinarum diresahkan dengan wabah ulat bulu yang menyerang desa setempat. Pasalnya ratusan ribu ulat bulu itu menyebabkan alergi gatal-gatal.

Ulat bulu yang tak terhitung jumlahnya itu berkumpul dan bergeliat-geliat menyerang perkebunan sekitar pemukiman warga. Bahkan warga harus menutup rapat-rapat pintu rumah dan jendela agar ulat-ulat tersebut tidak masuk ke rumah.

Ulat bulu tersebut merambat dari batang pohon-pohon milik warga hingga ke dahan-dahannya pohon tersebut. Secara fisik, ulat bulu tersebut memiliki ciri-ciri bulu berwarna abu-abu itu dan merah. Mereka, berkumpul di pohon yang tak jauh dari rumah warga. Lalu ulat bulu itu berjatuhan saat pohon yang terkena wabah daunnya mulai mengering.

“Sudah tiga hari ulat bulu itu bersarang nampak berjatuhan. Warga takut karena kalau sudah berjatuhan biasanya mereka cari tempat aman untukberlindung. Yakni masuk ke rumah-rumah warga,” kata Rohani, 40, warga sekitar.

Ia sendiri mengaku tidak berani mendekat. Karena saat tersentuh ulat bulu maka kulit terasa panas dan gatal-gatal. “Masih banyak lagi yang diatas pohon dan mereka merambat hingga bagian pohon yang tinggi yang sulit dijangkau,” tandasnya.

Sementara itu, Kades Kedungading, Budiyono mengatakan pihaknya telah meninjau lokasi ulat bulu tersebut.  “Ada empat titik di kebun yang diserang oleh ulat bulu. Sementara ini ditangani warga dengan cara dibakar,” tuturnya.

Semakin dikhawatirkan menyebar ke pemukiman, sarang ribuan ulat bulu yan menyerang kebun warga dusun Tapak, Desa Kedunggading dibakar. “Sarangnya kami bakar dengan solar dengan harapan tidak menyebar hingga kerumah warga,” jelasnya.

Budi mengatakan bahwa jika semakin dibiarkan maka ulat tersebut semakin menyebar dan mengganggu aktifitas warga desanya. “Jika setelah dibakar namun belum maksimal maka kami akan melakukan penyemprotan dengan semprotan hama terutama bagian atas pohon. Bagian yang sulit dijangkau lainnya. Kami juga akan melaporkan dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Kendal ,” paparnya. (bud/bas)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here