RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono meminta pembangunan Bandara baru Ahmad Yani Semarang memperhatikan aspek keselamatan. Dalam hal ini, Bambang meminta penambahan garbarata.

”Karena itu adalah bentuk perlindungan keselamatan penerbangan. Dengan garbarata berarti ada sterilisasi penumpang ataupun kru yang akan naik. Sangat berbahaya kalau tidak ada,” tegas Bambang sembari menjelaskan saat ini sudah ada 3 garbarata yang dinilainya masih perlu ditambah.

Tanpa garbarata yang cukup, lanjutnya, sterilisasi yang dilakukan tidak akan terjamin. Pemantauan juga sulit tanpa adanya garbarata. ”Dan akhirnya bisa memunculkan kejahatan. Ini bisa menjadi lahan teroris yang sangat berbahaya,” ujarnya saat meninjau pembangunan bandara baru Ahmad Yani Semarang, Minggu (16/4).

Sterilisasi, menurut Bambang, tidak hanya dilakukan kepada para penumpang. Namun juga lingkungan sekitar bandara, baik di darat maupun di udara. Hal ini menyusul adanya informasi akan ditanam  sekitar 24 ribu mangrove di area bandara. Penambahan jumlah mangrove dinilai akan membentuk ekosistem baru, termasuk di dalamnya burung berukuran besar. Keberadaan burung sangat membahayakan penerbangan.

”Banyak penerbangan yang harus ditunda karena burung yang beberapa kali menyebabkan kerusakan pada pesawat terbang. Ini sangat membahayakan bagi penerbangan kita. Engine pun bisa rusak karena burung,” jelasnya.

Bambang menjelaskan aturan penerbangan internasional pun bahkan melarang penanaman buah-buahan di sekitar bandara, karena bisa mengundang adanya burung.

Mengenai hambatan burung, PTS GM Angkasa Pura I Indah Preastuty menjelaskan pihaknya telah memperhatikan hal ini. Pihaknya memiliki alat pengusir burung yang rutin digunakan setiap patroli. Ia jelaskan, keberadaan burung di Bandara Ahmad Yani Semarang memang belum pada tingkatan sangat mengganggu, Meskipun demikian tetap menjadi perhatiannya untuk mengeliminir hambatan sekecil apapun itu.

”Secara prinsip, landasan kita selalu dijaga. Kita selalu keliling untuk mengusir burung. Tentu bisa dibaca juga kapan burung akan datang,” jelasnya. Ia mengatakan penanaman mangrove dilakukan jauh dari lokasi landasan dan sudah diperhitungkan. (sga/ric)