33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Diminta Tambah Garbarata

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono meminta pembangunan Bandara baru Ahmad Yani Semarang memperhatikan aspek keselamatan. Dalam hal ini, Bambang meminta penambahan garbarata.

”Karena itu adalah bentuk perlindungan keselamatan penerbangan. Dengan garbarata berarti ada sterilisasi penumpang ataupun kru yang akan naik. Sangat berbahaya kalau tidak ada,” tegas Bambang sembari menjelaskan saat ini sudah ada 3 garbarata yang dinilainya masih perlu ditambah.

Tanpa garbarata yang cukup, lanjutnya, sterilisasi yang dilakukan tidak akan terjamin. Pemantauan juga sulit tanpa adanya garbarata. ”Dan akhirnya bisa memunculkan kejahatan. Ini bisa menjadi lahan teroris yang sangat berbahaya,” ujarnya saat meninjau pembangunan bandara baru Ahmad Yani Semarang, Minggu (16/4).

Sterilisasi, menurut Bambang, tidak hanya dilakukan kepada para penumpang. Namun juga lingkungan sekitar bandara, baik di darat maupun di udara. Hal ini menyusul adanya informasi akan ditanam  sekitar 24 ribu mangrove di area bandara. Penambahan jumlah mangrove dinilai akan membentuk ekosistem baru, termasuk di dalamnya burung berukuran besar. Keberadaan burung sangat membahayakan penerbangan.

”Banyak penerbangan yang harus ditunda karena burung yang beberapa kali menyebabkan kerusakan pada pesawat terbang. Ini sangat membahayakan bagi penerbangan kita. Engine pun bisa rusak karena burung,” jelasnya.

Bambang menjelaskan aturan penerbangan internasional pun bahkan melarang penanaman buah-buahan di sekitar bandara, karena bisa mengundang adanya burung.

Mengenai hambatan burung, PTS GM Angkasa Pura I Indah Preastuty menjelaskan pihaknya telah memperhatikan hal ini. Pihaknya memiliki alat pengusir burung yang rutin digunakan setiap patroli. Ia jelaskan, keberadaan burung di Bandara Ahmad Yani Semarang memang belum pada tingkatan sangat mengganggu, Meskipun demikian tetap menjadi perhatiannya untuk mengeliminir hambatan sekecil apapun itu.

”Secara prinsip, landasan kita selalu dijaga. Kita selalu keliling untuk mengusir burung. Tentu bisa dibaca juga kapan burung akan datang,” jelasnya. Ia mengatakan penanaman mangrove dilakukan jauh dari lokasi landasan dan sudah diperhitungkan. (sga/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dewan Minta Mitigasi Bencana Dioptimalkan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Di Jateng sendiri, terdapat 3.600 desa yang masuk wilayah rawan bencana. Dari 3.600 desa tersebut, dua ribu di antaranya merupakan zona merah rawan...

Puasa

Pertanyaan : Assalamualaikum Wr. Wb Bapak Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag yang saya hormati? Kenapa di bulan puasa ini masih banyak orang yang menggunjing,...

Orang Tua Anin dan Afif Mengadu ke DPD RI

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Perjuangan orang tua siswa yang dikeluarkan dari SMA Negeri 1 Semarang belum selesai. Kemarin, orang tua Anindya Puspita Helga Nur Fadhila...

Andalkan Pesona Air Terjun Tujuh Bidadari

SUMOWONO – Desa Keseneng memiliki satu objek wisata andalan. Objek wisata tersebut adalah air terjun tujuh bidadari. Berupa air terjun bertingkat dengan aliran sejumlah tujuh buah....

Kuota Taksi di Jateng 6.955 Unit

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kuota taksi online dan reguler di Jateng akhirnya bertambah. Ini setelah Dinas Perhubungan (Dinhub) Provinsi Jateng mengeluarkan kebijakan kuota kompromi. Sebelumnya, Dinhub hanya...

Percepat Normalisasi Tiga Sungai

SEMARANG – Pemkot Semarang masih memiliki Pekerjaan Rumah (PR) dalam mengentaskan banjir dan rob. Ada tiga sungai yang mendesak dinormalisasi. Yakni Sungai Tenggang, Sringin,...