33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Back to Konsep Dasar Mudahkan Penghitungan Matematika

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – MARAKNYA penggunaan gadget pada kalangan pelajar saat ini cukup memprihantinkan bagi kalangan guru pada umumnya dan pada guru matematika pada khususnya. Hal ini nampak pada fenomena saat proses belajar mengajar tidak sedikit siswa menggunakan kalkulator yang terdapat dalam gadget sebagai alat bantu penghitungan dalam pengerjaan soal matematika.

Pelajar saat ini memang lahir di era 2000-an, di mana identik dengan segala perkembangan tenologi. Beda dengan kelahiran 1970-an yang identik dengan manual dan tradisional. Maka dari itu, perlu adanya pemberian kepemahaman terhadap siswa terhadap penggunaan gadget. Supaya siswa dapat menggunakan gadget sesuai kebutuhan dan ketentuan sebagai pelajar. Terlebih siswa tersebut masih dalam lingkungan sekolah (pembelajaran dalam kelas). Apalagi terjadi penyalahgunaan penggunaan gadget saat pelajaran.

Kalkulator sudah menjadi barang candu bagi sebagian siswa dalam mempermudah penghitungan pengerjaan soal matematika. Jika hal ini dibiarkan terus menerus justru akan merugikan pelajar itu sendiri. Karena sesaat bisa memanfaatkan kalkulator dengan baik tetapi akan menyesatkan kelak. Terutama saat siswa tersebut harus menghadapi ujian nasional. Ujian nasional yang berlangsung online saat ini sudah 100 persen terlepas pada kalkulator, baik kalkulator manual maupun kalkulator dalam gadget. Untuk itu perlu pembiasaan dalam melatih diri dalam mengerjakan soal matematika. Dimana soal matematika sangat kental dengan angka dan penghitungan.

Perlunya pembiasaan dalam mengerjakan soal matematika lepas dari kalkulator ini memang tidak mudah. Penguatan karakter dari guru mata pelajaran sangat dibutuhkan dalam hal ini. Adanya pembiasaan yang diberlakukan saat pembelajaran berlangsung sangat mendukung adanya keberlangsungan dari tujuan pembelajaran maupun tujuan yang akan dicapai. Melalui latihan pembiasaan perilaku yang diharapkan terjadi proses internalisasi pada diri pribadi siswa  menuju kepribadian yang sesuai dengan amanat tujuan pendidikan nasional. Supaya perancangan bisa terlaksana dengan baik maka perlua adanya evaluasi dan pemantauan saat siswa mengerjakan soal. Perlu kiranya guru menyiapkan penilaian individu siswa saat pembelajaran berlangsung dengan memberikan penskoran. Sehingga bisa dijadikan tolo ukur dalam mengukur tingkat keberhasilan pembelajaran matematika. Terutama saat siswa diberi tugas kelompok maupun individu.

Penerapan pembiasaan untuk lepas dari kalkulator ini memang tidah semudah membalikkan tangan. Oleh karenanya perancangan didepan sangatlah penting bagi guru matematika khususnya ketika hendak membelajarkan matematika. Perancangan ini selain sudah dirancang semuanya dalam perencanaan pembelajaran (RPP). Guru bisa menyiapkan diri menyusun penilaian individu sebagai pengamatan yang akan dijadikan catatan oleh guru sendiri. Pematangan dalam perancangan pembelajaran tidak kalah penting. Guru harus memperhatikan karakteristik siswa dalam kelas tersebut. Guru juga harus menyiapkan media berikut dengan metode yang tepat. selain sarana prasaana yang sudah tersedia di sekolah. Apalagi guru mempunyai harapan untuk siswanya agar mengerjakan soal dengan mandiri. Berarti guru harus mempunyai strategi agar tujuan tersebut dapat tercapai dengan sempurna.

Penanaman konsep dasar sebagaimana dalam teori matematika harus tersampaikan dengan baik. Karena dalam konsep dasar matematika ini siswa diajarkan untuk dapat mengerjakan soal matematika dengan menggunakan rumus-rumus yang ada tanpa harus menggunakan kalkulator. Meskipun dalam pengerjaan soal matematika ini kan lebih mudah dan lebih cepat dalam menyelesaikan soal. Namun, itu hanya bersifat sesaat karena imbasnya justru akan merugikan diri siswa sendiri ketika menghadapi tes. Dengan pemilihan metode yang tepat saat mengajar materi tertentu dalam mata peajaran matematika. Maka tidak menutu kemungkinan konsep-konsep dasar dalam matematika ini akan diterima dengan baik oleh siswa. Sehingga tujuan pembelajaranpun akan bisa terwujud.

Demikian beberapa hal yang yang bisa disiapkan oleh guru matematika, guna membiasakan siswa tidak ketergatungan dengan kalkulator saat mengerjakan soal matematika. Dengan menyiapkan form penilaian individu, mempersiapkan perencanaan yang matang dengan melihat karakter siswa, pemanfaatan media, penggunaan metode yang tepat serta adanya evaluasi. Evaluasi ini dapat dijadikan sebagai kontrol guru mata pelajaran ataupun dapat dijadikan alat ukur keberhasilan pembelajaran. Hal ini akan terwujud manakala dilakukan dengan komitmen guru maupun siswa. Sehingga harapan akan terwujud dengan baik. Dengan adanya konsep ‘back to pemahaman konsep-konsep dasar matematika’ akan dapat mengantarkan siswa mencapai hasil belajar yang maksimal tanpa harus dengan bantuan kalkulator. (tj3/2/aro)

Guru Matematika SMA Negeri 1 Boja Kendal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Obligasi Pegadaian Raih Tripel A

SEMARANG – Pertumbuhan aset, pendapatan, laba bersih, nasabah, hingga omset dari PT. Pegadaian mendapatkan perhatian dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Lembaga ini menaikkan peringkat...

Berbagi Takjil di Jalur Pedesaan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG— Organisasi masyarakat (Ormas) Lindu Aji Lambangrojo (Mijen, Boja, Limbangan, Singorojo) membagi takjil kepada para pengguna jalan, jelang buka puasa, Minggu (3/6). Menariknya, dalam...

Sekaleng Lem, Habis Dihirup Tiga Hari

RADARSEMARANG.COM - Membeli narkoba mahal. Pil koplo juga tidak murah. Anak-anak jalanan pun memilih menghirup lem agar bisa ngefly. Pemandangan ini sering kita jumpai...

Pelajar Harus Siap Hadapi Bencana

WONOSOBO – Ribuan siswa di bawah Yayasan Muhammadiyah Wonosobo, Rabu (26/4) menggelar apel kesiapsiagaan bencana. Langkah ini untuk menumbuhkan kesadaran kepada pelajar dalam upaya...

Bebas Mengadu ke Monggo Lapor

MAGELANG – Pemkot Magelang akan makin responsif terhadap dinamika kota. Pihaknya membentuk tim penanganan pengaduan masyarakat dengan menggerakkan mesin kehumasan di masing-masing Organisasi Perangkat...

Latihan Rutin dan Kerja Keras

RADARSEMARANG.COM - MENJADI bagian dari tim paduan suara memberikan kebanggaan sekaligus tantangan tersendiri bagi Annelicia Eunice Arabelle. Bangga, karena bisa menjadi bagian dari tim...