33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Tujuh Kali Mencuri, Baru Tertangkap

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN-Beralasan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan terbentur banyak utang, dua warga Dukuh Luragung, Desa Luragung, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, nekat mencuri handphone milik tetangganya sendiri. Adalah Kasnadi, 39, dan Roni, 41, buruh yang bekerja di Jakarta dan pulang ke kampungnya sedianya untuk berlibur. Namun harus mendekam di tahanan Mapolres Pekalongan.

Berdasarkan pengakuannya, kedua pelaku ini sudah tujuh kali mencuri handphone di Desa Luragung dan sekitarnya. Kasnadi dan Roni, sering melakukan aksinya saat mudik ke kampung, saat pekerjaan di Jakarta sepi atau hanya untuk berlibur pulang kampung.

Kedua tersangka ditangkap Unit Reskrim Polsek Kandangserang dan Buser Satreskrim Polres Pekalongan, di rumahnya masing-masing, Rabu (11/4), sekitar pukul 21.00. Keduanya ditangkap tanpa perlawanan dan mengakui perbuatannya.

“Pengakuan sementara baru tujuh kali melakukan aksi pencurian dengan pemberatan. Alasannya mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan bayar utang,” kata Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP Akrom.

Menurutnya, kedua pelaku berhasil ditangkap berdasarkan laporan dua korbannya yang masih berstatus pelajar, yakni KT, 17, dan TAL,16, warga Dukuh Miriamba, Desa Luragung.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan di lapangan. Akhirnya berhasil menangkap kedua pelaku, beserta barang bukti handphone Samsung J2 Prime warna hitam dan handphone Samsung J2 Prime warna emas. “Kedua pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing, beserta barang bukti yang belum sempat dijual,” jelas AKP Akrom.

AKP Akrom mengatakan bahwa aksi pencurian dengan pemberatan tersebut, dilakukan di rumah korban Krisnanto pada Jumat (30/3) lalu, sekitar pukul 23.00. Saat itu, korban bersama temannya sedang tidur di ruang tamu dan handphone tersebut diletakkan di dekat korban. Namun, keesokan harinya sudah raib. “Pelaku diduga masuk ke dalam rumah korban melalui jendela samping kanan rumah yang posisinya terbuka,” kata AKP Akrom.

AKP Akrom juga menegaskan bahwa kedua tersangka juga berhasil membobol rumah korban pertama, keesokan malamnya kedua tersangka nekat mencuri handphone di rumah korban kedua yakni, Titi Ayu Lestari yang masih satu pedukuhan dengan korban pertama.

Modusnya sama. Saat korban tidur di ruang tamu, pelaku mengambil handphone milik korban yang diletakan tak jauh dari tubuh korban. Pelaku masuk ke dalam rumah dengan melepas pagar dapur rumah yang terbuat dari anyaman bambu. “Kedua tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara,” tegas AKP Akrom. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rela Begadang Demi Menulis Cerpen

RADARSEMARANG.COM - SETIAP orang tua menghendaki yang terbaik bagi anaknya. Termasuk dalam mendidik anaknya. Tak heran bila para orang tua menerapkan peraturan dan kedisiplinan...

Ayo Obah, Sukses Latih 2.000 Wirausaha

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dua bulan sejak diluncurkan,  gerakan kewirausahaan ‘Ayo Obah’ yang dicanangkan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor urut 2, Sudirman...

Petani Tembakau Kurang Diperhatikan

DPRD Jateng menilai pemerintah pusat, Pemprov Jateng maupun kabupaten/kota belum sepenuhnya memihak petani tembakau di Jateng. Hal itu terbukti masih dibukanya kran impor dengan...

FT Juara Umum Porsaf 2017

MAGELANG--Fakultas Teknik (FT) menjadi juara umum dalam Pekan Olah Raga dan Seni Antar Fakultas (Porsaf) UM Magelang Tahun 2017 dengan mengumpulkan 17 poin. FT...

Tunas Pamor Kuasai Dini Putri

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Pemain putri klub Perkumpulan Bulutangkis (PB) Tunas Pamor tampil menawan dengan meraih all final di kelompok tunggal dini putri Djarum Foundation...

Kandangnya Bersusun, Diberi Pakan Fermentasi

Lima mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) Magelang membuat inovasi menarik. Mereka membuat homestay khusus bagi domba-domba potong. Seperti apa? AGUS HADIANTO MASYARAKAT maupun peternak kambing biasanya memelihara...